Jamur: Pengertian Serta Ciri Dan Jenisnya

Siapa yang tidak tahu jamur? Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. Namun, jamur ini akan segera mati setelah musim kemarau tiba.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan, misalnya jamur merang, jamur tiram dan jamur kuping. Nah, pastinya semua sudah pernah melihat jamurkan? Namun masih banyak yang belum paham akan definisinya, untuk itu ada baiknya jika kita bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian Jamur

Jamur adalah organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk hidup. Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tersendiri dan tidak termasuk dalam kingdom protista, monera maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari organisme lainnya).

Jamur mengambil makanannya dengan cara arbsorbsi dari lingkungan dan dapat berkembang baik dengan spora. Jamur (fungi) banyak ditemukan pada lingkungan sekitar yang tumbuhan subur khususnya pada musim hujan, karena jamur menyukai habitat yang tempatnya lembab. Tetapi jamur dapat ditemukan disemua tempat yang terdapat materi organik. Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur disebut dengan mikologi. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler.

Jamur uniseluler berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk tunas dan secara seksual dengan membentuk spora askus. Sedangkan jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel membentuk benang seperti kapas, yang disebut benang hifa. Dalam perkembangbiakkannya secara aseksual ia memutuskan benang hifa (fragmentasi), membentuk spora aseksual yaitu zoospora, endospora dan konidia. Secara seksual melalui pelebuan anatara inti jantan dan inti bentina sehingga terbentuk spora askus atau spora sidium.

Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada juga dengan cara generatif. Jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya. Setelah itu, menyimpannya dalam bentuk glikogen. Jamur merupakan konsumen, maka dari itu jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

Jamur bertalus atau tubuh yang sederhana dengan tidak memiliki akar, batang dan daun. Jamur tidak berklorofil sehingga tidak membutuhkan cahaya matahari dalam menghasilkan makanan. Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya.

Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. Jamur berhabitat pada bermacam-macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. Jamur dibedakan menjadi 4 divisio, yaitu Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota.

Ciri-Ciri Jamur

Jamur memiliki ciri khusus yang bisa kita kenali dari bentuk fisik maupun dari tekstur jamur itu sendiri. Beberapa ciri-ciri jamur adalah sebagai berikut:

  • Organisme eukariota.
  • Tidak memiki klorofil.
  • Bersifat uniseluler dan multiseluler.
  • Bereproduksi secara generatif dan vegetatif.
  • Tidak memiliki flagela dalam daur hidupnya.
  • Tidak mengandung selulosa pada dinding selnya, melainkan karbohidrat kompleks (termasuk kitin).
  • Jamur tumbuh pada habitat yang lembab, mengandung banyak zat organik, sedikit asam dan kurang cahaya.
  • Tubuh jamur tersusun dari benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa yang bercabang-cabang akan membentuk miselium. Hifa ada yang bersekat dan tidak bersekat. Hifa yang tidak memiliki sekat dan tidak memiliki inti disebut dengan senositik.
  • Reproduksi aseksual dengan sporagium, yaitu menghasilkan spora seksual (konidiospora atau sporangiospora), sedangkan reproduksi seksual dengan konjungsi pada hifa yang menghasilkan zigospora, basidiospora, askopora.

Jenis-Jenis Jamur Yang Dapat DiKonsumsi

Dari 70.000 macam jamur yang ada di dunia. Ada beberapa jamur yang dapat dikonsumsi dan juga berbahaya untuk dikonsumsi. 35 diantaranya sudah dibudidayakan dan hanya 8 dari 35 dikomersilkan untuk skala industri. Jamur merupakan salah satu jenis bahan makanan yang menyehatkan. Jamur bukan buah maupun sayuran, namun bahan makanan yang satu ini kaya akan antioksidan.

Selain itu, jamur rendah kalori dan hampir tidak memiliki lemak. Vitamin D dan B12 juga bisa ditemukan dalam jamur. Berikut ini merupakan beberapa jenis jamur yang banyak dibudidayakan dan layak untuk di komsumsi.

1. Jamur Tiram

Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) memiliki bentuk yang menyerupai cangkang kerang laut atau tiram. Jamur tiram ini hanya dapat di budidayakan dan tidak sembarang di temukan di manapun kecuali di tempat budidaya jamur. Jamur tiram memiliki kandungan protein tinggi, lemak, fospor, besi, thiamin dan juga riboflin yang sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah penyakit dalam tubuh.

Misalnya membantu memberikan asupan protein dan nutrisi di dalam tubuh dengan baik. Jamur tiram adalah jenis jamur yang bisa kita makan karena rasanya yang enak dan memberi manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Jamur tiram dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah anemia, sehingga kita tidak mudah terserang penyakit.

2. Jamur Kancing

Jamur kancing merupakan salah satu jenis jamur komsumsi lainnya. Disebut dengan nama jamur kancing karena jamur ini memiliki bentuk yang mirip dengan kancing pakaian. Jamur ini memiliki bentuk bulat dengan warna putih bersih, krem dan coklat. Jamur kancing memiliki nama latin Agaricus bisporus memiliki banyak manfaat. Setiap butir jamur kancing dengan ukuran besar memiliki kandungan sodium, bebas lemak dan kaya akan vitamin (seperti vitamin B dan pottasium).

Selain itu jamur kancing memiliki kandungan mineral yang tinggi dan rendah kalori serta memiliki rasa manis. Selain karna memiliki banyak manfaat yang didapatkan, banyak negara di dunia membudidayakan jenis jamur ini karena jamur ini memiliki harga yang sedikit mahal sehingga menjadikan sebagai peluang usaha yang menggiurkan.

3. Jamur Merang

Sekitar 16% dari total produksi jamur dunia berupa jamur merang. Jamur merang (Volvariella volvacea, sinonim: Volvaria volvacea, Agaricus volvaceus, Amanita virgata atau Vaginata virgata) atau kulat jeramoe dalam bahasa Aceh merupakan salah satu spesies jamur pangan yang banyak dibudidayakan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang beriklim tropis atau subtropis. Jamur ini telah lama dibudidayakan sebagai bahan pangan karena spesies ini termasuk golongan jamur yang paling enak rasanya dan mempunyai tekstur yang baik.

4. Jamur Shitake

Jamur yang satu ini memiliki tekstur daging yang cukup tebal. Awal nama dari shiitake adalah jamur dari pohon shii yang sudah lapuk dan menjadi tempat tumbuh dari jamur ini. Jamur shitake adalah jamur yang berasal dari china dengan sebutan Chinese Black Mushroom.

Jamur ini biasanya di olah dan digunakan untuk sop miso, acar, keripik dan campuran lainnya. Harga jamur ini memiliki harga yang sangat mahal di bandingan dengan lainnya. Selain itu juga manfaat jamur ini sangat baik untuk kesehatan tubuh terutamanya adalah melancarkan metabolisme di dalam tubuh.

5. Jamur Kuping

Jamur Kuping merupakan jamur yang pertama kali dibudidayakan bahkan sebelum jamur Shiitake di Cina. Di Indonesia jamur Kuping sangat lumrah dikenal di kalangan masyarakat menengah ke bawah setelah jamur merang. Masyarakat tradisional masih sering mengambil jamur ini dari alam yang biasanya tumbuh pada batang-batang yang sudah lapuk.

Jamur Kuping terutama jenis jamur kuping hitam (Auricularia polytricha) saat ini sudah banyak dibudidayakan secara modern dalam log-log serbuk kayu. Jamur kuping ini memiliki bentuk daun yang hampir sama dengan kuping manusia, sehingga banyak yang menyebutkan jamur kuping. Jamur kuping ada 3 macam yaitu;

  • Jamur kuping hitam
  • Jamur kuping merah
  • Jamur kuping agar

Jamur kuping hitam sangat bermanfaat untuk mengobati dan mengatasi sakit jantung, menurunkan kolesterol dan juga anti pendarahan.

Peranan Jamur

Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.

  1. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
  2. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.
  3. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti dan bir.
  4. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
  5. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.

Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut;

  1. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.
  2. Phythophthora infestan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang.
  3. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.
  4. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
  5. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.
  6. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

Nah, dari penjelasan diatas sudahkah anda paham bahwa ada beberapa jamur yang sangat baik untuk kita konsumsi. Bahkan terdapat juga manfaat dari tumbuhan yang bersifat parasit tersebut. Untuk itu demikianlah penjelasan mengenai pengertian jamur serta ciri dan jenis yang dapat dikonsumsi oleh manusia.