Gandeng Badan Antariksa Eropa, China Bangun Desa Simulasi Mars

Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai “planet merah” karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Ini disebabkan oleh keberadaan besi (III) oksida di permukaan planet Mars.

Mars adalah planet bebatuan dengan atmosfer yang tipis. Di permukaan Mars terdapat kawah, gunung berapi, lembah, gurun dan tudung es. Guys, adakah diantara dari kalian yang suka dengan dunia antariksa? Atau malah ada yang ingin bercita-cita menjadi seorang astronot. Nah, adakah yang tahu mengenai planet berwarna kemerah-merahan ini?

Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi Matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 25,62 jam. Nah, banyaknya catatan bahwa beberapa negara yang begitu berambisius akan penelitian mengenai planet satu ini. Bahkan konon katanya planet ini akan menjadi tempat tinggal manusia setelah Bumi.

Di planet Mars, terdapat sebuah kenampakan unik di daerah Cydonia Mensae. Kenampakan ini merupakan sebuah perbukitan yang bila dilihat dari atas nampak sebagai sebuah wajah manusia. Banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban yang telah lama musnah di Mars, walaupun pada masa kini, telah terbukti bahwa kenampakan tersebut hanyalah sebuah kenampakan alam biasa. Nah, dibawah ini kamu bisa lihat karakteristik dari planet yang satu ini,

Karakteristik dan Ciri ciri Planet Mars.

  • Berukuran lebih besar dari pada Merkurius yaitu sekitar 6500 km.
  • Suhu dipermukaan Mars mencapai 50 – 60 derajat celcius dan suhu terendah nya dapat mencapai minus 100 derajat celcius.
  • Kala revolusi Mars 2 kali lipat jika dibandingkan dengan Bumi dan kala rotasinya adalah 24,6 jam. Hampir sama seperti Bumi.
  • Mars memiliki 2 satelit alami yaitu Phobos dan Deimos. Kedua satelit ini berukuran kecil seperti asteroid.
  • Mars memiliki gunung tertinggi di tata surya yaitu Olympus Mons yang mempunyai ketinggian 24km.
  • Mars mempunyai jarak rata rata 249,7 juta km dari Matahari.
  • Mars memiliki massa lebih rendah dari Bumi yaitu hanya 0,107 dari massa Bumi.

Planet Mars selalu menjadi pusat perhatian tentang subyek tersebut. Bahkan saat ini, ilmuwan berpikir bahwa Planet Merah merupakan tempat yang dapat mendukung adanya kehidupan pada masa lalu. Dan sangkin banyaknya ilmuan bahkan astronot yang ingin mengembangkan penemuan atau bahkan penelitian akan planet ini. Ada sebuah negara yang begitu hebatnya membangun sebuah desa yang sangat mirip dengan Mars.

Desa Mirip Mars untuk Menarik Wisatawan

Pemerintah Cina bersiap untuk melakukan ekspansi ke Planet Mars dengan menggelar proyek ambisius “Desa Mars” di dataran Provinsi Qinghai. Proyek besar ini akan menghabiskan biaya sekitar $61 juta atau sekitar Rp815 miliar. Menurut cetak biru yang dilansir pada akhir pekan lalu, Desa Mars ini akan dibangun di ujung barat laut dataran itu. Harian resmi Xinhua, Rabu, 6 September 2017, mengatakan para ilmuwan dan pejabat pemerintah telah bertemu terkait pelaksanaan pembangunan desa ini.

Direktur Eksplorasi Bulan dan Luar Angkasa, Liu Xiaoqun, mengatakan proyek ini bersifat eksplorasi ilmiah dan pariwisata. Liu mengungkapkan ini pada acara Akademi Sains Cina baru-baru ini. Liu belum mengungkapkan kapan Desa Mars ini akan mulai beroperasi. “Saya berharap ini akan menjadi pusat penelitian ilmiah dan edukasi bagi publik,” kata Liu seperti dikutip South China Morning Post, Rabu, 6 September 2017.

Pusat penelitian Mars ini akan memiliki luas sekitar 95 ribu kilometer persegi di daerah kering bernama cekungan Qaidam di dataran itu. Menurut penjelasan pejabat terkait, dataran ini memiliki kontur tanah berbatu dan mirip dengan kondisi geografi di Planet Mars.

Kawasan ini akan didesain menjadi pusat turis bertema Mars dan terbuka untuk publik. Para peneliti akan menampilkan sejumlah simulasi eksplorasi ilmiah kepada para pengunjung, termasuk menampilkan kondisi tempat tinggal ala Mars. Ini akan memberikan sensasi tersendiri bagi para turis mengenai seperti apa rasanya tinggal di lingkungan Mars.

Proyek besar ambisius ini telah berjalan sejak November tahun lalu dengan ditandai penandatanganan kerja sama pemerintah daerah Haixi dengan Chinese Academy of Sciences untuk menggunakan lahan di sana.

Pembangunan pusat simulasi Mars sangat penting secara ilmiah dan ekologi,” kata Zhang Biao, wakil walikota Delingha. Dia berharap pusat simulasi Mars ini bakal mendongkrak perekonomian di wilayah ini. Meskipun terkenal kayak dengan berbagai sumber daya alam, Provinsi Qinghai ini relatif kurang berkembang dibandingkan daerah pantai Cina. Data statistic menunjukkan, provinsi ini memiliki tingkat Produk Domestik Bruto terendah kedua di Cina.

Pembangunan pusat simulasi Mars ini merupakan kelanjutan dari rencana pemerintah Cina untuk mengirim misi pesawat luar angkasa tak berawak ke Mars pada 2020. Sejumlah negara telah mendirikan pusat simulasi Mars untuk mendukung upaya mereka mengirimkan tim eksplorasi ke Planet Merah itu. Pada 2015, NASA mengirim enam peneliti untuk tinggal di habitat ala Mars di kepulauan Hawaii selama setahun.

Sementara itu, sekelompok relawan termasuk seorang warga negara Cina telah tinggal di sebuah pesawat luar angkasa di Moskow selama 520 hari pada 2010-2011. Ini merupakan durasi yang dibutuhkan untuk mencapai Mars dan kembali ke bumi.

China Benar-benar Berambisi

Yah, sepertinya Cina begitu sangat antusias sekali mengenai ‘desa bulan’ ini. Pejabat antariksa China, Tian Yulong telah mengadakan perundingan dengan Badan Antariksa Eropa atau ESA untuk membangun permukiman manusia yang pertama di Bulan.

ESA sebelum ini telah menggambarkan ‘Desa Bulan’ itu sebagai pangkalan internasional untuk meluncurkan misi-misi penerbangan ke planet Mars. Rencananya adalah membangun pangkalan untuk penjelajahan Bulan oleh manusia dan robot.

Pangkalan itu nantinya akan menjadi semacam tempat persinggahan pesawat antariksa dan bisa menjadi semacam ‘desa’ di mana ada kegiatan penambangan bahan-bahan yang diperlukan. Saat ini, kita punya stasiun antariksa internasional, sebagai sarana kerjasama internasional tapi proyek itu tidak akan berlangsung selamanya,” lanjutnya.

Walaupun saya menggunakan istilah ‘Desa Bulan’, itu tidak berarti kita akan membangun rumah-rumah pribadi, gereja, balai kota dan bangunan lain. Ide saya adalah menyusun konsep tentang sebuah desa atau pemukiman, di mana orang-orang bekerja dan hidup bersama di tempat itu,” ujar Woerner.

Setelah membangun ‘Desa Bulan’ itu, manusia akan bisa melanjutkan penjelajahan mereka ke sisi Bulan yang tidak pernah tampak dari Bumi. “Belum pernah ada manusia yang mengunjungi bagian Bulan itu,” imbuhnya. Para pakar astronomi ingin membangun teleskop-teleskop radio di sana karena tempat itu terlindung dari polusi gelombang radio yang berasal dari Bumi.

Kalau kita bisa membangun teleskop dengan menggunakan teknik-teknik inovatif seperti pencetakan tiga dimensi, mungkin dengan menggunakan bahan-bahan yang terdapat Bulan, kita akan bisa melihat lebih jauh ke alam raya.

Kata Woerner lagi, manusia pun belum pernah mengunjungi kawasan-kawasan kutub di Bulan, di mana telah ditemukan adanya lapisan es dari air. Air adalah bahan yang penting, karena kita bisa membuat bahan bakar roket dan juga zat asam darinya. Kedua bagian di bulan itu adalah tempat-tempat yang paling menarik dan berpotensi dilihat dari segi ilmiah,” tambah pejabat badan antariksa Eropa itu.

Gelar Rencana ke Bulan Dan Mars

Badan antariksa China (CNSA) baru-baru ini merilis rangkaian rencana ambisius yang tujuannya mendominasi penjelajahan luar angkasa, serta tentu saja menyaingi NASA hingga SpaceX. Apa saja rencana tersebut? Yah negara ini sepertinya tak mau tinggal diam dalam bagian ke luar angkasa tersebut. Terlebih lagi dengan ambisinya akan desa bulan tersebut.

Dalam laporan yang bertajuk China’s Space Activities in 2016, CNSA menjabarkan sejumlah misi antariksa yang akan dicapainya tak lupa dengan pengembangan teknologi mutakhir. Diumumkan oleh wakil pimpinan CNSA Wu Yanha, tujuan pertama CNSA adalah Bulan.

CNSA berencana mengirim rangkaian robot ke permukaan Bulan selama 10 tahun. Misi terdekat yang akan dilakukannya adalah mengirim robot tersebut pada 2017 untuk mengambil sampel batuan di Bulan. Setelah berhasil, CNSA akan kembali mengirim robot penjelajah untuk mengarungi bagian yang belum terjamah di Bulan. CNSA juga akan menjalankan eksplorasi robotika ke kutub utara dan selatan Bulan sebanyak dua kali dalam kurun lima dan 10 tahun.

Selain Bulan, tentu tak afdol apabila tidak menyentuh Planet Merah sebagai destinasi penjelajahan. CNSA percaya diri mampu meluncurkan pesawat antariksa pertamanya ke Mars pada 2020 mendatang. Wahana antariksa yang disebut CNSA melingkupi orbiter, lander, dan kendaraan robotika seperti Curiosity milik NASA.

Penjelajahan ke Mars itu diharapkan bisa membawa sampel batu dari permukaan sang planet. Lebih lanjut, CNSA juga berambisi untuk menyambangi sabuk asteroid dan sistem Jupiter. Tak lupa, misi pencarian kehidupan alien di luar angkasa. Terlepas dari misi antariksa, CNSA berniat mengembangkan wahana pintar yang ramah lingkungan untuk memboyong kargo ke luar angkasa, hingga mempelajari perubahan iklim global dan bencana alam.