Badan Usaha, Pengertian Dan Fungsi Serta Jenisnya

Suatu kegiatan usaha yang berdiri dengan status perusahaan dagang atau usaha dagang (toko) yang telah berkembang secara kualitas dan kuantitas usaha apakah wajib untuk mengubah status usahanya? Bagaimana hubungan hukumnya dengan tenaga kerja yang dipekerjakan di tempat usahanya tersebut manakala hubungan antara pengusaha dan pekerja tidak dilandasi dengan perjanjian.

Wajib atau tidakkah perusahaan/usaha dagang tersebut untuk membentuk peraturan perusahaan, serta hak-hak pekerja, sebagaimana menurut UU. tentang Ketenagakerjaan. Saat membuka sebuah bisnis, Anda wajib menentukan jenis badan usaha yang akan didirikan; apakah CV, korporasi, firma atau bahkan perseroan terbatas. Nah, kenapa kita harus melakukan hal ini?

Penentuan badan usaha sudah menjadi aturan dari pemerintah dalam hal administrasi negara. Hal ini akan memudahkan pemerintah untuk menentukan nilai pajak dan juga membantu legalitas perijinan pembangunan usaha. Selain itu, hal ini juga bertujuan agar bisnis Anda kelak tidak menimbulkan masalah. Untuk mengetahui lebih lanjut, ada baiknya kita simak secara bersama penjelasan dibawah ini.

Apa Itu Badan Usaha?

Badan usaha adalah suatu kesatuan organisasi dan ekonomis yang mempunyai tujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan dan memberikan layanan pada masyarakat. Atau definisi lain dari badan usaha yaitu merupakan kesatuan yuridis, teknis dan ekonomis yang mempunyai tujuan untuk mencari laba atau keuntungan.

Orang-orang yang belum memahami apa itu badan usaha, pastinya mereka akan beranggapan bahwa badan usaha itu sama dengan perusahaan, meskipun pada kenyataannya sangat berbeda sekali. Perbedaan utama badan usaha dengan perusahaan terletak pada, jika badan usaha merupakan sebuah lembaga, sedangkan perusahaan adalah tempat dimana badan usaha tersebut mengelola berbagai macam faktor produksi.

Adapun beberapa hal yang diperlukan untuk mendirikan suatu badan usaha, yang diantaranya sebagai berikut:

  • Produk dan jasa yang nantinya akan dijual atau diperdagangkan.
  • Cara pemasaran produk atau jasa yang akan diperdagangkan.
  • Penentuan mengenai harga pokok dan harga jual pada produk ataupun jasa.
  • Kebutuhan akan tenaga kerja.
  • Organisasi Internal.
  • Pembelanjaan, dan jenis dari badan usaha yang akan dipilih.

Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Atas Jenis Badan Usaha

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan atas jenis dari badan usaha, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tipe dari usahanya, contohnya: perdagangan, perkebunan, industri dan lain sebagainya.
  • Luas jangkauan pemasaran yang akan dicapai.
  • Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha.
  • Sistem pengawasan yang dikehendaki.
  • Tinggi rendahnya resiko yang akan dihadapi nantinya.
  • Jangka waktu izin operasional yang diberikan oleh pemerintah.
  • Keuntungan yang direncanakan.

Nah, adapun beberapa pengertian badan usaha menurut para ahli:

1. Dominick Salvatore

Pengertian badan usaha menurut Dominick Salvatore adalah suatu organisasi yang mengombinasikan dan mengordinasikan berbagai sumber daya untuk tujuan memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa untuk dijual.

2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian badan usaha menurut KBBI adalah sekumpulan orang dan modal yang mempunyai aktivitas yang bergerak di bidang perdagangan atau dunia usaha/perusahaan.

3. Undang-Undang Ketentuan Umum Pajak Indonesia

Pengertian badan usaha menurut Undang-Undang Ketentuan Umum Pajak Indonesia adalah sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Milik Daerah, firma, kongsi, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk badan usaha tetap.

Jenis-Jenis Badan Usaha

Ada banyak jenis badan usaha yang sering kita temui, seperti PT, CV, atau Perum. Namun tidak sedikit dari kita yang masih belum mengerti dengan definisi masing-masing jenis usaha tersebut. Memahami jenis-jenis badan usaha akan membantu anda dalam menentukan dimana sebaiknya posisi usaha anda. Berikut adalah jenis-jenis usaha yang harus anda ketahui:

1. BUMN (Badan Usaha Miliki Negara)

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan badan usaha yang semua modal maupun sebagian modalnya dipunyai oleh pemerintah dan pegawai yang bekerja pada BUMN pegawai negeri saat sekarang ini BUMN terbagi menjadi 3 macam, diantaranya:

  1. Perjan: Perjan yaitu bentuk BUMN yang semua modalnya dimiliki oleh pemerintah. Badan usaha ini berorientasi pada pelayanan masyarakat. Karena selalu mengalami kerugian sekarang ini sudah tidak ada lagi perusahaan BUMN yang memakai model Perjan, sebab besarnya biaya yang digunakan untuk memelihara perjan tersebut. Contoh Perjan misalnya seperti: PJKA yang sekarang sudah berganti menjadi PT. KAI (PT Kereta Api Indonesia).
  2. Perum, merupakan perum yang telah diubah. Sama halnya dengan perjan, perum dikelola penuh oleh pemerintah dan pegawainya berstatus sebagai pegawai negeri. Akan tetapi perusahaan ini masih mengalami kerugian meskipun status perjan sudah diubah menjadi perum. Sehingga pemerintah mau ngak mau harus menjual sebagian sahamnya kepada publik dan statusnya berubah menjadi Persero.
  3. Persero: Persero merupakan badan usaha yang dikelola langsung oleh pemerintah atau negara. Sangat berbeda dengan perjan ataupun Perum. Tujuan Persero yaitu untuk mencari keuntungan dan juga untuk memberikan pelayanan pada masyarakat, sehingga Persero tidak lagi mengalami kerugian.

2. BUMS (Badan Usaha Miliki Swasta)

Berkebalikan dengan BUMN, BUMS atau badan usaha miliki swasta merupakan badan usaha yang modalnya dimiliki dan dipegang oleh pihak swasta bisa dalam negeri dan luar negeri serta tujuan utamanya mencari laba sebanyak-banyaknya. Contohnya : PT Coca – Cola, PT Indofood, PT Wingswood.

  1. Firma yaitu suatu Badan Usaha yang didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih, yang dimana setiap anggotanya mempunyai tanggung jawab penuh terhadap perusahaan. Untuk mendirikan firma dilakukan dengan cara membuat akta perjanjian dihadapan Notaris. Yang dimana perjanjian itu memuat nama dari pendiri Firma, cara membagi-bagi keuntungan yang diperoleh, serta waktu dimulai maupun diakhirinya perjanjian tersebut.
  2. Perseroan terbatas (PT) adalah badan usaha yang modalnya diperoleh berasal dari hasil penjualan saham. Setiap pemegang surat saham mempunyai hak atas perusahaan dan tiap tiap pemegang surat saham berhak atas keuntungan (dividen).
  3. CV (Commanditaire vennotschap) atau persekutan Komanditer. CV adalah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang sekutu maupun lebih, sebagian merupakan sekutu yang aktif dan sebagiannya lagi sekutu pasif. Sekutu aktif adalah mereka yang memasukkan modal dan juga menjalankan usahanya, sedangkan sekutu pasif adalah orang yang memasukkan modal kedalam usaha tersebut. Sekutu aktif memilki tanggung jawab penuh atas modal yang diberikan.

3. Koperasi

Menurut UU No. 25 tahun 1992, koperasi adalah bentuk badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi raktyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.

Tujuan utama pembentukan koperasi adalah untuk mewujudkan penduduk yang adil, makmur, sejahtera dan berdiri sendiri atas basic pancasila dan UUD 1945. Landasan koperasi Indonesia yakni Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 1945 sebagai landasan hukum. Ciri-ciri koperasi:

  • Lebih mementingkan keanggotaan dan bersifat kebersamaan.
  • Angota-anggotanya bebas keluar masuk.
  • Koperasi didirikan secara tertulis dengan akte pendirian dan notaries.
  • Tanggung jawab kelancaran usaha koperasi berada ditangan pengurus.
  • Kekuasan tertinggi didalam rapat anggota.

Dalam melaksanakan tugas–tugasnya koperasi memiliki prinsip dasar kerja yang berbunyi “Dari Anggota, Untuk Angota dan Oleh Anggota”. Dari prinsip kerja tersebut memangla terungkap bahwa semata-mata untuk kepentingan bersama para anggota-anggotanya dan tidak menyangkupan kebutuhan pihak lain ataupun pihak lain. Bentuk koperasi ini dapat digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu :

  • Koperasi Konsumsi.
  • Koperasi Kredit.
  • Koperasi Produksi.
  • Koperasi Jasa.
  • Koperasi Serba Usaha.

Fungsi Badan Usaha

Fungsi badan usaha mengandung arti peranan badan usaha dalam melakukan kegiatan agar dapat memberikan suatu manfaat, baik manfaat bagi badan usaha yang bersangkutan atau dalam rangka mencari keuntungan, maupun bermanfaat bagi orang lain atau masyarakat dalam rangka mengonsumsi barang sehingga tercapai kepuasan. Badan usaha mempunyai fungsi antara lain fungsi komersial, fungsi sosial dan fungsi pembangunan ekonomi:

1. Fungsi Komersial

Salah satu tujuan badan usaha adalah untuk memperoleh keuntungan. Untuk memperoleh keuntungan, badan usaha harus mengelola sumber daya produksi yang tersedia secara efisiensi dan efektif sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen. Untuk memperoleh keuntungan secara optimal, setiap badan usaha harus bisa menghasilkan produk yang bermutu dan harga bersaing ataupun memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan. Fungsi komersial dapat mencapai sasaran yang ditetapkan dengan menerapkan fungsi manajemen dan fungsi operasional.

  • Fungsi Operasional: Fungsi operasional merupakan fungsi yang memungkinkan badan usaha bisa menjalankan kegiatannya dengan baik untuk mencapai tujuan. Fungsi ini mencakup fungsi pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, serta administrasi/akuntansi.
  • Fungsi Manajerial: Fungsi manajerial merupakan fungsi badan usaha yang mengemukakan bagaimana suatu badan usaha dikelola secara efisien agar dapat memberikan keuntungan yang maksimal. Fungsi ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Kedua fungsi tersebut bersifat internal, yang berarti sampai sejauh mana sebuah badan usaha tersebut mampu menjaga kelangsungan usahanya sehingga tetap berfungsi bagi badan usaha yang bersangkutan.

2. Fungsi Sosial

Fungsi sosial badan usaha berhubungan dengan manfaat badan usaha secara langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Misalnya, dalam penggunaan tenaga kerja, hendaknya badan usaha lebih memprioritaskan tenaga kerja yang berasal dari lingkungan disekitar badan usaha. Fungsi sosial menyampaikan sampai sejauh mana suatu badan usaha mampu memberikan peran secara nyata bagi lingkungan di luar badan usaha yang bersangkutan.

Fungsi sosial lainnya adalah menyangkut proses alih teknologi dan ilmu pengetahuan para pekerja. Setiap badan usaha hendaknya membekali para pegawai dengan pengetahuan dan keterampilan teknis sesuai bidang kerjanya, baik pada saat bekerja di badan usaha tersebut maupun setelah keluar. Jadi, badan usaha tidak hanya memanfaatkan tenaga dan pikiran pegawainya untuk kemajuan badan usaha semata, tapi juga memperhatikan kualitas dan masa depannya.

Operasionalisasi badan usaha, khususnya perusahaan, terkadang menghasilkan dampak negatif seperti polusi dan kerusakan lingkungan. Untuk itu, badan usaha harus bisa mencegah atau menekan seminimal mungkin terjadinya dampak negatif tersebut. Pengelolaan limbah dan penataan lingkungan yang baik akan berpengaruh pada kenyamanan hidup masyarakat sekitar.

3. Fungsi Pembangungan Ekonomi

Badan usaha merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional. Banyak peran yang dapat dilakukan badan usaha untuk mebantu pemerintah, antara lain dalam peningkatan ekspor dan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan pendapatan masyarakat. Di lain pihak, pemerintah dapat memungut pajak dari badan usaha tersebut.

Selain badan usaha miliki negara, juga ada yang dimaksud dengan badan usaha swasta asing. Badan Usaha Swasta Asing adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak luar negeri. Faktor munculnya badan usaha milik swasta asing ini diantaranya yaitu faktor ketersediaan sumber daya alam (bahan baku), potensi pasar yang besar, upah tenaga kerja yang cenderung lebih murah.

Badan swasta asing ini bisa memberikan manfaat bagi negara karena memasok modal dan menerapkan teknologi maju yang penting untuk pertumbuhan ekonomi. Namun di sisi lain, ini dapat menimbulkan ketergantungan dengan badan usaha swasta milik asing karena justru mengurangi kemandirian ekonomi. Nah, sudah pahamkan dengan penjelasan diatas? Maka dari itu sekianlah artikel pada hari ini dan sampai jumpa diartikel selanjutnya..