Gemar Memakai Lensa Kontak? Yuk, Ketahui Cara Merawat Dan Risiko Pemakaiannya

Mata adalah jendela jiwa yang memancarkan pesona tersendiri. Karena itu, sebagian orang enggan menyembunyikannya di balik kacamata. Lensa kontak menjadi alternatif pilihan untuk membantu penglihatan sekaligus memperindah mata. Namun, tahukah Anda risiko yang mengintai pengguna lensa kontak?

Lensa kontak adalah alternatif yang baik dari peresepan kacamata sebagai perbaikan penglihatan, adalah lensa tipis, bersih, cekung yang diletakkan di permukaan mata. Lensa yang hampir tidak terlihat tersebut membantu orang dengan gangguan penglihatan seperti astigmatisma dan rabun dekat atau jauh. Lensa kontak juga sekarang digunakan sebagai perangkat fashion untuk menciptakan warna mata yang indah secara estetis dan sementara.

Pengguna lensa kontak memang berpotensi terinfeksi bakteri, jamur, atau mikroba lainnya. Namun, bukan berarti Anda harus bermusuhan dengan lensa kontak. Lensa kontak merupakan salah satu peralatan medis yang paling aman ketika digunakan secara bertanggung jawab. Akan tetapi, hati-hati, kalau Anda tidak merawat lensa kontak Anda dengan baik dan benar, maka mata Anda juga yang akan jadi korbannya. Maka dari itu ada baiknya untuk kita simak bersama ulasan mengenai risiko dan cara merawat lensa kontak.

Cara Merawat Lensa Kontak

Merawat lensa kontak sama pentingnya seperti merawat mata kita. Lensa yang kotor akan mempengaruhi kesehatan mata. Sebaliknya, lensa kontak yang senantiasa terjaga kebersihannya akan dapat memperpanjang waktu penggunaan serta mencegah mata terkena iritasi. Meski memiliki banyak keunggulan dari sisi perawatan, lensa kontak membutuhkan lebih banyak perhatian dibandingkan kacamata.

Kondisi lensa kontak harus selalu higienis agar tidak menimbulkan masalah kesehatan seperti infeksi mata dan komplikasi penglihatan lainnya. Meski tidak dapat sepenuhnya dihindari, Anda bisa mencegah terjadinya infeksi mata dengan cara-cara berikut.

  1. Selalu cuci bersih dan keringkan tangan sebelum memasang atau melepas lensa kontak Anda.
  2. Lepaskan lensa kontak sebelum mandi atau berenang. Usahakan agar lensa kontak Anda tidak terkena air.
  3. Usahakan untuk selalu melepas lensa kontak sebelum tidur. Sangat tidak disarankan untuk mengenakan lensa kontak secara terus-menerus. Saat kita menutup mata dengan adanya lensa kontak yang tetap berada di dalam mata, jumlah oksigen ke mata makin menipis. Hal ini menyebabkan permukaan mata menjadi rentan mengalami infeksi. Selain itu, kuman yang ada di lensa akan menempel di kornea selama kita tidur.
  4. Gunakan cairan pembersih khusus yang disarankan dokter atau apotek untuk membersihkan dan merendam lensa kontak Anda. Jangan gunakan air atau cairan lainnya, karena air laut, air kolam, bahkan air sulingan sekali pun, bisa mengandung organisme acanthamoeba yang dapat menyebabkan mata mengalami infeksi.
  5. Gosok dengan lembut saat Anda membersihkan lensa kontak dengan menggunakan cairan pembersih. Hati-hati agar tidak merobek lensa kontak.
  6. Bersihkan lensa kontak usai digunakan dan kotak penyimpanan lensa kontak tiga bulan sekali agar tetap terjamin kebersihannya.
  7. Jika Anda mengenakan lensa kontak sekali pakai, Anda tidak perlu membersihkannya karena lensa ini tidak didesain untuk kembali digunakan.
  8. Jangan pernah menggunakan lensa kontak sekali pakai lebih dari sehari.
  9. Perhatikan masa kadaluarsa cairan lensa kontak. Jangan menggunakan cairan yang sudah lewat masanya. Bahkan ada beberapa cairan pembersih yang tidak boleh digunakan setelah dibuka selama tiga bulan. Semakin steril cairan pembersihnya, maka semakin baik kebersihan lensa kontak Anda.
  10. Jika terjadi iritasi saat menggunakan lensa kontak, tetesi dengan obat tetes mata khusus bagi lensa kontak. Jangan gunakan obat tetes biasa karena dapat merusak lensa kontak tersebut sehingga tidak dapat digunakan lagi.
  11. Jangan lupa untuk mengingat berapa lama masa pemakaian lensa kontak. Ganti lensa kontak Anda jika sudah tidak terasa nyaman di mata seperti sering perih dan gatal. Ini adalah salah satu indikator dimana Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Jenis Lensa Kontak

Sekarang ini terdapat berbagai macam pilihan lensa kontak untuk dipilih tergantung dari keinginan, gangguan penglihatan dan kondisi mata. Sebelum memutuskan lensa kontak apa yang akan dipilih ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis lensa kontak berikut :

RGP atau Rigid Gas Permeable, biasa disebut dengan semi-hardlens, karena memang fisiknya yang keras dan kaku sehingga tingkat kenyamanannya pun rendah. Meskipun demikian RGP diklaim sebagai lensa kontak yang memiliki daya tembus oksigen paling tinggi diantara jenis lainnya sehingga sangat baik untuk kesehatan kornea. Maka tidak heran bila banyak dokter mata yang menyarankan lensa ini untuk beberapa kasus kelainan mata. RGP sangat cocok bagi penderita myop tinggi dan astigmat kornea tinggi

Lensa kontak berbahan HEMA ( Hydroxyethylmethacrylate ) atau yang biasa disebut dengan softlens, merupakan jenis yang paling banyak digunakan saat ini. Tampilan fisik yang lembut dan lentur membuat lensa kontak ini cukup nyaman digunakan. Oksigen yang diteruskan ke mata bergantung pada besarnya kadar air yang dimiliki lensa kontak ini. Memiliki sifat Hydrophilic (water loving) sehingga mudah menyerap air mata, hal ini yang membuat terkadang softlens terasa kering, khususnya pada mereka yang tidak memiliki cukup airmata atau berada di kondisi ruangan ber-AC. Softlens juga tersedia dalam ukuran minus juga cylinder, bening maupun berwarna.

Lensa kontak Silicone Hydrogel bisa dibilang seperti perpaduan dari keunggulan RGP dengan kelebihan pada HEMA. Lensa kontak ini memiliki kelenturan yang hampir sama dengan softlens sehingga nyaman digunakan. Karena bahannya yang unik, walaupun kadar airnya tergolong rendah tapi daya tembus oksigennya 5 kali lebih banyak dari softlens HEMA sehingga bisa digunakan sampai 12 jam perhari. Sangat cocok bagi mereka yang perlu menggunakan lensa kontak dalam waktu lama.

Selain dibagi berdasarkan material dasarnya, lensa kontak juga dapat dibagi berdasarkan masa pakai. Lensa kontak tersedia untuk pemakaian bulanan, mingguan, atau harian, semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda.

  • Pemakaian harian: lensa ini harus diambil, dibersihkan dan direndam cairan anti kuman setiap malam.
  • Pemakaian lebih lama: dapat dipakai selama tidur tetapi harus dilepas setidaknya sekali seminggu. Tersedia untuk penggunaan terus-menerus, beragam mulai dari enam malam hingga 30 hari.
  • Sekali pakai: terbaik untuk penggunaan sesekali; diambil ketika malam dan dibuang setelah jangka waktu tertentu tergantung dari lensa kontak – harian, mingguan, atau bulanan.
  • Kosmetik atau berwarna: dapat mengubah corak dan warna mata dan secara drastis mengubah penampilan seseorang.
  • Lensa pembentuk ulang kornea: dapat digunakan sepanjang malam dan bertujuan membentuk ulang kornea untuk mengoreksi gangguan penglihatan secara bertahap.

Sekarang banyak lensa kontak dilengkapi dengan fitur seperti pelindung UV. Terdapat juga lensa kontak hybrid yang tersedia untuk kondisi penglihatan yang lebih kompleks.

Apa Saja Risiko dari Penggunaan Kontak Lensa?

Jika tidak merawat kebersihan lensa kontak dengan baik, pemakainya akan lebih berisiko mengalami infeksi dan gangguan pada mata lainnya. Berikut ini beberapa kondisi dan hal-hal yang perlu diperhatikan pengguna lensa kontak.

  • Keratitis

Keratitis merupakan peradangan pada kornea mata. Penyebabnya antara lain cedera ringan akibat penggunaan lensa kontak terlalu lama, infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit akibat proses pembersihan lensa kontak yang tidak benar. Menggunakan lensa kontak terus-menerus, saat berenang atau menggunakan air untuk membersihkan lensa kontak dapat meningkatkan risiko terkena keratitis.

  1. Gejala keratitis berupa mata merah, terasa perih, sulit membuka kelopak mata, penglihatan buram, sensitif terhadap cahaya, dan terasa seperti ada sesuatu di dalam mata.
  2. Jika tidak segera diobati, keratitis dapat berujung pada gangguan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan.
  • Sindrom Mata Kering

Menggunakan lensa kontak terlalu lama, atau berada di ruangan dengan pendingin dan mengabaikan petunjuk penggunaan lensa kontak dapat memicu sindrom mata kering.

Sindrom mata kering merupakan kondisi umum ketika mata tidak memproduksi cukup air mata, atau air mata menjadi terlalu cepat kering. Hal ini memicu peradangan dan iritasi pada mata. Pada tahap yang tidak serius, Anda dapat memberikan tetes mata. Namun pada tahap serius, Anda mungkin membutuhkan penanganan medis.

Sindrom ini bisa menjangkiti kedua mata dan memiliki gejala berikut:

  1. Mata merah.
  2. Mata terasa kering, berpasir, atau rasa sakit yang memburuk sepanjang hari.
  3. Penglihatan buram yang umumnya bersifat
  4. Sulit membuka mata ketika bangun tidur.
  5. Abrasi Kornea

Lensa kontak yang kotor dapat menyebabkan kornea mata tergores atau abrasi. Hal ini menyebabkan rasa sakit yang parah dan tidak nyaman. Jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan penglihatan menetap.

  • Konjungtivitis

Kondisi ini ditandai dengan lapisan paling luar mata yang menjadi merah. Konjungitivitis atau ‘mata merah’ bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau iritasi dari lensa kontak. Selain merah, mata juga menjadi berair.

Pada dasarnya semua lensa kontak aman digunakan asalkan sesuai anjuran pemakaian dari masing-masing produk. Untuk menentukan lensa kontak mana yang paling cocok dengan Anda ,tentunya harus melalui konsultasi dan pemeriksaan mata oleh dokter mata atau optician terlebih dahulu. Periksakan mata Anda secara rutin agar kesehatan mata senantiasa terjaga. Namun dibalik pemakaian kontak lensa ini ada beberapa kelebihan serta kekurangan dari lensa kontak ini.

Kelebihan Dan Kekurangan Soflents

  • Kelebihan Softlens

1. Membuat penglihatan lebih baik

Membuat ketajaman mata kembali membaik adalah fungsi utama dari lensa kontak. Sistem kerjanya sama seperti menggunakan kacamata. Yang membedakannya hanya kemudahan dan keleluasaan dalam bergerak. Misalnya, jika Anda suka bermain sepakbola, sudah pasti menggunakan kacamata saat bermain bola bukanlah hal yang baik. Bayangkan bagaimana jika bola mengenai wajah dan kacamata Anda. Serpihan kaca bisa saja melukai wajah atau mata Anda. Sebaliknya, jika menggunakan lensa kontak, Anda bisa leluasa bergerak tanpa harus takut dengan keamanan mata.

2. Menambah kepercayaan diri

Saat ini, soft lens dijual dengan berbagai variasi warna, seperti merah, biru, hijau, kuning, orange, dan lain sebagainya. Bagi pengguna yang ingin tampil modis seperti model atau artis luar negeri yang memiliki mata biru atau cokelat, menggunakan soft lens bisa menjadi solusi tepat. Tak heran ada banyak orang di luar sana yang menggunakan lensa kontak untuk tampil keren dan menambah kepercayaan diri mereka.

3. Membantu pengguna melakukan rutinitas harian

Tak dapat dipungkiri, lensa kontak menjadi produk yang sangat bermanfaat untuk sebagian orang yang memiliki profesi sebagai seorang penari, penyanyi, aktor, pemadam kebakaran dan lain sebagainya. Menggunakan lensa kontak membuat mereka bisa melakukan tugas mereka dengan baik tanpa harus khawatir dengan jarak pandang mereka.

4. Faktor keamanan

Untuk aktivitas yang lumayan berat, pengguna tak perlu takut lensa bakal jatuh atau pecah, seperti halnya jika memakai kacamata.
Baik untuk penderita mata silendris (cylinder). Bagi pemakai kacamata silendris, Softlens mengoreksi kekurangan akurasi kacamata hingga titik terendah, sehingga penglihatan pun menjadi lebih baik.

  • Kekurangan Softlens

1. Tidak nyaman

Pemakai awal biasanya merasa tidak enak, karena adanya benda asing pada bola mata mereka. Namun, lama-kelamaan, mata pun akan terbiasa. Biasanya setelah menghentikan pemakaian selama seminggu, sensitivitas kornea akan normal lagi, sehingga pemakai harus berdaptasi lagi agar menjadi nyaman dengan Softlensnya.

2. Kekurangan oksigen

Terlalu lama atau terlalu ketat memakai Softlens bisa membuat mata kekurangan oksigen. Konsekuensinya, berbagai macam komplikasi bisa terjadi, seperti noda kornea dan kornea edema.

3. Mudah hilang

Ukuran Softlens yang relatif kecil dibanding kacamata membuatnya lebih gampang hilang atau terselip. Kurang ekonomis (relatif mahal). Harga Softlens juga relatif mahal, di atas Rp 100 ribu. Apalagi, masa pakainya hanya berkisar 2 minggu sampai sebulan. Umumnya, hanya golongan ekonomi tertentu yang mampu membelinya.

4. Adaptasi lama.

Pemakai awal butuh waktu lama untuk memakainya, dari belajar memakai, merawat, hingga membiasakan mata. Butuh perawatan ekstra. Softlens juga butuh perawatan lebih ketimbang kacamata. Misalnya, harus telaten menggosok, membersihkan, dan menyimpan lensa pada tempat antikuman.

Cara Memakai Dan Melepas Lensa Kontak

Sebenarnya untuk menggunakan lensa kontak tidak sesulit yang anda bayangkan sebab jika anda bisa mengikuti panduan di bawah ini dengan benar selanjutnya bisa melakukanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan softlens yang bisa anda ikuti di bawah ini:

  1. Sebelum memakai, cuci lensa kontak terlebih dahulu dengan solutions yang diteteskan 3-4 tetes pada telapak tangan lalu gosok secara lembut selama kurang lebih 10 detik. Lakukan pada kedua sisinya.
  2. Letakan lensa kontak pada ujung jari telunjuk, lalu gunakan jari tengah (tangan yang memegang lensa kontak) untuk menarik kelopak mata bawah.
  3. Gunakan jari telunjuk atau jari tengah dari tangan yang lain untuk mengangkat kelopak mata atas. Lalu perlahan-lahan tempelkan lensa kontak pada mata.
  4. Lepas tangan Anda lalu berkediplah agar lensa kontak menempati posisi tengah mata dengan sempurna.
  5. Ulangi langkah di atas untuk lensa satunya.

Bagi pemula yang belum pernah memasang atau melepas softlens memang tidak bisa di pungkiri bahwa kekhawatiran selalu ada, maka dari itu sebaiknya selalu minta petunjuk dari orang yang berpengalaman.

  1. Cuci, bilas dan keringkan tangan Anda secara menyeluruh.
  2. Selalu pastikan bahwa lensa kontak berada di tengah-tengah mata Anda sebelum mencoba untuk melepasnya.
  3. Tarik kelopak mata atas dan bawah dengan jari Anda lalu cubit dengan lembut lensa kontak antara ibu jari dan jari telunjuk, kemudian tarik keluar.
  4. Bersihkan lensa kontak seperti metode sebelum memasang lalu simpan dan rendam dengan solutions dalam softlens case.

Jika Anda tidak cocok untuk menggunakan lensa kontak, sebaiknya jangan memaksakan diri. Pakailah kacamata yang sesuai dengan kebutuhan mata dan kenyamanan Anda. Selain itu, jagalah selalu kesehatan mata dengan mengonsumsi makanan sehat, seperti wortel dan cukup istirahat. Demikianlah penjelasan mengenai Lensa Kontak ini, semoga ulasan diatas bisa bermanfaat bagi pembaca.