Apa Itu Rematik Jantung? Yuk, Simak Ulasannya Disini

Bukan manusia jika tidak dihadapkan dengan beberapa penyakit, bahkan hewan dan mahkluk lainnya juga mengalami hal yang sama. Namun penyakit antara mahkluk itu berbeda-beda hanya saja ia “sama”, sama-sama lemah. Bicarain mengenai penyakit, adakah yang tahu gejala apa yang paling sering dialami oleh manusia? Pusing, sakit perut, demam atau bahkan rematik. Yah penyakit semacam itu pastinya sering dialami oleh manusia. Namun tahukah kamu apa yang dimaksud dengan “rematik”?

Rematik adalah istilah umum untuk kondisi yang menyebabkan rasa sakit kronis dan sering intermiten yang mempengaruhi sendi ataupun jaringan ikat, rasa sakit yang timbul akibat otot atau persendian akan mengalami peradangan dan pembekaan. Sumber yang berkaitan dengan rematik cenderung berfokus pada arthritis, tetapi rematik juga dapat merujuk pada kondisi lain yang menyebabkan rasa sakit kronis, dikelompokkan sebagai “rematik non-artikular“, yang juga dikenal sebagai “sindrom nyeri regional” atau “rematik jaringan lunak “.

Rematik terdiri atas berbagai jenis dan bisa menjangkiti persendian mana pun pada tubuh. Namun pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai penyakit jantung yang dalam bahasa medis Rheumatic Heart Disease (RHD). Ini adalah suatu rematik jantung yang perlu kamu ketahui. Untuk itu kita simak artikel dibawah ini.

Mengenal Rematik Jantung

Rematik jantung adalah salah satu dari berbagai macam penyakit jantung yang ada. Penyakit rematik jantung (PJR). Ini adalah kondisi dimana terjadi kerusakan permanen dari katup-katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral (stenosis katup mitral) yang disebabkan oleh demam rematik. Penyakit ini menyerang orang berusia antara 5-15 tahun, hal ini lebih dikarenakan Bakteri Streptococcus sering berada di lingkungan yang tidak bersih, seperti tempat bermain anak di luar ruangan.

Bakteri Streptococcus menyerang wanita maupun pria, namun anak-anak perempuan akan cenderung memiliki gejala lebih parah. Nah ini yang perlu untuk kamu ketahui bahwa seseorang yang mengalami demam rematik apabila tidak ditangani secara cepat, maka sangat mungkin sekali mengalami serangan penyakit jantung rematik. Infeksi oleh kuman Streptococcus Beta Hemolyticus group A yang menyebabkan seseorang mengalami demam rematik dimana diawali terjadinya peradangan pada saluran tenggorokan.

Dan pengobatannya yang kurang terarah menyebabkan racun/toksin dari kuman ini menyebar melalui sirkulasi darah dan mengakibatkan peradangan katup jantung. Akibatnya daun-daun katup mengalami perlengketan sehingga menyempit, atau menebal dan mengkerut sehingga kalau menutup tidak sempurna lagi dan terjadi kebocoran.

Gejala Penyakit Rematik Jantung (PJR)

Serangan demam rematik yang tidak kunjung sembuh kemudian akan menyebabkan terjadinya jantung rematik. Terjadinya jantung rematik ini akan diawali oleh gejala dan tanda seperti penderita mudah sesak nafas, mudah mengalami nyeri, cepat lelah, sakit perut, dan muncul benjolan kecil di kulit. Gejala jantung rematik ini akan mulai tampak dari minggu pertama sampai minggu keenam setelah bakteri masuk ke kerongkongan.

Untuk itu sangat bijak agar segera memeriksakan diri saat gejala-gejala demam rematik itu mulai terasa. Gejala untuk penyakit jantung rematik merupakan hal yang paling penting untuk kamu ketahui. Dengan mengetahui gejala dari penyakit yang satu ini maka kamu pun akan dengan mudah melakukan beberapa pertolongan pertama yang pastinya akan membuat hal-hal yang buruk tidak terjadi.

Untuk memastikan terjadinya penyakit jantung rematik, pihak medis akan memeriksa kondisi fisik pasien, gejala-gejala pada fisik pasien, serta hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan kadang juga akan menggunakan Echocardiografi yang berfungsi melihat kondisi otot dan katup jantung.

Gejala dari penyakit jantung rematik, meliputi:

  • Sesak napas, karena adanya gangguan pada organ jantung.
  • Nyeri sendi yang berpindah-pindah.
  • Adanya bercak-bercak berwarna kemerahan pada bagian kulit.
  • Korea atau gerakan tangan yang tidak beraturan serta tidak terkendali.
  • Adanya benjolan-benjolan kecil pada bagian bawah kulit.
  • Rasa nyeri pada bagian perut.
  • Berat badan berkurang.
  • Demam tinggi.
  • Rasa cepat lelah.

Seseorang yang sudah pernah mengalami penyakit demam rematik lebih rentan terhadap serangan yang terjadi secara berulang-ulang serta rentan terhadap kerusakan jantung. Maka dari itu, seseorang yang sudah pernah mengalami demam rematik diharuskan untuk tetap minum antibiotic baik setiap hari maupun setiap bulan.

Faktor Penyebab Rematik Jantung

Nah, jika kamu sering mengalami gejala seperti yang ada diatas, ada baiknya jika kamu melakukan pemeriksaan diri ke dokter kesehatan supaya tidak semakin memburuk. Namun, orang menderita penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor, yakni,

  • Faktor Keturunan

Adanya antigen limfosit manusia atau HLA yang terallu tinggi. Nilai HLA pada seseorang yang mengidap demam rematik menunjukkan adanya hubungan pada alloantigen sel B spesifik yang dikenal sebagai antibody monoclonan dengan status reumatikus.

  • Faktor usia

Ini nih yang sering menjadi pertanyaan banyak orang, mengapa begitu? Karena kebanyakan penyakit ini kebanyakan menyerang anak-anak pada usia 6- 15 tahun. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak berusia 5 sampai 15 tahun penyakit ini paling sering terjadi pada anak yang berusia 8 tahun. Sedangkan penyakit ini tidak ditemukan pada anak berusia 3 sampai 5 tahun dan jarang sekali terjadi pada anak-anak yang berusia 3 maupun 20 tahun keatas.

  • Ras dan Etnik

Mungkin disini kamu akan sedikit bingung, mengapa penyakit ini harus ditujukan pada ras dan etnik? Di Amerika Utara menunjukkan bahwa serangan penyakit demam rematik pertama maupun yang terjadi berulang-ulang lebih sering terjadi pada anak-anak kulit hitam. Namun data seperti ini perlu dikaji lebih dalam lagi, karena kemungkinan masih ada faktor lain, misalnya faktor lingkungan (kurang bersih/kotor) yang berbeda.

  • Jenis Kelamin

Mungkin penyakit ini bisa saja terjadi pada semua jenis kelamin, bahkan kerap terjadi pada orang dewasa ataupun remaja. Namun ada yang perlu untuk kamu ketahui seperti halnya yang dijelaksan pada sebagian data penyakit demam rematik sering terjadi pada anak perempuan. Namun data secara keseluruhan tidak menunjukkan adanya perbedaan jenis kelamin.

  • Rekasi Autoimun Tubuh

Dari berbagai sebuah penelitian ditemukan adanya kesamaan antara polisakarida bagian dinding sel streptococcus beta hemolitikus grup A dengan glikoprotein dalam katup jantung. Kemungkinan hal inilah yang mendukung terjadinya miokarditis serta valvulitis pada demam rematik.

Penyakit ini termasuk berbahaya karena menyebabkan efek jangka panjang pada kulit, jantung, otak dan persendian. Demam rematik dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung (penyakit jantung rematik), sehingga meningkatkan resiko gagal jantung, stroke dan bahkan kematian. Namun adakah pengobatan untuk penyakit ini?

Pengobatannya

Untuk mengobati sakit jantung rematik, pihak medis biasanya akan memberikan obat antibiotik dan anti radang untuk membersihkan kuman Streptococcus. Obat antibiotik yang diberikan biasanya adalah Benzathine, Erythromycin, atau Cephalosporin. Sedangkan obat anti radang adalah Cortisone dan Aspirin.

Sementara, untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi, biasanya pasien akan diberi diet gizi tinggi. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyebaran virus yang potensial menyebabkan trombo-emboli atau gagal jantung. Ini merupakan cara kedua pengobatan penyakit jantung rematik. Cara lain untuk mengobati sakit jantung rematik adalah dengan menggunakan pengobatan alternatif. Penggunaan obat herbal untuk mengatasi jantung rematik biasanya paling sering digunakan karena tingkat keberhasilannya yang tinggi.

Bagaimanapun mencegah jantung rematik jauh lebih baik daripada mengobatinya. Cara pencegahan paling efisien adalah dengan rajin membersihkan tempat tinggal. Karena bakteri Streptococcus, pembawa penyakit demam rematik yang memicu terjadinya jantung rematik, biasanya berkembang di lingkungan yang tidak bersih. Berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat juga harus dilakukan untuk menjaga tingkat kekebalan tubuh.

Menghindari rokok dan memakai masker di udara berdebu sangat baik untuk dilakukan. Berhati-hati juga saat terjadi perubahan cuaca ekstrem. Sebab di waktu tersebut biasanya bakteri Streptococcus sering menginfeksi. Kalau kondisi jantung rematik semakin memburuk, pilihan terakhir adalah operasi. Metode pengobatan jantung rematik ini mau tidak mau harus dilakukan agar jiwa pasien bisa diselamatkan, walaupun biayanya tidak murah.

Kesimpulannya

Kamu cukup memperhatikan tubuh selalu sehat dan menghindarkan anak dari penyakit yang sangat mengerikan ini, ada baiknya jika kamu juga melakukan beberapa pencegahan. Penyakit jantung rematik yang juga diawali dengan adanya demam rematik maka lebih baik jika kamu juga harus menghindari demam rematik agar tidak terjangkit jantung rematik. Sebab, apabila sudah terkena demam rematik maka anak pun akan makin mudah terkena jantung rematik. Untuk menghindari demam rematik bisa dihindari dengan melakukan strep throat atau pengobatan antibiotic.

Gimana? Sudah pahamkan kamu mengenai rematik jantung ini? Terlihat sepele namun penyakit ini dikatakan berbahaya, untuk itu ada baiknya jika kalian semua menjaga kebersihan lingkungan dan pastinya memperhatikan kesehatan tubuh anak-anak. Karena seperti yang dijelaksan bahwa penyakit ini kebanyakan menyerang anak-anak diusianya 5-15 tahun. Bahkan kebanyakan anak-anak yang diserang adalah mereka yang berjenis kelaminkan perempuan.