Katarak, Penyebab Dan Gejala Serta Pengobatannya

Dari per 2 juta penduduk Indonesia, 1,5 persennya menderita katarak dan lebih dari 50 persen kasus mata katarak ini menyebabkan kebutaan. Indonesia menempati peringkat kedua dengan kasus kebutaan tertinggi setelah Eutopia dan peringkat pertama di Asia Tenggara.

Katarak adalah dimana lensa mata yang biasanya bening, akan mengaburkan penglihatan menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total. Dalam Perkembangannya katarak yang terkait dengan usia penderita dapat mengalami pengerasan lensa.

Lensa mata adalah bagian transparan di belakang pupil (titik hitam di tengah bagian mata yang gelap) yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada lapisan retina. Dengan adanya katarak, kejernihan lensa mata berkurang dan cahaya yang masuk ke mata menjadi terhalang. Nah, maka dari itu ada baiknya jika mengetahui apa penyebab mata mengalami katarak, simak ulasan berikut ini.

Penyebab Mata Katarak

Mata merupakan jendela Anda dalam melihat dunia. Walaupun begitu, terkadang Anda tidak pernah menyadari pentingnya funsgi mata hingga Anda mengalami gangguan kesehatan mata. Seperti halnya katarak, sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang atau kecelakaan yang menyebabkan perubahan pada jaringan lensa mata.

Data statistik menunjukkan bahwa lebih dari 90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 550% orang berusia 75-85 tahun daya penglihatannya berkurang akibat katarak. Menurut WHO, bekisar 48% kebutaan yang terjadi di dunia ini yang diwakili 18 juta jiwa terjadi akibat katarak.Namun apakah katarak dapat terjadi meski usia belum memasuki usia lanjut? Ternyata tak hanya karena usia saja yang menyebabkan seseorang mengalami katarak, namun ada penyebab lain yang membuat mata mengalami gangguan, berikut beberapa penyebab lainnya.

  • Faktor Keturunan

Salah satu penyebab katarak ini ialah disebabkan oleh faktor keturunan atau faktor genetik. Faktor genetik adalah faktor yang tidak dapat dihindari, jika anda memiliki keluarga yang menderita katarak maka kemungkinan anaknya pun bisa menderita katarak ini karena kelainan kromosom bisa mempengaruhi kualitas lensa mata. Faktor keturunan ternyata lebih besar memegang peran terhadap perkembangan katarak, ketimbang faktor gaya hidup seperti merokok yang selama ini dianggap sebagai biang utama.

  • Diabetes

Pengidap diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 harus sangat berhati-hati untuk mengontrol gula darah Anda. Kadar gula darah tinggi yang berlangsung dalam waktu lama bisa menyebabkan komplikasi ke berbagai organ tubuh, salah satunya adalah lensa mata Anda. Ya, pengidap diabetes memiliki risiko penyakit katarak lebih cepat jika dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.

Hubungan antara diabetes dengan katarak terletak pada gula dalam darah Anda. Gula yang ada pada darah sebagian akan masuk ke lensa mata sebagai nutrisi. Ketika kadar gula darah Anda tidak terkontrol, maka kadar gula pada lensa mata pun akan meningkat. Kadar gula pada lensa yang tinggi menyebabkan air masuk ke dalam lensa sehingga lensa jadi bengkak.

Setelah itu, pada lensa mata ada enzim yang mengubah gula menjadi zat sorbitol. Sorbitol yang menumpuk dapat menyebabkan perubahan protein pada lensa sehingga lensa menjadi keruh. Perlahan-lahan katarak pun akan menyerang penglihatan Anda.

  • Galaktosemia

Adalah suatu kondisi yang mencegah Anda dari mencerna galaktosa, gula sederhana yang ditemukan dalam produk susu. Galaktosemia berarti terlalu banyak galaktosa dalam darah yang tidak sedang digunakan. Ini adalah kelainan genetik yang diturunkan dalam keluarga. Galaktosa akan diubah menjadi galaktitol, di mana keduanya akan menumpuk di dalam lensa mata.

Penumpukan keduanya akan menarik air masuk ke dalam lensa mata Anda. Jika tidak segera ditangani, lensa mata akan menjadi buram. Di antara bayi dengan galaktosemia, sekitar 75 persennya akan mengalami pembentukan katarak di kedua mata bahkan pada beberapa minggu pertamanya sejak lahir.

  • Katarak Kongenital

Katarak kongenital adalah perubahan pada kebeningan struktur lensa mata yang muncul pada saat kelahiran bayi atau segera setelah bayi lahir. Katarak jenis ini dapat terjadi di kedua mata bayi (bilateral) maupun sebelah mata bayi (unilateral).

Keruh/buram di lensa terlihat sebagai bintik putih jika dibandingkan dengan pupil hitam yang normal dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Dapat muncul dengan sporadic, atau dapat juga disebabkan oleh kelainan kromosom, penyakit metabolis (galaktosemia), infeksi intraurin (rubella) atau gangguan penyakit maternal selama masa kehamilan.

  • Toxocariasis

Toxocariasis adalah infeksi cacing gelang jenis Toxocara yang ditularkan dari binatang ke manusia. Cacing gelang ini biasanya berasal dari kucing atau anjing. Meskipun jarang terjadi, toxocariasis juga bisa terjadi karena Anda mengonsumsi daging hewan yang belum matang, terutama daging domba atau kelinci.

Cacing berbahaya ini bisa pindah dan bertelur pada tubuh manusia. Setelah itu, cacing ini akan menyebar ke berbagai organ tubuh manusia, termasuk mata. Pada mata manusia, infeksi cacing ini dapat menyebabkan timbulnya kekeruhan pada lensa.

Jenis-jenis Katarak

Jenis katarak ini dibagi berdasarkan tempat kemunculannya, setiap jenis menghasilkan nuansa penglihatan yang berbeda. Tingkat keburaman dalam melihat objek juga ditentukan dari jenis katarak tersebut. Lalu, apa saja jenis-jenis katarak tersebut?

  1. Nuclear Cataract, katarak ini menyerang pusat atau bagian tengah lensa, penderitanya bisa saja merasa bahwa kesanggupan mereka dalam membaca tampaknya membaik. Namun sebenarnya perlahan-lahan katarak mulai menciptakan lapisan buram pada lensa, sehingga lensa tampak kuning-kecokelatan dan akhirnya memengaruhi kapasitas seseorang untuk melihat warna.
  2. Cortical Cataract, katarak ini menyerang tepian luar (korteks) lensa dan membentuk lapisan putih berbentuk kerucut yang berkembang menuju pusat lensa, penderitanya juga cenderung merasa silau.
  3. Posterior Subcapsular Cataracts, katarak ini menimpa bagian belakang lensa dan menghalangi jalur masuknya cahaya menuju retina. Lapisan katarak mulanya kecil dan terlihat buram, ini memengaruhi penglihatan saat sedang membaca maupun berada di ruangan yang terang.
  4. Congenital Cataracts, katarak ini menimpa bayi yang baru lahir, ini bisa disebabkan karena infeksi yang diderita ibu hamil. Hal ini juga dikaitkan dengan penyakit multisistemik (Myotonic dystrophy), gangguan metabolisme (galaktosemia), sindrom Lowe atau Rubbella.

Gejala Katarak

Katarak muncul di lensa mata, struktur kristal berwarna transparan jelas yang ada tepat di belakang pupil. Struktur mata yang satu ini bekerja layaknya lensa kamera dengan memfokuskan cahaya ke retina di belakang mata, di mana gambar direkam. Lensa juga menyesuaikan fokus mata, yang memungkinkan kita melihat sesuatu dengan jelas baik di dekat dan jauh. Lensa terbuat dari air dan protein.

Protein ini disusun sedemikian rupa sehingga membuat lensa mata berwarna terang jelas untuk memungkinkan cahaya melewatinya. Tapi seiring bertambahnya usia, sejumlah protein dapat menggumpal dan mulai membentuk awan keruh yang menutupi lensa. Ini mencegah cahaya memasuki mata, dan juga mengurangi ketajaman gambar yang kita lihat.

Seiring waktu, kabut protein dapat meluas hingga menutupi sebagian besar lensa sehingga memberikan kita penglihatan yang berkabut atau kabur, ini adalah katarak. Dan adapun beberapa gejala umum gangguan katarak meliputi :

  • Penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek.
  • Peka terhadap sinar atau cahaya.
  • Dapat melihat dobel pada satu mata.
  • Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca.
  • Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu.

Katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. Penyebab katarak lainnya meliputi :

  • Faktor keturunan.
  • Cacat bawaan sejak lahir.
  • Masalah kesehatan, misalnya diabetes.
  • Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid.
  • Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama.
  • Operasi mata sebelumnya.
  • Trauma (kecelakaan) pada mata.

Pada awal serangan penderita katarak merasa gatal-gatal pada mata, air matanya mudah keluar, pada malam hari penglihatan terganggu, dan tidak bisa menahan silau sinar matahari atau sinar lampu. Selanjutnya penderita akan melihat selaput seperti awan di depan penglihatannya. Awan yang menutupi lensa mata tersebut akhirnya semakin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan peng­lihatannya. Maka drai itu segeralah konsultasikan masalah mata ke pihak medis agar penanganan (pengobatan) segera dilakukan.

Pengobatan

Satu-satunya pengobatan katarak yang paling efektif adalah operasi. Operasi katarak merupakan prosedur umum meliputi membuang bagian lensa yang berkabut dan digantikan dengan lensa buatan yang disebut intraocular lens implant (IOL). Kadang-kadang tidak digunakan IOL dan sebagai gantinya digunakan kacamata ataupun kontak lensa untuk mengkompensasi bagian lensa yang dibuang.

Pilihan pengobatan pada katarak juvenile (katarak yang terjadi pada usia muda/ anak-anak) bergantung pada derajat gangguan penglihatan yang ditimbulkannya. Pertimbangan untuk dilakukan operasi berdasarkan apakah katarak menganggu pertumbuhan mata yang normal. Pada jenis katarak yang tidak menganggu kualitas hidup dan hanya mempengaruhi sedikit dari penglihatan tidak memerlukan operasi dan hanya diobservasi, jika keadaan memburuk baru akan dipertimbangkan tindakan operasi.

Cara Mencegah Agar Tak Mengalami Katarak

Dalam kasus mata katarak yang terkait usia, perubahan visi bisa sangat bertahap. Beberapa orang mungkin awalnya tidak menyadari perubahan visual. Namun, seiring katarak memburuk gejala visi meningkat. Tapi beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu Anda untuk memperlambat prosesnya atau bahkan mencegahnya sama sekali. Misalnya:

1. Pakai kacamata hitam saat cuaca terik

Kenakan kacamata hitam dan topi dengan pinggiran untuk memblokir sinar matahari ultraviolet dapat membantu untuk menunda katarak. Jika Anda merokok, berhenti sekarang juga.

2. Batasi asupan karbohidrat

Menurunkan risiko katarak dapat dilakukan dengan membatasi asupan karbohidrat. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Investigative Ophthalmology & Visual Science menemukan bahwa orang yang makan banyak karbohidrat berada pada tiga kali lipat risiko katarak daripada mereka yang makan paling sedikit.

3. Minum teh

Teh hijau atau hitam dapat menyelamatkan penglihatan kita. Sebuah studi di Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan teh hijau dan hitam dapat menghambat perkembangan katarak yang terkait diabetes.

4. Perbanyak asupan vitamin C

Peningkatan asupan vitamin C telah dikaitkan dengan penurunan risiko mata katarak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa kadar tinggi vitamin C mengurangi risiko katarak sebesar 64 persen. Asupan nutrisi lainnya, seperti lutein dan zeaxanthin, vitamin E dan zinc, juga dikenal mampu untuk mengurangi risiko sejumlah penyakit mata, termasuk katarak. Para peneliti juga merekomendasikan Anda untuk perbanyak sayuran makan berdaun hijau, buah dan makanan lain dengan antioksidan.

Orang yang terkena katarak biasanya merasakan pandangan kabur yang terlihat seperti gangguan mata minus atau gangguan lain. Pada awalnya gejala ini bisa diatasi setelah memakai kacamata, tapi tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama. Pandangan mata akan tetap kabur dan tidak bisa diatasi dengan kaca mata.

Maka dari itu ada baiknya jika anda kepihak yang lebih mengerti. Dengan begini masalah katarak dapat segera diatas. Ingat katarak tak boleh diaanggap sepele karena seperti yang dijelaskan diatas bahwa kebutaan yang terjadi di dunia ini disebabkan oleh katarak.