Jenis-Jenis Kamera Dan Kegunaannya

Tidak seperti jaman dahulu ketika pilihan tipe kamera sangat terbatas, di masa kini sudah banyak dikembangkan jenis kamera untuk memenuhi beragam kebutuhan pecinta fotografi. Variasi ini pun bertambah seiring dengan tuntutan jaman atas perbedaan tujuan dan dananya.

Dalam penggunaannya, kamera memiliki jenisnya masing-masing dikarenakan perbedaan tujuan atau tempat, selain itu kamera juga memiliki perbesaran film yang berbeda-beda dikarenakan perbedaan tujuannya. Berikut ini adalah jenis-jenis kamera berdasarkan fungsinya yang akan dijelaskan secara lengkap.

Pengertian Kamera

Kamera merupakan seperangkat perlengkapan yang memiliki fungsi untuk mengabadikan suatu objek menjadi sebuah gambar yang merupakan hasil proyeksi pada sistem lensa. Kamera pertama kali disebut sebagai camera obscura, yang berasal dari bahasa latin yang berarti ruang gelap.

Camera obscura merupakan sebuah alat yang terdiri dari ruang gelap atau kotak, yang dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan dua buah lensa konveks, kemudian menempatkan gambar objek eksternal tersebut pada sebuah kertas/film, film tersebut diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut.

Kamera saat awal munculnya memang berbentuk besar tapi kini kamera sudah mengalami perkembangan fitur hingga mengalami penyusutan ukaran agar bisa dimana saja. Jenis kamera tidak hanya satu saja, pihak-pihak pengembang kamera seperti Canon, Nikon, Sony, Lumix dll mulai mengembangkan kamera sesuai kebutuhan kita. Untuk mengetahuinya mari kita simak jenis-jenis kamera pada ulasan dibawah ini.

Jenis-jenis Kamera Dan Fungsinya

Dalam dunia fotografi kita banyak mengenal berbagai jenis kamera yang digunakan untuk menangkap dan mengabadikan setiap momen dalam hidup kita. Berbagai macam kamera dapat di kelompok kan menjadi beberapa kelompok yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

1. Compact Digital/Pocket

Kamera jenis ini merupakan kamera digital paling simpel. Dengan ukurannya yang tidak telalu besar dan pas di kantong atau biasa disebut kamera saku, menjadikan kamera ini banyak dipilih untuk pengguna yang membutuhkan kamera yang hanya sekedar mendapat foto saja. Dengan fitur standar namun memiliki mobilitas tinggi. Kamera ini juga tidak mempunyai shoot mode dialer.

Biasanya untuk menekan harga kamera ini memiliki dua jenis input bateri, batre AAA atau pun bateri bawaan yang bisa di charge. Yang menggunakan bateri AAA harganya jauh lebih murah.

Ciri-ciri Kamera Digital adalah:

  • Bentuknya ringkas.
  • Memiliki fitur manual dan otomatis.
  • Lensa sudah mampu menggunakan kombinasi digital zoom.
  • Beberapa diantaranya memiliki beberapa aksesoris.
  • Dapat memilih format foto RAW.

Kelebihan Kamera Compact Digital:

  • Sensor Yang Lebih Kecil.
  • Ukuran Lebih Kecil Dan Mudah Dibawa Keman-Mana.
  • Harga Terjangkau.

Kekurangan Kamera Compact Digital:

  • Auto Focus Yang Lambat.
  • Kualitas gambar yang kurang bersih.
  • Kualitas rentang dinamis yang kurang baik.

2. Mirrorless Camera

Kamera mirrorless adalah kamera yang tidak memiliki cermin dan jendela bidik optik seperti kamera DSLR, namun kualitas gambarnya setara karena image sensor yang digunakan sama besar.Oleh sebab itu, ukuran kamera mirrorless lebih kecil dan ringan dari kamera DSLR dan bisa ganti lensa. Mirrorless sejatinya adalah DSLR yang dihilangkan bagian pemantul cahayanya (mirrorbox).

Kamera mirrorless mencoba membuat dimensi kamera yang kecil, dengan syarat harus menghilangkan cermin dan prisma. Konsekuensinya adalah tidak ada jendela bidik optik, jadi dalam membidik hanya melalui cara live view yang artinya kita melihat di LCD dan pada prinsipnya itu adalah melihat apa yang ‘dilihat’ oleh sensor.

Dampaknya adalah sensor terus menerus bekerja mengolah apa yang diterimanya dari lensa, sehingga menguras tenaga baterai. Kalau di kamera DSLR, kita membidik dari jendela bidik optik, dan sensor hanya bekerja saat anda menekan tombol jepret.

Ciri-ciri Kamera Mirrorless:

  • Ukuran relatif lebih kecil dan ringkas.
  • Jauh lebih ringan.
  • Kualitasnya hasil fotonya tidak jauh-jauh amat dari DSLR.
  • Ukuran sensornya setara DSLR kelas menengah.
  • Memiliki opsi mengganti lensa.
  • Harganyapun tidak semahal kamera DSLR (mmm, kecuali Leica dan Fujifilm X).

Keuntungan Kamera Mirrorless ialah:

Kamera ini lebih cepat mengambil gambar dibanding DSLR. Sebab pantulan gambar langsung mengenai sensor tanpa melalui cermin/pentaprisma terlebih dulu dan masalah fokus pun sangat cepat dan APSC memberikan kualitas gambar yang sama dan bisa ganti lensa memberikan nilai + sendiri.

Kekurangan Kamera Mirrorless:

Gambar dalam jendela bidik dibalik secara horizontal (dari kiri ke kanan) yang mengakibatkan pembingkaian foto yang sulit, terutama bagi pengguna yang belum berpengalaman atau dengan subjek yang bergerak.

3. Kamera Prosumer

Kamera prosumer adalah sebuah kamera hasil perpaduan dari kamera DSLR dan juga kamera pocket. Perpaduan jenis-jenis kamera DSLR dan kamera pocket terdapat pada bentuk kamera prosumer yang mirip DSLR namun lebih kecil. Kata “prosumer” diambil dari PROfesional dan conSUMER. Kamera yang berjenis “point and shoot” ini mempunyai fitur lebih lengkap dibandingkan dengan kamera saku, antara lain pengaturan exposure dan iso secara manual.

Ada beberapa orang yang menggunakan kamera jenis ini untuk memulai belajar fotografi karena dirasa lebih praktis dan fungsional daripada kamera DSLR. Dengan demikian Anda bisa memiliki kamera yang muat pada tempat kecil, namun hasil gambar dan juga fungsinya hampir sama dengan menggunakan kamera DSLR. Dari salah satu produk kamera bahkan memproduksi prosumer yang hasilnya tidak kalah dengan DSLR dan kemampuan zoom yang tinggi yakni 56 kali zoom.

Ciri-ciri Kamera Prosumer:

  • Kamera prosumer terdiri dari dua jenis, yaitu Kamera prosumer berbentuk Kamera digital SLR (DSLR-like) yang juga disebut Bridge Camera, dengan lensa tetap yang tak dapat dilepas, sedangkan MILC walaupun lensanya dapat dilepas, tetapi tidak memiliki.
  • Cermin Reflex dan tentunya juga tidak memiliki Optical Viewfinder dan sebagai gantinya dipakai Electronical Viewfinder atau layar LCD saja.

Kelebihan Kamera Prosumer:

  • Memiliki kemampuan ultrazoom yang hebat.
  • Ukuran lebih kecil dan lebih ringan dibanding kamera DSLR.
  • Fitur mirip dengan kamera DSLR.
  • Beberapa kamera memiliki fitur fast caputer.
  • Cocok digunakan untuk macro photography.

Kekurangan Kamera Prosumer:

Sensor prosumer yang lebih kecil disbanding DSLR berakibat kualitas hasil foto tidak bisa sebaik kamera DSLR.
Kecepatan auto focus dan jeda antar satu foto dengan foto selanjutnya juga.
Merupakan kendala bagi yang membutuhkan moment penting dan cepat.

4. Kamera DSLR

DSLR adalah kependekan dari Digital Single lens Reflex. Dalam bahasa yang gampang, DSLR adalah kamera yang memanfaatkan cermin untuk mengarahkan cahaya dari lensa ke viewfinder. Viewfinder adalah lobang kecil dibelakang kamera tempat kita mengintip obyek foto.

Kamera DSLR adalah kamera yang paling banyak digunakan fotografer prosfesional. Namun saat ini tidak hanya fotografer profesional saja yang menggunakanya, para pemula dan pecinta fotografi banyak juga menggunakanya. Mereka memilihnya karena memiliki fitur lebih komplit dan mampu menghasilkan gambar memuaskan dalam kualitas gambar yang diberikan.

Ciri-Ciri Kamera DSLR:

  • Lensa dapat diganti sesuai kebutuhan.
  • Menggunakan lensa kit 18-55mm.
  • Aksoris kamera lebih banyak.

Kelebihan Kamera DSLR:

  • Lebih fleksibel dalam penggunaan.
  • Kualitas gambar lebih memuaskan.
  • Fitur fotografi lebih memadai.
  • Mudah untuk upgradable.
  • Kinerja sangat mumpuni untuk fotografi.

Kekurangan Kamera DSLR:

  • Harga relatif lebih mahal.
  • Ukuran lebih besar dari kamera lainya.
  • Tidak cocok untuk para pemula.

5. Bridge Camera

Jenis kamera digital prosumer atau disebut juga Bridge CDC (Compact Digital Camera). Jenis kamera ini disebut bridge karena menjembatani pengguna kamera pocket untuk mendapatkan fitur dan kualitas yang lebih baik. Kualitas jenis kamera ini berada diantara kamera pocket dan kamera profesional (DSLR).

Ciri-ciri Kamera Bridge :

  • Kemampuan zoomnya yang saat ini sudah melampaui 50x bahkan 60x dan untuk itu diperlukan sistem stabilisasi yang mumpuni, sehingga ada Bridge Camera yang dilengkapi dengan 5-axis Image Stabilization (Pitch, Yaw, Roll, Vertical Shift and Horizontal Shift), sehingga lebih unggul dari pada Sistem Stabilisasi yang dimiliki oleh Kamera digital SLR.
  • Image Stabilization yang unggul juga berguna untuk pengambilan gambar video sambil berjalan dan tentunya juga dapat mengambil foto dengan Kecepatan yang lebih lambat.

Kelebihan Kamera Bridge:

  • Punya lensa yang bisa zoom sangat jauh (ideal untuk foto subjek yang jauh seperti burung, atau pemandangan seperti detail gunung dll.
  • Sebagai perbandingannya, lensa kamera superzoom dapat mencapai lebih dari 500mm. Beberapa diantavranya mencapai 1000mm. Sedangkan untuk kamera DSLR kebanyakan 200-300mm dan itu pun perlu membeli lensa zoom telefoto terlebih dahulu.
  • Ukuran dan beratnya lebih ringan dan sedikit lebih kecil.
  • Beberapa kamera memiliki kecepatan foto berturut-turut melebihi 10 foto per detik.
  • Relatif murah dibandingkan kamera DSLR.

Kekurangan Kamera Bridge:

  • Kualitas foto masih jauh dibandingkan hasil kamera DSLR karena pemakaian sensor foto yang sangat kecil. Kualitas foto yang dihasilkan lebih menyerupai kualitas kamera saku atau ponsel canggih.
  • Karena bukaan lensa biasanya makin kecil saat zooming, maka kita perlu cahaya lingkungan yang terang. Jika cahaya agak gelap, seperti sore hari atau di dalam ruangan, kualitas foto akan sangat menurun. Mengunakan tripod akan sangat membantu di dalam ruangan.
  • Tidak bisa ganti-ganti lensa seperti kamera DSLR.
  • Banyak.

6. Kamera Polaroid

Kamera polaroid atau biasa disebut dengan kamera langsung jadi adalah model kamera yang dapat memproses foto sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan. Kamera polaroid ini menggunakan film khusus yang dinamakan film polaroid. Film polaroid yang dapat menghasilkan gambar berwarna dinamakan film polacolor.

Menurut sejarahnya, kamera polaroid atau kamera gambar seketika jadi ini dirancang untuk pertama kalinya oleh Edwin Land, dari perusahaan Polaroid dan dipasarkan sejak tahun 1947. Nama Polaroid itu sebetulnya adalah merek dagang, seperti orang menyebut semua pasta gigi dengan nama Odol, atau orang menyebut sepeda motor dengan nama Honda.

Dan saat ini ada kamera polaroid digital. Kamera ini merupakan generasi teranyar dari jenis kamera polaroid. Dilihat dari bentuknya memang sangat mirip dengan kamera digital lainnya, yaitu lengkap dengan layar LCD.

Kelebihan Polaroid:

Kamera ini sangat unik karena langsung terbentuk tanpa penyetingan ulang pada kamera. Kelebihan inilah yang menjadikan kamera ini sangat unik dan menyenangkan untuk digunakan karena akan memberi efek yang berbeda dan tiba-tiba sesuai dengan jepretan kita. Hal itulah yang menjadikan penggemar dari kamera tersebut sangat bahagia untuk menantikan hasil jepretan mereka. Dan mampu mencetak foto hanya dalam hitungan menit.

Kekurangan Polaroid:

Kamera polaroid yaitu kualitas gambarnya yang tidak lebih bagus dari kamera digital pada masa sekarang. Kelemahan lainnya adalah ukuran foto yang standar karena memang ukuran kertas menyesuaikan dengan bentuk kameranya.

Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan teknologi kamera semakin hari berkembang semakin pesat. Fungsi dan kebutuhan penggunaanya pun semakin luas dirasakan oleh berbagai pihak. Kamera tidak hanya digunakan sekedar untuk menangkap objek yang berfungsi sebagai kenang-kenangan semata, tetapi juga digunakan untuk menangkap objek yang sedang bergerak.

Sebut saja perkembangannya kemudian seperti kamera video, kamera mikro, kamera sensor dan lain sebagainya. Perkembangannya pun telah meliputi berbagai bidang, seperti pada bidang sinematografi, pendidikan, kedokteran, dan bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan pun tidak terlepas dari penggunaan teknologi kamera ini.

Bagi pemula yang sedang mempelajari fotografi dan ingin menjadi seorang fotografer handal sebagai salah satu prospek kerja ilmu komunikasi, terdapat beberapa hal yang harus dipahami seperti teknik dasar fotografi, macam-macam komposisi fotografi, macam-macam lensa kamera, berbagai jenis kamera dan seluk beluknya dan lain sebagainya. Sebagimana halnya sejarah perkembangan teknologi komunikasi atau sejarah perkembangan teknologi informasi.

Kamera juga memiliki perjalanan sejarahnya sendiri yang tentunya terkait erat dengan perkembangan dalam teknologi fotografi itu sendiri. Evolusi kamera dimulai di penghujung abad 19 yang ditandai dengan lahirnya kamera studio yang berdiri di atas tripod dengan menggunakan piringan kaca fotografis.Kamera fotografi kemudian terus berkembang hingga kini. Nah untuk itu ada baiknya jika memahami terlebih dahulu mengenai bagian-bagian dari kamera tersebut.

Bagian-Bagian Kamera

Kenapa bagian-bagian kamera harus di ketahui dengan seksama? Karena untuk mendapatkan hasil gambar yang maksimal, anda harus mengetahui apa saja bagian-bagian kamera dan fungsinya. Dengan dengan mengetahui bagian-bagian kamera dan fungsinya, maka anda bisa melakukan pengaturan kamera dengan leluasa. Untuk lebih jelasnya, berikut ini bagian-bagian kamera dan fungsinya :

  1. Lensa, yaitu bagian kamera yang berada di bagian depan kamera dan menyatu dengan body kamera. Fungsi lensa sendiri yaitu sebagai pemantul objek yang akan di bidik.
  2. Tombol Stabilizer (IS, VR, VC), yaitu bagian kamera yang berfungsi untuk menstabilkan getaran tangan saat hendak membidik objek. Namun sayangnya tidak semua lensa memiliki fitur ini.
  3. Tombol pembuka lensa, lensa merupakan bagian dari kamera yang dapat di pisahkan dengan body kamera. Nah untuk melepaskan lensa dari bodynya, anda cukup menekan tombol pembuka lensa sembari memutar lensa ke arah kiri.
  4. Tombol fokus sendiri terdiri dari 2 mode, yaitu mode auto fokus (AF) dan manual focus (MF). Model AF di gunakan saat anda enggan mengatur titik fokus secara manual, sedangkan MF di gunakan untuk mengatur titik fokus secara manual.
  5. Tombol pembuka flash, tombol yang hanya akan berfungsi ketika kamera dalam keadaan standby.
  6. Built-in flash light, yaitu blitz atau flash, dimana lampu ini sering kali di terjemahkan sebagai lampu kilat. Dan berfungsi untuk membantu pencahayaan saat pemotretan pada kondisi gelap.
  7. Tombol shutter, yaitu bagian kamera yang berfungsi untuk mengambil gambar.
  8. Grip, yaitu bagian kamera yang menonjol di sebelah kanan anatomi dan berfungsi untuk pegangan kamera.
  9. Anti red eye, bagian kamera yang berfungsi untuk mencegah hasil gambar dengan mara subjek nampak merah.
  10. Tombol review, untuk melihat hasil foto yang ada pada layar LCD.
  11. Tombol delete, berfungsi untuk menghapus foto atau data lain pada kamera.
  12. Tombol navigasi, yaitu tombol yang berfungsi untuk mengendalikan program kamera, dan biasa bentuk tombol navigasi di setiap kamera berbeda.
  13. Tombol Fn/Q, yang berfungsi untuk mengubah fungsi tombol navigasi menjadi fungsi shortcut.
  14. Tombol AV, berfungsi untuk mengatur bukaan diafragma/aperature.
  15. Tombol zoom, berfungsi untuk memperbesar hasil foto maupun mendekatkan objek yang hendak di bidik.
  16. Mode-dial, adalah menu yang berfungsi untuk merubah mode eksposure/modus pemotretan.
  17. Tombol Lifeview, berfungsi untuk mengalihkan layar bidik dari viewfinder ke liveview.
  18. Viewvinder, jendela kecil yang berfungsi untuk melihat objek yang hendak di bidik.
  19. Tombol menu, untuk menunjukkan pengaturan utama pada kamera.
  20. Layar LCD, bagian utama kamera yang akan menampilkan keterangan settingan kamera.
  21. Tombol ISO, tombol pintas untuk mengatur ISO.
  22. Main-dial, navigasi yang berfungsi untuk menggeser pilihan menu.
  23. Tombol display, berfungsi untuk mengaktifkan mode standby.
  24. Tombol on/off, berfungsi untuk menyalakan dan mematikan kamera.

Mempelajari jenis-jenis kamera digital dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah kita mengetahui dan memahami berbagai jenis kamera digital dan fitur yang dimiliki serta fungsi masing-masing kamera dalam dunia fotografi. Demikianlah ulasan mengenai jenis-jenis kamera. Semoga dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan mengenai berbagai jenis kamera  dan fungsinya.