Benarkah Penyebaran Nikotin Dari Paru-Paru Ke Otak Hanya 7 Detik?

Sudah bukan rahasia umum jika merokok itu dapat membawa penyakit. Siapapun orangnya kalau dia merokok pasti akan mudah terkena penyakit, terutama penyakit yang berhubungan dengan paru-paru. Bahkan, perokok pasif pun juga dapat terkena dampak buruk dari rokok tersebut. Nikotin menjadi salah satu kata yang paling akrab dengan rokok. Setiap batang rokok mengandung beberapa unsur seperti nikotin, tar dan karbon monoksida.

Selain ketiga kandungan zat terbesar ini masih ada 33 macam zat kimia yang ada di dalam rokok maupun sisa hasil pembakaran berupa asap rokok. Nikotin menjadi salah satu zat yang bisa membahayakan nyawa perokok dan orang yang menghirup asap rokok. Nikotin adalah zat yang terkandung di dalam daun tembakau. Setiap kali seseorang menghirup bahan bahan yang mengandung nikotin maka zat ini akan masuk ke dalam tubuh dan bersemayan pada otak.

Setiap satu batang rokok mengandung sedikitnya 10 miligram nikotin. Nikotin inilah yang akan membuat seseorang kecanduan merokok. Lalu, benarkah bahwa perjalanan nikotin dari paru-paru ke otak itu hanya tujuh detik?

Penyebaran Nikotin Dari Paru-Paru Ke Otak

Ternyata waktu yang dibutuhkan oleh nikotin untuk menyebar dari paru-paru ke otak hanya selama 7 detik saja. Salah satu obat yang paling banyak disalahgunakan penggunaannya adalah nikotin, yaitu bisa berasal dari merokok atau mengunyah tembakau. Selain itu nikotin juga termasuk salah satu zat yang paling adiktif dibandingkan dengan obat-obatan lain. Hanya dalam waktu 7 detik, nikotin ini akan sampai ke otak dan merubah kerja otak. Proses ini berlangsung cepat karena nikotin bentuknya mirip dengan acetylcholine yang normal terdapat di dalam otak.

Nikotin selanjutnya akan meningkatkan denyut jantung dan frekuensi pernafasan. Nikotin juga akan meningkatkan kadar gula darah. Hal ini menyebabkan seorang perokok akan merasa lebih segar setelah merokok. Nikotin yang terdapat di dalam sel saraf otak juga akan merangsang pengeluaran dopamin. Zat ini merupakan zat yang dapat meningkatkan rasa puas, nyaman dan kesenangan. Pada orang normal, efek dopamin biasanya dicetuskan oleh makanan, rasa nyaman dan kasih sayang dengan orang yang dicintai. Itulah sebabnya mengapa perokok merasakan kenikmatan pada saat menghisap rokok.

Ketika seseorang merokok, maka nikotin akan masuk dan mulai menumpuk di dalam tubuh. Lama kelamaan seseorang akan terbiasa dengan nikotin dan jika ia tidak mendapatkan jumlah yang sama maka tubuh akan meminta lebih. Dan biasanya jumlah nikotin yang masuk akan semakin besar atau meningkat. Pengguna nikotin bisa dengan cepat menjadi ketergantungan, karena hanya dibutuhkan sedikit rokok untuk bisa membuat seseorang memiliki kecanduan. Jika seseorang tiba-tiba berhenti merokok, maka ia akan mengalami efek balikan (withdrawal effect) seperti cemas dan perubahan suasana hati.

Salah satu hal yang tak bisa dipungkiri adalah kecanduan nikotin biasanya dimulai sejak seseorang mencoba-coba atau bereksperimen dengan rokok selama setahun. Dalam banyak kasus kondisi ini terkadang sudah dimulai sejak seseorang masih bersekolah atau berusia 13-14 tahun. Sebagai obat murni, nikotin hanya memiliki sedikit efek buruk bagi kesehatan fisik seseorang. Tapi zat-zat kimia lain yang terdapat di dalam rokok dan bergabung dengan nikotin inilah yang bisa menimbulkan banyak kerusakan bagi tubuh. Karena ketika sebuah rokok dibakar dan dihisap, maka ada ratusan senyawa kimia yang dihasilkan dan berisiko besar terhadap kesehatan.

Sejarah Nikotin

Nama nikotin sendiri berasal dari tanaman yang bernama “nicotiana tabacum” yang mana dinamakan oleh seorang ambassador asal Prancis di Portugal yang bernama Jean Nicot de Villemain yang juga mengirim tembakau dan bebijian ke Prancis pada tahun 1560. Selain itu, ia juga memperkenalkan tembakau dalam penggunaan medis. Nikotin sendiri pertama kali berhasil diisolasi dari tanaman tembakau pada tahun 1828 oleh seorang fisikawan yang bernama Wilhelm Heinrich Posselt dan kimiawan yang bernama Karl Ludwig Reimann dari Jerman yang menduga bahwa nikotin merupakan zat beracun.

Kemudian susunan kimia empirisnya ditemukan oleh Melsens pada tahun 1843. Struktur dari nikotin sendiri ditemukan oleh Adolf Pinner dan Richard Wolffenstein pada tahun 1893. Nikotin pertama kali berhasil disintesis oleh Ame Pictet dan A. Rotschy pada tahun 1904. Tembakau sendiri untuk pertama kalinya dikenalkan di Eropa pada tahun 1559 dan pada akhir abad ke 17, penggunaan tembakau ini tidak hanya digunakan untuk merokok saja, melainkan juga sebagai insektisida. Setelah perang dunia ke II, lebih dari 2500 ton tembakau digunakan di seluruh dunia, baik sebagai insektisida atau sebagai penyusun rokok.

Nikotin termasuk jenis alkaloid yang ada di dalam tumbuh-tumbuhan keluarga Terung-terungan (Solanaceae) yang kadarnya di dalam tembakau kering berkisar antara 0,6 sampai 3.0 %, pembuatannya dilakukan di akar kemudian dikumpulkan di dalam daunnya. Sebagai bahan kimia yang bersifat antiherbivore khususnya terhadap serangga; di zaman silam nikotin digunakan secara luas sebagai insektisida dan kini bahan yang analog dengan nikotin seperti imidacloprid tetap dipakai secara luas.

Pada kadar yang rendah (sebatang rokok mengandung 1 mg nikotin yang dapat diserap), pada binatang menyusui bahan itu bekerja sebagai stimulan dan sebagai faktor utama yang bertanggung jawab atas terjadinya ketergantungan pada rokok tembakau. Kadar nikotin yang terkandung dalam sigaret pelan-pelan meningkat sebesar 1,6 % per tahun antara tahun 1998 sampai 2005. Hal ini ditemukan pada semua jenis sigaret yang ada di pasaran.

Bahaya Nikotin Bagi Tubuh

Untuk sebagian orang, rokok udah jadi gaya hidup, bahkan ada yang menganggapnya sebagai kebutuhan. Kalau ngomongin rokok tentu gak bisa lepas dari yang namanya nikotin, zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Anda tau gak sih, semakin besar jumlah nikotin, maka semakin bikin kecanduan dan tentunya juga berbahaya bagi kesehatan.

  • Kecanduan

Nikotin yang ada di dalam rokok memang tidak bisa dihilangkan atau kadarnya dikurangi. Meskipun jika Anda pernah mendengar rokok yang dibuat dengan rasa tertentu dan kadar nikotin yang rendah. Tapi sebenarnya tidak ada jaminan untuk itu. Tanpa nikotin maka perokok tidak akan bisa mengalami kecanduan rokok. Nikotin akan menarik perokok untuk terus menghisap rokok. Nikotin mengandung bahan adiktif yang menyebabkan candu.

Nikotin juga mudah terserap ke dalam darah kemudian akan merangsang kelenjar adrenal yang bekerja untuk melepaskan hormon adrenalin. Nikotin akan meningkatkan kadar neurotransmiter yang bisa mempengaruhi otak untuk merasa senang dan cemas bila tidak merokok. Proses inilah yang membuat perokok sulit untuk melepaskan rokok.

  • Kanker Paru-Paru

Nikotin yang menyebabkan candu bagi perokok juga akan meningkatkan resiko kanker. Hal ini terjadi ketika nikotin bercampur ke dalam aliran darah dan asap yang dikeluarkan oleh rokok akan bekerja melawan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang lemah memicu munculnya sel kanker yang terus berkembang dan sulit dihentikan. Selain itu nikotin juga akan merusak DNA tubuh dimana proses ini akan merusak sistem pengaturan sel yang sehat dan kerusakan sel terjadi dengan cepat. Pertumbuhan sel yang tidak normal akan menyebabkan pembentukan tumor dan kanker.

Jenis kanker paling besar yang ditemukan pada perokok adalah kanker paru–paru karena pengaruh nikotin dan asap yang langsung berhubungan dengan sistem pernafasan. Namun rokok juga akan meningkatkan beberapa resiko kanker yang bisa muncul di semua bagian tubuh seperti kanker darah, kanker kandung kemih, kanker usus besar, kanker serviks, kanker tenggorokan, kanker hati, kanker perut dan batang tenggorokan.

  • Hipertensi

Nikotin dalam tembakaulah yang merupakan penyebab meningkatnya tekanan darah segera setelah isapan pertama. Seperti halnya zat-zat kimia yang lain, dalam asap rokok nikotin akan diserap oleh pembuluh-pembuluh darah yang amat kecil yang ada di dalam paru-paru, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh oleh aliran darah. Hanya dalam hitungan detik nikotin sudah mencapai otak. Otak akan bereaksi terhadap nikotin masuk dalam otak dengan memberi sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepas epinefrin (adrenalin).

Hormon yang kuat ini akan bereaksi menyempitkan pembuluh darah, karena pembuluh darah otak menyempit maka akan memaksa jantung untuk bekerja lebih berat karena tekanan yang lebih tinggi. Jika pemompaan jantung cukup kuat dan penyempitan pembuluh darah di otak akibat reaksi epinefrin juga cukup kuat, maka akan terjadi pembuluh darah otak menjadi pecah, ini yang akan menyebabkan stoke.

Merokok akan mencederai dinding pembuluh darah dan mempercepat pembentukan ateroklerosis ( pengerasan pembuluh darah ). Jadi, meskipun tidak meningkatkan tekanan darah secara langsung, merokok sangat buruk efeknya untuk semua orang terutama yg sudah memiliki penyakit darah tinggi ( hipertensi ).

  • Penyakit Jantung

Penggunaan rokok yang terlalu sering dengan kandungan nikotinnya akan membuat Anda mengalami penyakit jantung. Jantung akan mengalami banyak penurunan fungsi dan mudah diserang penyakit. Kandungan rokok ternyata berpengaruh terhadap kesehatan tubuh pemakainya terutama jantung dan paru-paru. Sudah banyak diberitakan di media bahwasannya merokok itu merupakan salah satu cara mengundang kematian dini. Bukan hanya di media elektronik, namun juga di berbagai media cetak bahkan di sampul rokok sendiri sudah dilengkapi dengan bahaya- bahaya merokok dan juga akibat yang dapat ditimbulkan dari merokok.

Hal ini karena ternyata kandungan berbagai zat dalam rokok mampu merusak organ tubuh manusia. Memang kerusakan tidak dapat dilihat secara fisik, namun jika dilihat dengan menggunakan alat medis, dapat ditemukan kerusakan- kerusakan yang terjadi pada organ tubuh manusia. Organ orang yang perokok terutama jantung dan paru-paru akan berwarna lebih gelap dan juga kotor daripada organ manusia yang bukan perokok.

Melalui alat medis dapat diketahui bahwasannya organ perokok akan berwarna lebih gelap seperti terbakar api hingga gosong. Dari gambar ini diketahui jelas bahwa memang rokok dapat merusak organ tubuh manusia dan jantung manusia. Yang harus ditegaskan disini adalah asap rokok yang masuk ke dalam tubuh manusia bisa merusak pembuluh darah jantung sehingga jantung tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

  • Keguguran

Pada ibu hamil, paparan nikotin selama kehamilan bisa membahayakan kesehatan janin dalam kandungan. Hal ini dapat berdampak dalam jangka waktu lama bagi fungsi otak dan paru-paru bayi yang sedang berkembang lho. Bukan hanya itu, paparan nikotin juga bisa menyebabkan bayi memiliki berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, bayi lahir mati (stillbirth), dan sindrom keamtian bayi mendadak (SIDS).

Ibu hamil yang sedang mengandung tidak diperkenankan untuk menghirup asap rokok, apalagi untuk menggunakannya. Hal ini akan membuat ibu hamil mengalami keguguran. Bahaya ini sebaiknya lebih diperhatikan oleh para suami yang sedang menanti buah hati.

  • Batuk

Sering dikatakan bahwa setiap anak-anak bahkan orang dewasa haruslah berwaspada terhadap asap rokok. Pengguna rokok sering mengalami batuk yang cukup parah. Hal tersebut disebabkan oleh asap rokok yang sering masuk ke dalam saluran pernapasan dan paru-paru. Kandungan nikotin rokok dapat merusak tenggorokan dan juga salurannya ke paru-paru Anda.

  • Melemahkan Sistem Otot Tubuh

Perokok juga harus menyadari bahwa nikotin bisa menyebabkan fungsi otot tubuh menurun drastis. Nikotin bisa mengalir lewat darah dan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 detik saja untuk mencapai otak. Nikotin yang sudah sampai ke dalam otak kemudian akan mengacaukan sistem perintah dengan efek berupa otot yang berkedut dan otot yang terus melemah. Nikotin yang terus mengalir lewat darah kemudian juga bisa menyebabkan otot menjadi semakin lemah. Jika terus terjadi maka bisa menyebabkan kegagalan fungsi otot tubuh.

Paparan nikotin dapat berdampak negatif pada perkembangan otak anak dan remaja. Remaja muda yang udah menggunakan rokok bisa mengalami gangguan kognitif dan perilaku, termasuk berdampak pada ingatan dan perhatian. Efek nikotin pada otak manusia dapat berdampak jangka panjang. Lalu adakah cara agar kecanduan nikotin ini dapat teratasi?

Cara Menghentikan Kecanduan Nikotin

Cukup sulit untuk menghentikan kecanduan rokok, tetapi bukan berarti tidak bisa. Mencoba untuk berhenti dari kebiasaan mengkonsumsi nikotin dapat menyebabkan reaksi fisik seperti keinginan yang kuat untuk merasakannya lagi, peningkatan nafsu makan, insomnia dan gangguan tidur, masalah pencernaan dan keluhan hati terkait rasa kecemasan, kemarahan dan frustrasi, depresi, lekas marah dan gelisah.

Sebagai efek dari nikotin yang sudah mulai hilang dari sistem tubuh anda, tubuh akan mulai menginginkannya lagi, dan itu bisa terjadi hanya dalam dua jam setelah Anda menghisap asap rokok terakhir Anda. Untuk mendapatkan efek yang sama dari obat, Anda perlu usaha lebih dari itu yang mengarah ke kebiasaan sehari-hari dan ketergantungan. Anda tidak perlu menghirup nikotin untuk menjadi kecanduan. Berikut yang dapat dikonsumsi untuk mengurangi kecanduan merokok.

1. Permen Karet Rendah Gula

Sebuah tinjauan tentang keuntungan kognitif oleh permen karet yang diteliti oleh Onyper et al. (2011) menemukan bukti kuat bahwa mengkonsumsi permen karet memberikan perbaikan domain koginitif, kerja memori, memori episodik dan kecepatan pengolahan persepsi. Banyak teori yang mengungkapkan bahwa menguyah permen karet akan meningkatkan konsentrasi dengan terjadinya peningkatan aliran darah ke otak.

Pada saat itu terjadi peningkatan kewaspadaan namun tanpa disertai kecemasan. Seorang perokok biasanya mulai menyalakan rokok ketika merasa bosan, mulut terasa kering atau pahit atau merasa cemas. Sehingga dengan mengunyah permen karet dapat membantu perokok untuk mengurangi keinginan merokoknya ketika mengkonsumsi itu.

2. Jahe

Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Sudah banyak penelitian tentang jahe, secara umum jahe dikenal sebagai anti radang (inflamasi), vasodilatasi (memperlebar) pembuluh darah, memperbaiki pencernaan dan anti nyeri.

Dalam penelitian terakhir jahe mempunyai efek mengurangi kecanduan merokok dengan cara kerja menurunkan kadar nikotin dalam plasma yang selanjutnya menurunkan ambang batas pengeluaran dopamin oleh nikotin. Hal ini mempunyai efek, jika sebelumnya pecandu perlu 1-2 bungkus rokok per hari untuk memberikan efek nyaman, dengan mengkonsumsi jahe maka kebutuhannya menjadi diturunkan.

3. Daun Mint

Daun mint atau dalam bahasa latin disebut Mentha cordifolia merupakan daun beraroma yang menyenangkan dengan kandungan multivitamin, mineral dan antioksidan. Menurut Bryan Raudenbush, Ph.D, aroma daun mint juga meningkatkan aktivitas otak yang mengontrol kewaspadaan. Studi oleh University of Cincinnati membuktikan bahwa kewaspadaan mental dan fokus meningkat 28 persen karena menghirup aroma mint.

Selain itu daun mint menghasilkan minyak mint yang berefek stimulant oleh karena itu dapat berguna dalam mengobati depresi, stres dan sakit kepala. Walau masih dalam perdebatan salah satunya dengan mempengaruhi hormon dopamin dan epinefrin yang juga dipengaruhi nikotin pada rokok. Melihat dari hal itu, mint dapat menjadi salah satu alternatif dikonsumsi untuk mengurangi keinginan untuk merokok. Bisa dengan menjadikan mint sebagai campuran bahan makanan atau minuman, makan permen mint atau daunya dikunyah langsung.

Merokok merupakan suatu candu yang memang masih sulit untuk dihentikan, tetapi bukannya tidak bisa. Cara utama untuk menghentikan merokok adalah niat yang kuat. Demikianlah penjelasan mengenai nikotin, semoga artikel ini memberi pengetahuan serta manfaat bagi pembaca.