Apa Itu “Kelainan Seks Necrophilia”? Berikut Penjelasannya

Penyimpangan seksual merupakan sebuah kelainan seks yang saat ini sudah semakin banyak menjangkit banyak kalangan masyarakat. Mungkin Anda sudah pernah mendengar kisah tentang seseorang yang memiliki gairah seksual terhadap mayat. Lalu anda menganggap hal tersebut sebagai perbuatan yang keji dan menjijikkan. Kelainan jenis ini termasuk kelainan berat karena ekstrem dan menyeramkan.

Jika anda pernah mendengar dan melihat seseorang dengan ketertarikan dengan seseorang yang telah mati, orang tersebut memiliki kelainan yang disebut necrophilia. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Kelainan seks Necrophilia mari kita simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Necrophilia

Necrophilia adalah suatu kelainan seks dimana seseorang lebih memilih mayat sebagai partner seksnya. Kata ecrophilia sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “nekros” (mayat) dan “philia” (persahabatan/suka). Istilah ini pertama kali berasal dari karya Kraftt Ebing tahun 1886, Psychopathia Sexualis.

Pengidap kelainan sex ini memiliki kecenderungan untuk memiliki keinginan berhubungan badan dengan mayat. Bagi pengidap Necrophilia hanya mayat yang mampu memuaskan hasrat sexual mereka. Kebanyakan pengidap Necrofilia juga adalah seorang Psikopat, karena kelainan ini menurut ilmu kedokteran disebabkan tingginya tingkat agresifitas di dalam otak.

Penderita kelainan ini akan memperoleh kepuasan jika berhubungan dengan mayat. Ia takut berhubungan dengan normal karena takut terjadi penolakan yang otomatis mempengaruhi psikologis dan aktivitas seksualnya. Mayat adalah objek seksual yang dianggap tidak akan dapat melawan atau menolak keinginannya dalam berhubungan seksual.

Pada umumnya penyimpangan seksual ini lebih banyak dialami oleh kaum pria, bahkan menurut hasil penelitian 90 persen kasus penyimpangaan seksual ini terjadi pada seorang pria. Tapi penyimpangan seksual ini juga bisa menjangkit pada wanita. Necrophilia pun terbagi dalam 3 jenis antara lain:

  1. Necrophilic fantasi, dimana penderita hanya sebatas fantasi untuk berhubungan seks dengan mayat.
  2. Regular necrophilia, dimana si penderita melampiaskan hasrat seksualnya pada mayat.
  3. Necrophilic homicide, dimana si penderita terlebih dulu melakukan pembunuhan untuk medapatkan mayat dan melampiaskan hasrat seksualnya.

Perilaku seksual yang terkait necrophilia mungkin memiliki konsekuensi sosial dan hukum yang serius. Para ahli dan dewan kebijakan hukum di berbagai belahan dunia menganggap necrophilia sebagai tindakan pemerkosaan karena orang yang sudah meninggal tidak bisa memberikan izin atas apa yang dilakukan orang lain terhadap tubuhnya. Tapi sebenarnya bagaimana kelainan itu terjadi?

Penyebab Necrophilia

Alasan utama mengapa seseorang bisa mengidap kelainan ini adalah kebanyakan dari mereka yang tidak pernah sama sekali merasakan seks dan selalu ditolak apabila ingin melakukan seks. Alasan lain yang dapat memicu necrophilia ini adalah karena cinta yang berlebihan. Seseorang yang ditinggal mati oleh kekasihnya akan nekat untuk menyimpan mayat pasangannya dan melakukan hubungan intim dengan mayat tersebut.

Dan bahkan seseorang mengalami penyimpangan seksual necrophilia bisa disebabkan oleh banyak faktor dan salah satu penyebab utama terjadinya penyimpangan ini adalah perasaan minder saat berhubungan dengan manusia baik itu hubungan asmara maupun hubungan seksual. Bahkan sebesar68 persen kasus penyimpangan seksual ini disebabkan oleh rasa minder untuk berhubungan dengan pasangannya sehingga orang-orang yang menderita necrophilia memilih untuk melampiaskan hasratnya pada mayat.

Studi penelitian yang dilakukan oleh Dr Jonathan Rosman dan Dr Phillip Resnick diperoleh hasil bahwa dari 122 kasus nekrofilia didominasi kasus yang regular. Umumnya, penderita bekerja di kamar mayat atau di jasa pemakaman. Selain laki-laki, apakah wanita dapat mengalami kelainan ini? Kemungkinan kaum perempuan untuk mengindap kelainan seksual ini ada, namun sangat langka dan hanya ada satu kasus perempuan yang mengidap kelainan ini. Namun bahayakah jika melakukan seks terhadap mayat?

Bahaya Berhubungan Seks Dengan Mayat

Selain menyimpang dari norma sosial, necrophilia juga merugikan bagi manusia yang terlibat dalam hubungan seks dengan mayat. Berhubungan seks dengan mayat bisa berakibat fatal. Bahaya berhubungan seks dengan mayat berkaitan dengan persiapan dan pembuangan mayat yang tidak tepat.

Kontaminasi suplai air oleh mayat yang dibuang tanpa penguburan, situs pemakaman atau di situs penyimpanan sementara dapat mengakibatkan penyebaran gastroenteritis dari isi usus mayat. Zat cadaverine dan putresin yang dihasilkan selama pembusukan bangkai hewan dan manusia mengeluarkan bau busuk yang bisa beracun jika tertelan dalam dosis besar.

Ada risiko penularan infeksi dan penyakit kronis melalui kontak langsung dengan mayat yang mungkin semasa hidupnya menderita penyakit tersebut, seperti penyakit kuru, hepatitis B dan hepatitis C, HIV, patogen usus enterik, TBC, kolera.

Penderita Necrophilia yang meluapkan gairah seksualnya kadang mengalami penderitaan ini dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang batasan seksual, norma sosial atau hilangnya hati nurani dari diri mereka. Hilangnya hati nurani dan rasa penyesalan dari apa yang telah mereka perbuat biasa disebut dengan istilah psikopat. Penderita Necrophilia yang membunuh untuk mendapatkan mayat atau melakukan mutilasi setelah bersetubuh dengan mayat kemungkinan disebabkan oleh psikopat.

Jenis-Jenis Necrophilia

Di Indonesia sendiri mungkin yang paling umum terjadi adalah penyuka sesama jenis atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘Gay’ untuk pria dan ‘Lesbian’ untuk wanita. Kedua penyimpangan seksual tersebut saat ini memang semakin banyak terjadi di kalangan masyarakat Indonesia, dimana kebanyakan diantara mereka adalah remaja.

Umumnya penyimpangan seksual bisa terjadi karena faktor lingkungan hingga pengalaman buruknya sejak kecil dimana ia sempat mendapatkan perilaku menyimpang dari orang-orang terdekatnya atau pengalaman buruknya saat menjalin cinta dengan lawan jenis. Dan tahukah anda bahwa kelainan seks ini memiliki jenis-jenisnya, berikut jenis necrophilia.

  • Regular Necrophilia: penggunaan tubuh yang sudah mati untuk kesenangan seksual.
  • Necrophilic Fantasy: memiliki dan membayangkan fantasi atau kontak seksual, terlepas dari apakah impian tersebut ditindaklanjuti atau tidak.
  • Necrophilic Homicide: menindaklanjuti fantasi seksualnya dengan melakukan pembunuhan nyata demi mendapatkan akses langsung mayat untuk kenikmatan seksual. Tindakan pembunuhan tersebut juga merupakan bagian dari dorongan atau fantasi seksualnya.
  • Pseudonecrophilia: insiden berhubungan seksual dengan mayat yang hanya terjadi satu kali, tanpa riwayat kecenderungan gairah dan fantasi necrophilia sebelumnya.
  • Necrosadisme: kenikmatan seksual berasal dari tindakan sadisme yang dilakukan pada mayat, seperti mutilasi atau minum darah mayat. Ahli menganggap kasus necrosadisme tumpang-tindih antara necrophilia murni dan penyimpangan seksual lainnya atau gangguan kepribadian.

Adakah Cara Mengatasi Kelainan Necrophilia?

Obsesi cinta yang berlebihan akan membuat penderita terus berfantasi tentang pasangannya yang telah mati. Hal terbaik untuk mengobati kelainan ini adalah dengan melakukan terapi rutin dengan pskiater, khususnya yang ahli dalam hal kelainan seksual.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders atau DSM, sebagian besar kasus penyimpangan seksual dapat ditangani dengan konseling dan terapi CBT untuk membantu penderita mengubah perilakunya. Obat dapat membantu untuk mengurangi dorongan kompulsi yang terkait dengan necrophilia dan mengurangi jumlah kejadian fantasi seksual dan perilaku menyimpang yang dilakukan.

Dalam beberapa kasus, terapi hormon dapat diresepkan bagi individu yang sering mengalami perilaku seksual abnormal atau berbahaya kambuhan. Banyak dari obat-obatan ini bekerja dengan mengurangi gairah seks individu.

Kasus-Kasus Kelainan sex

Seorang penggali kubur di Italia mengaku bergairah dan melakukan masturbasi setelah menguburkan mayat gadis muda yang cantik. Agar mencapai klimaks ia harus menyentuh mayat si gadis. Kegiatan seksual tak lazim itu dilakukan setelah sepi dan tak ada orang di sekitar kuburan. Dalam pengakuannya, ia mengatakan sudah bercumbu dengan ratusan mayat yang dikuburkannya. Dalam seminggu, ia melakukan aktivitas seks dengan mayat antara 4-5 kali. Ia bahkan pernah mengisap darah dan urin dari mayat anak perempuan yang masih remaja.

Sejarah mencatat hal serupa terjadi di Mesir ribuan tahun lalu. Para suami yang takut mayat istrinya diperlakukan tak senonoh oleh pembalsem, menyimpan mayat istrinya di rumah sampai benar-benar membusuk. Salah satu yang menjadi legenda hingga kini adalah Raja Herod yang membunuh istrinya, kemudian berhubungan seks dengan mayatnya selama lebih dari 7 tahun. Kasus mengenai penyakit ini, banyak terjadi di berbagai belahan dunia dan berikut beberapa kasus kelainan seks Necrophilia:

1. Kaoru Kobayashi

Sosok pengidap necrophilia ini merupakan jenis yang termasuk Necrophilic homicide. Pada tanggal 17 November 2004, Kaoru Kobayashi, seorang loper koran paruh baya menculik dan melakukan kekerasan seksual terhadap gadis cilik yang masih berusia 7 tahun, Kaede Ariyama. Kobayashi membawa bocah malang itu ke rumahnya di kota Sango, Perfektur Nara. Di sana, gadis itu dicabuli sebelum akhirnya dibunuh dengan cara ditenggelamkan di bak mandi.

Belum terpuaskan nafsu birahinya, Kobayashi kemudian memutilasi tubuh gadis itu dan mengambil gambar dari tubuhnya dengan ponsel miliknya. Ia lalu membuangnya ke selokan yang ada di dekat rumahnya. Tak sampai disitu, Kobayashi bahkan tega mengirim foto-foto dari tubuh Ariyama yang telah dimutilasi lewat email pada ibu dan adik Ariyama untuk mengejek mereka.

Polisi akhirnya dapat melacak keberadaan Kobayashi lewat nomor pengirim berdasarkan email yang dikirimnya. Saat rumahnya digeledah, polisi menemukan ponsel yang berisi foto-foto proses pembunuhan Ariyama. Kobayashi akhirnya dinyatakan bersalah dan divonis mati.

2. Genzo Kurita

Selama tahun 1948 hingga 1952, seorang kriminal bernama Genzo Kurita melakukan serangkaian pembunuhan berantai yang cenderung menargetkan ibu-ibu dan gadis muda. Kurita tertangkap pada bulan Januari 1952 atas pembunuhan seorang wanita berusia 24 tahun dan bibinya yang berusia 63 tahun. Setelah penangkapannya ini, terungkaplah kalau Kurita juga pernah bersetubuh dengan mayat adik perempuannya.

Para penyelidik kepolisian menemukan fakta bahwa Kurita merupakan seorang predator kejam yang telah melakukan pembunuhan berantai. Salah satu pembunuhan yang paling keji dilakukan Kurita adalah ketika ia membunuh seorang ibu dari 3 anak yang berusia 29 tahun di sebuah pemandian air panas. Setelah membunuh wanita ini, ia lalu memperkosa mayatnya dan kemudian melemparkan mayat wanita itu bersama ketiga anaknya ke tebing yang ada di pemandian tersebut.

3. Anthony Merino

Pada akhir tahun seorang warga kota New York, berhasil masuk ke dalam Headline surat kabar setempat. Namun sayangnya masuknya nama Anthony ini berkaitan dengan hal negatif yang telah dilakukanya. Mantan teknisi laboratorium dari Rumah Sakit Holy Name yang ada di Teneck, New Jersey ini, ditahan karena telah tertangkap tangan oleh Security saat tengah menyetubuhi tubuh seorang pasien wanita berusia 92 tahun yang telah meninggal dunia.

Setelah di tahan satu tahun kemudian setelah melalui persidangan yang panjang akhirnya Anthony dijatuhi hukuman 7 tahun penjara oleh Pengadilan Berger County. Namun dalam prosesnya Anthony mengajukan pemeriksaan jiwa terhadap dirinya, hal ini memungkinkanya untuk mendapatkan keringanan hukuman.

4. Le Van

Pria asal Quang Nam, Vietnam, ini tidur dengan jasad istrinya yang sudah meninggal selama lima tahun dari tahun 2004 hingga 2009. Ketidaksiapan Van menghadapi kematian istrinya membuat ia memutuskan untuk menaruh jasad sang istri di sisinya. Sebelumnya sang istri sempat dimakamkan secara wajar, namun karena khawatir sang istri akan kedinginan dan kehujanan, ia membawa jasad istrinya kembali ke rumah dan tidur dalam satu rumah.

Awalnya tetangga enggan berkunjung ke rumahnya, namun seiring berjalannya waktu mereka pun terbiasa. Desember 2009, jasad istrinya harus kembali dikuburkan, sesuai hukum sanitasi setempat, di mana jenazah harus dikuburkan atau dikremasi.

5. Victor Ardisson

Victor Ardisson merupakan seorang penggali dan perawat makan yang berasal dari sebuah kota kecil bernama Muy yang ada di sebuah wilayah bernama Provence, Perancis. Dikenal dengan julukan ”Vampire dari Muy”. Nama Victor terkenal karena dia ditangkap akibat nekrofilianya. Dalam pengakuanya selama bertahun–tahun bekerja di pemakaman setidaknya Ia telah berhubungan sex lebih dari 100 mayat.

Victor mengaku Ia sering menggali makam dan membawa mayatnya kerumah untuk dijadikan obyek pemuas nafsu. Victor juga menyimpan mayat seorang gadis yang berusia 13 tahun yang dianggap sebagai istrinya. Victor juga mengatakan dalam pengakuannya bahwa ia selalu berbicara kepada mayat-mayat yang telah ia setubuhi dan mereka para mayat juga selalu mengajak si victor untuk berbicara. Dalam kasus ini Victor termasuk ke dalam jenis nekrofilia sedang atau Regular necrophilia.

Gimana guys, seram apa menjijikan nih? Berhubungan dengan mayat? Duh ngeliat mayat aja udah takut apa lagi sampai melakukan hubungan seksual ya, namanya juga kelainan. Dikatakan sebagai kelainan yang ekstrem, Necrophilia sebaiknya segera ditangani. Untuk itu demikianlah penjelasan diatas, semoga ulasan tersebut memberi manfaat bagi pembaca.