Badan Terasa Lumpuh Saat Bangun Tidur? Mungkin Kamu Mengalami “Sleep Paralysis”

Kamu membuka mata. Baru saja kamu tidur selama beberapa jam. Kamu bisa merasakan pikiranmu melayang-layang antara sadar dan tidak. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaranmu, kamu mencoba untuk bangun. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Tubuhmu tidak bisa bergerak, nafasmu sesak, seakan-akan ada makhluk tidak terlihat yang menginjak dadamu. Kamu membuka mulutmu dan hendak berteriak, tidak ada suara yang keluar. Seseorang sedang mencekik leherku, pikirmu. Ada sesuatu yang tidak kamu pahami dan membuat kamu terus berusaha berteriak.

Nah pernahkah kamu merasakan hal semacam ini? Jika iya, kamu sedang mengalami ketindihan, atau yang dalam bahasa medisnya disebut kelumpuhan tidur alias sleep paralysis. Sampai saat ini, masih banyak mitos yang berkembang di masyarakat tentang ketindihan saat tidur. Salah satu mitos yang terkenal adalah bahwa ketindihan disebabkan oleh gangguan jin atau makhluk halus yang gentayangan. Tapi tahukah kamu kalau ternyata fenomena ini adalah kejadian unik yang diakui resmi di bidang kedokteran? Untuk itu yuk, kita simak ulasan mengenai kejadian unik ini.

Pengertian Sleep Paralysis

Sleep paralysis atau yang lebih dikenal masyarakat indonesia dengan istilah Tindihan adalah keadaan ketidakmampuan bergerak ketika sedang tidur ataupun ketika bangun tidur. Seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur biasanya akan mengalami masalah untuk menggerakkan anggota badan, tidak bisa mengeluarkan suara dan sebagainya. Kelumpuhan tidur biasanya juga disertai dengan halusinasi seram atau mimpi buruk.

Nah, ternyata kamu wajib tahu nih bahwasannya hal ini umum terjadi dan tidak terkait penyakit kejiwaan tertentu. Fenomena ketindihan ini tidak berbahaya dan akan berakhir setelah beberapa detik ataupun menit. Setiap orang pun akan mengalami fenomena kelumpuhan setidaknya satu atau beberapa kali dalam hidupnya. Fenomena ini juga dapat terjadi pada siapapun, tua muda, wanita maupun pria. Namun ini lebih sering terjadi pada remaja hingga dewasa muda.

Semenatara menurut, The American Sleep Disorder Association (1990) mendefinisikan bahwa sleep paralysis adalah ketidakmampuan tubuh mengendalikan otot volunteer selama sleep onset (gypnagogic) atau selama terbangun di antara waktu malam dan pagi (hypnopompic). Nah kamu dapat menyimpulkan ini secara Ilmiah dan hal ini merupakan gangguan tidur. Ketika tertidur dalam tahap terdalam, yaitu REM (rapid eye movement), tubuh secara otomatis men-shut down seluruh otot, kecuali otot mata. Tubuh kita sudah siap bermimpi.

Nah, kondisi sleep paralysis terjadi ketika tubuh sudah mencapai tahap REM, namun pikiran masih dalam keadaan tersadar, sehingga kita tidak mampu menggerakan anggota tubuh kecuali bola mata. Karena kita berada dalam tahap yang seharusnya bermimpi, kita dapat mengimajinasikan hal-hal buruk. Ketika akhirnya terbangun, kita akan merasa capek, deg-degan atau terengah-engah.

Lalu, dalam kondisi apakah Sleep Paralysis biasa muncul?

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kondisi tertentu dimana kemungkinan mengalami Sleep Paralysis akan menjadi lebih tinggi bagi seseorang. Mereka yang mengalaminya, biasanya adalah ketika yang bersangkutan tidur telentang. Lalu, fenomena ini lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang berlebihan atau mereka yang jadwal tidur normalnya terganggu. Dan luar biasanya, mereka yang biasa minum obat penenang akan menjadi lebih sering mengalaminya (Ironis bukan?).

Apa Yang Terjadi Pada Otak Saat Kita Tidur?

Manusia menghabiskan sekitar sepertiga umurnya untuk tidur. Tidur bukan hanya sekedar istirahat, tapi jauh dari itu ada proses perbaikan pada seluruh organ tubuh. Apa saja yang terjadi pada tubuh saat tidur? Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik, tetapi juga mental dan performa otak. Kekurangan tidur bahkan dapat menyebabkan kehilangan memori, halusinasi, hingga kejang-kejang. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience adalah salah satu yang membuktikan hal ini.

Para peneliti menemukan bahwa tanpa tidur yang cukup, otak akan memakan dirinya sendiri. Tidur bisa dibagi dalam dua tahap besar, non-rapid eye movement (NREM) dan rapid eye movement (REM). Fase NREM menghabiskan waktu 75 hingga 80 persen waktu tidur yang ditandai dengan pola elektrikal di otak yang tinggi pada gelombang delta. Ini adalah waktu tidur paling dalam.

Tanpa NREM, kemampuan kita untuk membentuk kejelasan atas suatu hal, seperti belajar menghubungkan dua kata, akan jadi sangat sulit dilakukan. Ini adalah fase tidur yang bermanfaat untuk mengirimkan memori jangka pendek ke penyimpanan memori jangka panjang. Tidur dalam juga merupakan waktu yang baik untuk melepaskan hormon pertumbuhan dalam tubuh, yang penting untuk sel reproduksi dan perbaikan sel tubuh yang rusak. Sementara tujuan dari tidur REM memang belum jelas benar, efek dari kurangnya tidur REM tidak terlalu sebesar kekurangan tidur NREM.

Dan selama dua minggu pertama manusia melaporkan hanya sedikit risiko sakit akibat kurangnya kuantitas tidur REM. Tidur REM adalah masa ketika saat tidur kita mengalami mimpi yang seolah sangat nyata. Meski sebenarnya orang bisa bermimpi baik pada fase NREM dan REM. Nah, kejadian sleep paralysis ini terjadi karena adanya lomapatan dalam tahapan tidur. Yaitu dari tahapan sadar (mengantuk) ke tahap tidur paling ringan, lalu dari tahapan ini langsung lompat ke tahapan Mimpi (REM). Dalam tahapan ini, tidur akan mudah terbangun, tapi baru kesadarannya saja (otak). Sebab tahapan tidur paling dalam tidak terjadi.

Dan ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM atau tahap mimpi, disinilah sleep paralysis terjadi. Dalam kondisi ini kita merasa sudah sangat sadar, namun tubuh masih tidak bisa bergerak, ditambah lagi kondisi tidur masih berada ditahap mimpi (REM), sehingga terjadi halusinasi (sebetulnya ini mimpi). Akhirnya terjadilah perasaan sudah bangun ditambah melihat sesuatu yang menyeramkan dan tubuh tidak bisa digerakan. Adapun penyebab yang bakalan buat kamu mengalami hal semcam ini, dapat kamu lihat dibawah ini.

Penyebab Sleep Paralysis

Seperti yang kamu tahu, bahwa ketidihan ataupun Sleep paralysis ini benar-benar diakui didunia medis. Hal semacam ini pastinya sangat mengganggu kamu bukan? Pasalnya seperti yang diketahui juga bahwa ada mitos yang mengatakan bahwa hal ini terjadi dikarenakan ada sosok mahkluk gaib yang sedang menimpa tubuh kita, namun ada baiknya juga untuk mengetahui mengapa hal ini terjadi pada tubuh, apa karena kekurangan vitamin? Atau bahkan karena ada nya gangguan fisik. Untuk itu yu, kita lihat saja penyebab dari masalah ini.

  • Terlalu lelah.

Ternyata sleep paralysis terjadi karena kamu memiliki aktifitas yang padat sehingga membuat tubuh kamu menjadi lemah. Saat kamu dalam kondisi ini, gelombang saraf tidak akan mengikuti tahapan tidur secara berurutan. Pada hakikatnya, saat tidur kita mengalami empat kondisi yaitu setengah sadar, mulai terlelap, akan terlelap dan REM. Nah, tidur yang normal kita harus mengikuti fase tersebut secara berurutan. Lebih lengkap mengenai pembahasan mengapa bisa terjadi sleep paralysis.

  • Begadang

Ini nih hal yang juga menjadi salah satu penyebab terjadinya sleep paralysis. Oleh sebab itu, hindari tidur larut malam. Biasakan tidur tidak kurang dari 7 jam. Hindari mengonsumsi kafein seperti kopi yang membuat kamu terjaga pada malam hari. Agar waktu tidur tak terganggu dan kamu terhindar dari yang namanya “sleep paralysis”.

  • Stres

Ketika mau tidur, lepaskan semua kegalauan, kegundahan dan kepenatan. Kondisi mental yang sedang stres dan banyak pikiran bisa jadi faktor yang kuat juga. Stres juga menjadi salah satu faktor terjadinya sleep paralysis. Oleh sebab itu, hindari pemicu stres dan rilekskan pikiran kamu ketika hendak ingin tidur.

  • Kurang Tidur

Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM). Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM). Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak.

  • Obat-obatan

Penyalahgunaan zat kimia seperti minum-minuman beralkohol dan mengonsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi pola tidur seperti obat penenang dan deuritic dapat membuat kita terserang sleep paralysis juga. Kejadian pada saat tidur seperti kram pada kaki dan serangan tidur (narkolepsi) dapat pula mengganggu tidur saat tahap REM.

Namun adakah cara yang dapat dilakukan ketika sleep paralysis terjadi? Karena seperti yang kalian tahu bahwa ketika keadaan ini terjadi seluru tubuh merasa lumpuh hanya saja bola mata yang dapat berkedip. Nah, untuk itu kamu dapat melakukan hal dibawah ini, ketika kamu menglami hal semacam ketindidhan ini.

Hal Yang Dilakukan Ketika Sleep Paralysis Terjadi

  1. Cobalah menggerakan anggota tubuh yang memungkinkan untuk digerakan seperti jari-jari atau lidah. Gerakan secara terus-menerus, hal ini dilakukan untuk memaksa tubuh agar segera bangun dari tidur sepenuhnya.
  2. Cobalah untuk menarik nafas yang panjang dan dalam agar terlepas dari kelumpuhan tidur tersebut.
  3. Ketika sleep paralysis terjadi biasanya mata tetap dapat terbuka dan melihat sekitar. Oleh karena itu, fokuslah dalam menggerakkan mata kamu.
  4. Usahakan untuk tidak panik. Cobalah untuk merilekskan tubuh kamu dan tetap tenang.

Namun, jika sleep paralysis terjadi dikarenakan gangguan tidur seperti narcolepsy atau kamu mengalami setidaknya sekali dalam seminggu dalam kurun waktu lebih dari enam bulan, sangat disarankan ada baiknya untuk segera berkonsultasi ke puhak yang lebih mengetahuinya (dokter).

Gimana? Sudah jelaskan bahwa ketika kamu berada ditahap dimana tubuh tak dapat digerakan pada saat kamu terbangun dari tidur. Cobalah untuk tenang dan tarik nafas dalam-dalam agar kamu tidak kelelahan disaat kamu ingin menggerakan bagian tubuh. Dan ingat ada baiknya juga memperhatikan pola tidur yang baik dan jangan terlalu lelah dalam beraktifitas.