Benarkah Sehabis Menyengat, Lebah Madu Akan Mati?

Lebah madu adalah serangga sejenis lebah yang dikelompokkan dalam genus Apis. Lebah ini mampu memproduksi madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Di seluruh dunia terdapat 7 spesies jenis lebah madu. Dari ketujuh jenis tersebut, 6 jenis diantaranya dijumpai di Indonesia.

Lebah madu adalah serangga sosial kaya manfaat, semua yang dihasilkan oleh lebah madu dikenal berkhasiat untuk kesehatan. Dalam klasifikasi dunia binatang, lebah dimasukkan dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap bening”. Dalam ordo ini terdapat 100.000 species serangga, termasuk lebah, tawon, semut dan rayap. Lebah madu termasuk ke dalam golongan serangga yang berdarah dingin.

Dengan demikian dalam aktivitas kehidupan di pengaruhi dengan perubahan suhu di sekitarnya. Suhu 33oC-34oC adalah suhu yang optimal bagi lebah dalam melakukan kegiatannya. Di Indonesia, temperaturnya rata-rata 26oC, sehingga tidak mengganggu kehidupan lebah. Lebah memiliki fungsi sebagai penyerbuk yang membantu tumbuh-tumbuhan dalam penyebaran serbuk sari.

Namun Lebah juga merupakan binatang serangga yang dapat menyerang manusia jika mereka merasa diusik oleh manusia. Lebah madu (honeybee) sebetulnya jarang menyengat, namun bila sarangnya terancam maka secara instingtif dia akan mempertahankan “sarangnya” dan secara total dengan menyengat pengusiknya. Namun benarkah setelah menyengat lebah madu akan mati?

Sehabis Menyengat, Lebah Madu Akan Mati

Tahukah anda bahwa lebah madu yang menyengat kita akan segera mati. Mengapa hal ini bisa terjadi? Rupanya setelah menyengat manusia, Lebah harus segera melarikan diri sehingga jarum sengat pada ekornya dan kantong kelenjar lebah akan terlepas dari badannya dan tertancap pada bagian tubuh manusia yang terkena sengatan. Hal ini menyebabkan organ tubuh lebah tersebut rusak bahkan terlepas dari tubuh lebah itu sendiri.

Dengan demikian setelah menyengat manusia, Lebah juga akan mati karenanya. Perlu diketahui bahwa jarum sengatan Lebah akan menyatu dengan organ tubuh lainnya pada lebah sehingga jika sengatan tersebut lepas, maka organ tubuh pada Lebah juga akan terikut ataupun rusak karenanya. Jarum penyengat yang dimiliki lebah madu memiliki duri sebagai pertahanan terhadap serangan vertebrata.

Saat menyengat, lebah madu tidak hanya sebatas menyengat saja namun duri pada kedua sisi pusat jarum penyengat akan bertindak sebagai pengikat yang bergerak maju mundur untuk menarik jarum menusuk lebih dalam ke kulit. Saat refleks memukul lebah, jarum penyengat lebah tersebut akan putus dari badan lebah dan terperangkap dalam lapisan elastis kulit kita bersama dengan racun dan saluran pencernaan mereka.

Proses tersebut yang membuat lebah mati, namun seiring hal tersebut otot-otot dalam jarum penyengat akan terus bekerja memompa racun ke dalam luka di kulit kita. Di sisi lain, isi perut lebah yang ikut terputus akan menjadi feromon yang memberi sinyal pada lebah lain untuk ikut menyerang. Strategi bunuh diri dengan sengatan ini merupakan cara terbaik untuk melindungi sarang. Biasanya cara ini dilakukan oleh lebah madu pekerja.

Siklus Hidup Lebah

Lebah merupakan serangga yang mengalami Metamorfosis sempurna yang memiliki 4 tahapan pertumbuhan dan perubahan dalam kehidupannya. Periode pertumbuhannya lebih cepat. Hanya dalam hitungan hari saja (paling lama 1 bulan) lebah sudah menjadi dewasa dan bisa mulai bekerja.

Keempat tahapan tersebut diantaranya adalah :

1. Telur

Setelah ratu lebah dan lebah pejantan kawin, kemudian lebah jantan akan mati dan jatuh ke tanah. Sedangkan ratu lebah telah dibuahi oleh pejantan. Proses perkawinanpun selesai. Selanjutnya ratu lebah akan masuk ke dalam sarangnya. Kemudian ia mencari ruang-ruang yang kosong. Setelah ditemukan, ratu lebah akan mengeluarkan telur di dalam ruang tersebut. Dalam waktu 2 hari telur ini akan berubah menjadi larva.

2. Larva (berbentuk ulat)

Pada fase larva ini bentuk telur telah berubah menjadi seperti ulat. Agak gemuk dan berwarna putih (mirip seperti ulat). Dalam bentuk larva ini, ia akan mulai makan sebanyak-banyaknya untuk persiapan pengeramannya.

Makanannya diantarkan oleh lebah pekerja (nurse bee) dalam bentuk madu dan serbuk sari tanaman. Makanan lebah dan makanan larva sama. Setelah 6 hari kemudian larva akan berhenti makan kemudian sarang ditutup oleh lebah pekerja dengan lilin. Larva mulai mengalami pengeraman.

3. Pupa (berbentuk kepompong)

Untuk masa pengeraman ini berlangsung cukup lama. Jumlah harinya berbeda-beda antara lebah pekerja, lebah pejantan dan ratu lebah. Lebah pekerja dierami selama 13 hari, lebah pejantan 15 hari sedangkan lebah ratu masa pengeramannya adalah yang paling cepat yaitu 8 hari.

Dalam fase pupa inilah bentuk tubuh lebah mulai terbentuk. Mulai terlihat bagian kaki, kepala, ekor dan sayap. Namun masih butuh waktu untuk menjadi lebah sempurna. Setelah bentuk tubuh lebah sempurna, ia akan mulai membuka sarang yang tertutup lilin tadi dan kemudian keluar dari tempat pengeramannya. Inilah lebah dalam bentuk Pupa.

4. Imago (Dewasa)

Setelah berhasil keluar dari sarang, maka pupa tadi barulah bisa disebut seekor lebah. Lebah yang baru keluar ini tergolong ke dalam kelompok lebah muda. Ia akan tetap berada di sarang selama 3 minggu ke depan. Setelah itu barulah ia mulai menjalankan tugasnya masing-masing. Umur hidup setiap lebah berbeda-beda, lebah pejantan bisa hidup 1-3 tahun (setelah kawin dengan ratu ia akan langsung mati).

Lebah pekerja hidup hanya 2-3 bulan saja. Sedangkan ratu lebah hidup selama 3-5 tahun. Ada juga beberapa orang yang berpendapat bahwa lebah pekerja bisa hidup lebih singkat dari 2-3 bulan. Apalagi saat sengat lebah keluar dari tubuhnya menyerang ancaman atau pengganggunya. Setelah mengetahui siklus dari lebah madu, nah ada baiknya juga untuk kita simak bersama mengenai jenis-jenis lebah yang menghasilkan madu. Berikut ulasannya;

Jenis Lebah Madu

Di pasaran terdapat berbagai macam madu, mulai dari madu hutan, madu liar, madu klanceng dan sebagainya. Dari sekian banyak jenis madu tersebut, sebagian besar hanya diproduksi oleh beberapa jenis lebah. Produk madu yang banyak ditemukan di Indonesia berasal dari jenis lebah madu berikut:

1. Apis andreniformis (Black Dwarf Honey Bee)

Lebah Madu ini adalah hewan asli Asia tropis dan subtropis, termasuk China bagian tenggara, India, Burma, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia dan dan Filipina (Palawan). Di Indonesia jenis lebah ini dijumpai di pulau Jawa dan Kalimantan. Apis andreniformis (Black Dwarf Honey Bee) atau hitam keredil lebah madu, agak sulit untuk di jumpai walaupun berada di jawa dan kalimantan.

2. Apis cerana

Banyak tersebar di Asia, diantaranya ditemukan di Indonesia, Afganistan, Cina dan Jepang. Jenis lebah madu ini bisa dibudidayakan baik secara tradisional mapun secara moderen dalam sebuah kotak yang bisa dipindah-pindahkan. Dalam satu kotak (stup) lebah ini bisa dipanen sebanyak tiga kali dengan produksi madu 2-5 kg per tahun.

Bila dibandingkan dengan jenis lebah madu budidaya lainnya, seperti Apis mellifera, lebah ini dinilai kurang produktif. Selain itu, Apis cerana dipandang memiliki sifat sedikit ganas sehingga upaya untuk menternakannya relatif lebih sulit.

3. Apis mellifera, Lebah Madu Barat (Western Honey Bee)

Apis mellifera adalah lebah yang daerah penyebaranya hampir menyeluruh didunia pada habitatnya. Lebah jenis ini merupakan hewan asli asia, Afrika, Australia, hingga Eropa dan sudah banyak dibudidayakan di negara-negara tersebut. Namun apis mellifera bukan asli Indonesia dan Indonesia banyak mengimpor lebah jenis ini dari benua Australia. Penyebaranya di Indonesia meliputi daerah Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Papua. Apis mellifera merupakan penghasil madu terbanyak dari semua jenis lebah lainya.

4. Apis Dorsata, Lebah Madu Raksasa

Merupakan lebah asli dari Asia tenggara dan Asia Selatan terdapat di Indonesia, Malaysia, Filipina, India dan Nepal. Lebah ini tersebar di seluruh Indonesia. Lebah ini sangat cocok sekali untuk di budidayakan di Indonesia, karena lebah madu dorsata merupakan habitat aslinya di dominasi oleh daerah Indonesia yang tropis. Lebah madu memerlukan halaman bunga atau tanaman yang menghasilkan bunga untuk di ambil nektar bunga sebagai bahan untuk penghasil madu.

5. Apis Florea

Lebah ini bisa ditemukan di Indonesia, Oman, Iran dan India. Apis florea termasuk lebah liar yang tidak biasa dibudidayakan. Masyarakat di Indonesia sering menyebut lebah ini dengan sebutan tawon. Lebah ini bisa hidup berdampingan dengan Apis dorsata, Apis melleifera dan Apis cerana. Produktivitas madunya relatif kecil hanya sekitar 1-3 kg per koloni per tahun. Di pasaran produk dari jenis lebah madu Apis florea dikenal sebagai madu lanceng.

6. Apis Nigrocincta

Lebah yang satu ini hanya terdapat di Filipina dan Indonesia (Kepulauan Sangihe dan Sulawesi). Lebah ini penghasil madu yang berkelompok, jarang sekali berpindah daerah dan dalam satu indukan lebah ini, ratu lebah menghasilkan telur lebih dari 2000 setiap harinya.

Gimana, sudah tahukan alasan mengapa lebah madu mati setelang menyengat? Ada baiknya untuk tidak mengganggu sarang lebah tersebut, jika tidak ingin disengat nih guys. Seperti yang kita tahu nih, bahwa madu yang dihasilkan dari lebah-lebah tersebut sudah sejak lama dikonsumsi oleh manusia. Kandungan nutrisi yang terkandung didalam madu telah banyak membawa manfaat sejak berabad-abad lamanya. Untuk itu demikianlah pembahasan mengenai lebah madu, semoga penjelasan diatas memberi manfaat bagi kalian semua.