Kelenjar Getah Bening, Penjelasan Dan Penyebab Serta Pengobatannya

Penyakit kelenjar getah bening memang bermacam-macam, mulai dari yang disebabkan oleh infeksi hingga keganasan dan bisa menyerang siapa saja. Pastinya masih ingat dong dengan kehebohan beberapa waktu yang lalu, seorang komedian terkenal Indonesia meninggal dunia akibat mengidap penyakit yang terbilang cukup berbahaya. Ya, itulah penyakit kelenjar getah bening yang merupakan salah satu penyakit berat.

Bagi tubuh, getah bening sebenarnya merupakan gumpalan jaringan yang berfungsi sebagai salah satu bagian dari sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang. Gumpalan jaringan ini bentuknya seperti kacang. Di dalamnya terdapat sel-sel darah putih yang jumlahnya sangat banyak. Nah, untuk itu kita simak bersama ulasannya dibawah ini.

Pengertian Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah sebuah jaringan berbentuk oval di dalam tubuh yang bertindak sebagai penghasil dan penyaring cairan yang disebut sebagai getah bening (limfosit). Getah bening ini berfungsi dalam pengeluaran sel-sel mati dan yang paling utama adalah sebagai alat pertahanan terhadap infeksi.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem imun dalam tubuh yang terdapat di bagian bawah rahang, ketiak dan pangkal paha. Kelenjar getah bening juga mempunyai peran untuk menangkal dan melawan bakteri, infeksi dan virus yang menyerang tubuh.

Namun jika getah bening dalam tubuh seseorang mengalami pembesaran atau pembengkakan, justru inilah yang bisa menyebabkan kondisi kesehatan seseorang menurun dan bisa beresiko terhadap munculnya penyakit. Seiring fungsinya sebagai salah satu organ penting dalam pertahanan tubuh kita, kelenjar getah bening akan ikut menunjukkan gejala ketika tubuh terserang penyakit.

Sebagai contoh, seseorang yang terkena infeksi akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar lokasi tempat terjadinya infeksi tersebut. Hanya saja perlu diketahui bahwa pembengkakan kelenjar getah bening tidak hanya disebabkan oleh infeksi semata, melainkan juga penyakit kelenjar getah bening lainnya. Lau apa penyebab utama seseorang mengalami penyakit ini?

Penyebab Kelenjar Getah Bening

Infeksi bakteri atau virus yang tergolong ringan merupakan faktor yang paling sering menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Beberapa contoh infeksi ringan tersebut adalah demam kelenjar, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, infeksi telinga dan infeksi kulit (selulitis).

Kelenjar getah bening yang bengkak akibat infeksi-infeksi tersebut biasanya disertai rasa sakit. Selain itu, terkadang penderita juga mengalami demam, batuk dan nyeri tenggorokan. Pembengkakan kelenjar ini terjadi karena respon dari sel-sel darah putih terhadap adanya suatu kondisi atau benda asing di dalam tubuh penderitanya.

Pembengkakan kelenjar getah bening juga biasanya hanya terjadi pada kelenjar yang lokasinya berdekatan dengan lokasi infeksi dan sangat jarang terjadi di seluruh tubuh. Diperlukan penelitian terkait yang mampu mendukung mengenai penyebab penyakit kanker kelenjar getah bening.

Penyakit kanker ini dapat menyerang siapa pun, baik pria maupun wanita terutama ketika berada di usia 50 tahun ke atas. Namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini menyerang orang–orang yang berada pada usia 50 tahun ke bawah. Dan berikut faktor yang menyebabkan kanker kelenjar getah bening.

1. Sistem Kekebalan Tubuh

Beberapa orang lebih berisiko terkena limfoma karena sistem kekebalan tubuh mereka (sistem dalam tubuh yang melindungi kita dari infeksi dan penyakit lain) tidak bekerja secara normal. Hal ini mungkin karena sistem kekebalan tubuh mereka melemah oleh kondisi medis lain, seperti:

  • Pengaruh obat pencegah penolakan transplantasi organ atau sumsum tulang (obat imunosupresif)  limfoma yang berkembang dalam situasi ini kadang-kadang disebut gangguan limfoproliferatif pasca transplantasi (PTLDs).
  • Infeksi HIV (human immunodeficiency virus)  banyak jenis limfoma, terutama limfoma Burkitt dan yang lebih umum limfoma sel-B besar (DLBCL).
  • Kelainan bawaan dari sistem kekebalan tubuh ini jarang terjadi dan biasanya muncul pada pasien yang sangat muda.

2. Adanya Faktor Keturunan Atau Genetik

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu penyebab dari penyakit kanker adalah adanya faktor keturunan atau genetik. Sama halnya dengan penyakit kanker kelenjar getah bening.

Apabila dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pernah mengidap penyakit kelenjar getah bening, maka ada kemungkinan bahwa anggota keluarga yang lainnya akan terserang juga. Untuk memastikan hal tersebut, diperlukan pemeriksaan riwayat penyakit yang ada pada keluarga.

3. Terjadi Kanker Darah

Penyakit kanker darah dapat menyebabkan terjadinya penyakit kanker kelenjar getah bening. Hal ini dikarenakan kelenjar getah bening dalam tubuh menjadi tidak terkendali. Apabila kita terlambat menghindari penyebab timbulnya penyakit kanker kelenjar getah bening pada leher, maka kita perlu melakukan penanganan baik berupa pencegahan atau pengobatan.

Pencegahan dapat dilakukan salah satunya dengan membiasakan pola hidup yang sehat. Sedangkan, pengobatan dapat dilakukan melalui dua cara yaitu, pengobatan herbal dan pengobatan medis. Jenis pengobatan yang akan dilakukan tergantung pada kebutuhan dan saran dari dokter.

Selain itu, kita perlu mengetahui tingkatan atau fase dari penyakit kanker kelenjar getah bening. Hal tersebut dilakukan untuk menganalisis gejala–gejala yang timbul dari adanya penyakit tersebut. Berikut adalah jenis stadium yang ada pada penyakit kanker kelenjar getah bening.

  • Stadium 1: Tahap ini disebut dengan stadium awal. Pada tahap awal, diketahui adanya limfoma yang hanya terdapat pada kelenjar getah bening.
  • Stadium 2: Pada tahap ini, limfoma mulai menyerang kelenjar getah bening bagian satu dari sisi dada atau perut.
  • Stadium 3: Pada tahap ini, limfoma mulai menyerang kelenjar getah bening dua sisi bagian perut atau dada.
  • Stadium 4: Tahap ini disebut juga sebagai stadium akhir. Pada stadium akhir, limfoma hampir menyerang 90% jaringan tubuh kelenjar getah bening yang ada pada organ tubuh lainnya.

4. Mengkonsumsi Makanan Yang Mengandung Zat Kimia

Tubuh memerlukan asupan nutrisi yang ada pada makanan. Tetapi, kita tidak boleh sembarangan dalam mengkonsumsi suatu makanan. Kita perlu memastikan bahwa makanan tersebut benar-benar layak untuk dikonsumsi atau tidak. Kita juga perlu memerhatikan zat-zat yang terkandung di dalam makanan tersebut.

Karena pada zaman yang serba modern saat ini, banyak makanan yang mengandung bahan-bahan pengawet buatan, pewarna buatan, dan zat-zat kimia lainnya. Jika makanan yang mengandung zat kimia tersebut sering dikonsumsi, maka secara perlahan akan merusak organ-organ yang ada dalam tubuh, terutama kelenjar getah bening.

Oleh sebab itu, hindari berbagai jenis makanan yang mengandung zat-zat kimia, karena hal tersebut akan menyebabkan penyakit kanker kelenjar getah bening terutama pada leher.

5. Tidak Membiasakan Berolahraga

Olahraga sangat membantu dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Kebiasaan berolahraga juga akan senantiasa membuat tubuh menjadi lebih segar dan sehat. Apabila tidak membiasakan diri meluangkan waktu untuk berolahraga, seseorang akan kesulitan menjaga kesehatan tubuhnya.

Kegiatan berolahraga akan membantu mengurangi indikasi adanya penyakit kanker kelenjar getah bening. Oleh sebab itu, sesibuk apapun kegiatan kita, ada baiknya jika kita meluangkan waktu untuk berolahraga agar sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Pembengkakan kelenjar getah bening selain jenis yang bisa pulih dengan sendirinya, ternyata ada juga jenis pembengkakan yang tergolong kategori mematikan. Pembengkakan yang tergolong mematikan ini bisa saja disebabkan karena adanya infeksi darah atau adanya penyebaran kanker pada jaringan kelenjar getah bening.

Komplikasi

Dan bahkan komplikasi dapat terjadi jika infeksi penyebab pembengkakan kelenjar tidak segera diobati. Komplikasi tersebut antara lain:

  • Pembentukan abses. Abses merupakan kumpulan nanah akibat infeksi. Nanah itu sendiri terdiri dari sel darah putih, jaringan mati, bakteri dan cairan. Jika ini terjadi, maka perlu diberikan antibiotik dan dilakukan drainase untuk membebaskan cairan abses yang terjebak tadi. Abses yang terjebak di dekat organ vital dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan.
  • Bakteremia (infeksi dalam aliran darah). Infeksi yang tidak diobati akan meningkatkan risiko penyebaraan bakteri ke dalam aliran darah dan menyebabkan sepsis. Hal ini sangat berbahaya karena dapat berujung pada gagal organ dan kematian. Penderita yang mengalami sepsis perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan terapi antibiotik melalui pembuluh darah.

Gejala Kelenjar Getah Bening

Umumnya gejala kanker getah bening baik limfoma Hodgkin maupun non-Hodgkin memiliki kesamaan. Diantaranya seperti, bengkak di area kelenjar getah bening, kelelahan, berat badan menurun, demam, berkeringat di malam hari dan gatal pada sebagian atau sekujur tubuh. Berikut, gejala atau ciri-ciri kanker getah bening.

1. Bengkak di Daerah Kelenjar Getah Bening

Gejala kanker getah bening umumnya ditandai dengan adanya benjolan atau pembengkakan di daerah kelenjar getah bening seperti leher, ketiak atau selangkangan. Gejala yang disebut juga dengan limfadenopati ini merupakan respon alami tubuh dalam melawan infeksi.

Sebenarnya ada banyak penyebab dari membengkaknya daerah kelenjar getah bening, seperti penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh atau rheumatoid arthritis dan penggunaan beberapa obat, termasuk antibiotik.

Meski begitu, pembengkakan atau benjolan akibat gejala kanker getah bening dapat dikenali dengan cara menekan benjolan tersebut. Apabila ditekan tidak terasa sakit dan benjolan terasa lebih dari satu atau bergerombol, kemungkinan besar itu merupakan gejala kanker getah bening.

2. Berkeringat Malam Hari

Berkeringat malam hari yang menjadi gejala limfoma bukan karena melakukan aktivitas fisik. Pada pasien limfoma, bisa keluar keringat pada malam hari, meskipun udara dingin atau kamar memakai AC.

Hal ini disebabkan metabolisme sel yang terganggu. Terkadang disertai meriang dari malam sampai dini hari, hingga tubuh terasa gatal-gatal.

3. Gatal

Gatal atau pruritus merupakan salah satu gejala umum dari kanker getah bening, terutama limfoma Hodgkin. Hampir sepertiga penderita limfoma Hodgkin mengalami gejala ini. Rasa gatal dapat dirasakan di tangan, kaki bahkan di sekujur tubuh. Ketika cuaca panas atau pada malam hari menjelang tidur, rasa gatal ini pun akan cenderung memburuk dan merepotkan penderitanya.

Penyebab gatal sebagai ciri-ciri kanker getah bening diduga karena zat kimia yang disebut sitokin yang mengganggu saraf di kulit dan membuatnya gatal. Sitokin dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai reaksi terhadap sel limfoma.

4. Berat Badan Menurun Tanpa Sebab

Berat badan yang mengalami penurunan tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai sebagai ciri-ciri kanker getah bening. Penurunan berat badan ini terjadi akibat sel-sel kanker yang terus menerus menggerogoti tubuh penderitanya dengan mengambil berbagai nutrisi yang seharusnya diperuntukkan bagi sel-sel tubuh yang sehat. Lambat laun tubuh pun akan kekurangan nutrisi penting yang sangat memengaruhi kerja organ tubuh secara keseluruhan.

Pada akhirnya, tubuh akan terasa semakin lemas dan berat badan pun perlahan-lahan menurun. Waspadailah apabila Anda mengalami penurunan berat badan lebih dari 5% dalam sebulan atau lebih dari 10% dalam 6 bulan. Segera periksakan diri ke dokter dan lakukan pengobatan dengan segera sebelum kanker memasuki stadium lanjut.

5. Demam

Banyak penyakit yang menimbulkan gejala demam. Namun, pada pasien limfoma, demam yang terjadi biasanya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 37 derajat celsius dan tidak pernah lebih dari 38 derajat celsius. Demam pun akan hilang timbul.

Stimulasi peningkatan suhu tubuh ini ditimbulkan oleh infeksi akibat sel-sel kanker yang menyerang sehingga merangsang pengaturan ulang termostat di hipotalamus. Selain itu, pengaturan termostat tubuh juga akan menimbulkan sensasi kedinginan atau menggigil di seluruh tubuh. Itulah mengapa, demam sebagai ciri-ciri kanker getah bening akan hilang timbul.

Pengobatan Kelenjara Getah Bening

Sebenarnya pembengkakan kelenjar getah bening bisa sembuh dengan sendirinya apabila penyebabnya masih tergolong ringan (misalnya pilek atau demam kelenjar). Anda hanya perlu istirahat dan minum banyak cairan. Untuk meredakan gejala nyeri, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakityang bisa dibeli secara bebas di apotek. Dan adapun pengobatan yang sesuai dengan penyebab kelenjar getah bening tersebut.

1. Kanker

Selain karena infeksi ringan, pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat disebabkan oleh kanker. Beberapa jenis kanker yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening antara lain seperti limfoma (kanker kelenjar getah bening primer), leukemia, melanoma dan kanker mulut atau kerongkongan.

Pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh kanker, ditandai dengan beberapa gejala. Diantaranya seperti demam, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, menurunnya nafsu makan berkepanjangan, telinga berdengung dan timbulnya rasa gatal di tangan, kaki bahkan di sekujur tubuh.

Karakteristik kelenjar getah bening yang membengkak karena kanker umumnya keras, tidak terasa nyeri, cenderung tidak bergerak dan bila ditekan benjolan terasa lebih dari satu atau bergerombol.

Cara mengobati kelenjar getah bening bengkak karena kanker harus melalui tahapan pemeriksaan, pemindaian hingga biopsi atau pengambilan sampel kelenjar getah bening yang diperiksa oleh dokter spesialis Patologi Anatomi. Kemudian barulah dokter dapat mengambil tindakan medis yang tepat untuk mengobatinya.

2. Infeksi Ringan Infeksi Ringan

Baik karena infeksi virus atau bakteri, menjadi penyebab paling umum dari pembengkakan kelenjar getah bening. Contoh infeksi yang tergolong ringan ini diantaranya seperti radang tenggorokan, radang amandel, flu atau selesma, infeksi gigi, infeksi telinga dan selulitis (infeksi kulit).

Karakteristik kelenjar getah bening yang membengkak karena infeksi ini bersifat lunak (kenyal), dapat digerakkan dan bila ditekan terasa nyeri. Kadangkala penderitanya juga mengalami demam, batuk juga nyeri tenggorokan. Cara mengobati kelenjar getah bening bengkak karena infeksi, meliputi:

  • Pengompresan area yang mengalami pembengkakan dengan kompres air hangat.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol, aspirin, atau ibuprofen. Apabila infeksi akibat bakteri, maka dapat mengonsumsi antibiotik. Konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan menggunakan obat-obatan tersebut.
  • Istirahat yang cukup.

3. Penyakit Autoimun

Meskipun jarang terjadi, pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat disebabkan oleh penyakit autoimun. Yaitu suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang organ-organ tubuh sendiri. Contohnya seperti HIV/AIDS, rheumatoid arthritis atau rematik dan lupus eritematosus sistemik (SLE).

Cara mengobati kelenjar getah bening bengkak karena penyakit autoimun, meliputi:

  • Pemberian obat anti virus.
  • Menekan respon imun.
  • Mengurangi tingkat gejala dari kondisi yang mendasarinya.

Pemeriksaan medis dapat dilakukan dengan pemeriksaan jaringan kelenjar getah bening melalui metode eksisional biopsi ataupun insisional biopsi. Tes darah juga membantu, untuk mengetahui jumlah sel darah putih. Sekalipun ciri-cirinya sudah terlihat jelas, pemeriksaan medis akan membantu dokter untuk melihat stadium kanker yang telah bersarang dalam tubuh Anda.

Bila kanker ditemukan masih dalam tahap awal perkembangannya, besar kemungkinan Anda belum perlu melakukan proses pengobatan atau pembedahan yang menyakitkan. Jadi, penting untuk Anda mengenali ciri-ciri kanker kelenjar getah bening untuk deteksi dini.

Tips Mencegah Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

  • Memperbanyak konsumsi makanan berserat.
  • Penuhi kebutuhan tubuh akan asupan air dengan minum air putih secukupnya. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet.
  • Hindari penggunaan obat-obatan yang banyak mengandung steroid. Jauhi rokok.
  • Konsumsi lebih banyak vitamin untuk mengembalikan kekebalan tubuh.

Perlu di ingat bahwa, kelenjar getah bening yang bengkak bukan merupakan penyakit melainkan tanda dari suatu penyakit. Jadi dalam mengobatinya, hal pertama yang harus dilakukan yakni dengan memastikan dahulu penyebabnya, barulah kemudian ditentukan cara pengobatan yang tepat.

Jika Anda memang perlu memeriksakan ke pihak medis, pengobatan pembengkakan kelenjar getah bening akan disesuaikan oleh pihak medis dengan kondisi yang mendasarinya. Sebagai contoh, jika pembengkakan disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik.

Begitu pula jika pembengkakan disebabkan oleh penyakit autoimun, misalnya rheumatoid arthritis atau lupus, maka terapi akan difokuskan untuk mengobati penyakit yang mendasarinya. Untuk itu demikianlah ulasan mengenai “kelenjar getah bening” semoga penjelasan diatas dapat memberi manfaat bagi pembaca.