Memahami Arti Gerakan Ekor Kucing dan Anjing

Berbeda dengan manusia, kebanyakan hewan memiliki organ tubuh tambahan berupa ekor. Ekor ini diciptakan bukan hanya sebagai hiasan, akan tetapi memiliki tujuan yang berbeda-beda untuk tiap spesies. Nah, bagi Anda yang bukan pemelihara kucing dan anjing, tentu Anda tidak paham dengan bahasa dua tubuh hewan yang sering dipelihara manusia ini.

Ditakdirkan sebagai hewan, tentu anjing dan kucing tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa manusia seperti yang kita gunakan sehari-hari. Namun, anjing dan kucing sebenarnya memiliki insting yang tajam dan peka. Bahkan insting tersebut bisa lebih tajam dan peka dibandingkan insting manusia.

Dikatakan sebagai hewan peliharaan, namun sudahkah kalian memahami peliharaan kalian tersebut? Atau malah hanya sekedar memelihara saja dan bukannya menyayangi mereka? Jika diantara kalian ya begitu sulit memahami kucing dan anjing ada baiknya jika memahami kedua hewan tersebut dengan gerakan ekornya. Gerakan ekor? Ya, gerakan ekor mereka ternyata memiliki beberapa arti. Untuk itu langsung saja kita simak ulasannya dibawah ini.

Arti Gerakan Ekor Kucing dan Anjing

Tuhan tidak mungkin menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Ya, memang benar. Segala hal di dunia ini tercipta dengan maksud dan tujuan tertentu. Termasuk keberadaan ekor pada binatang. Kucing dan anjing bukanlah hewan yang sembarang menggerak-gerakkan ekornya saja. Ada makna yang terkandung dari gerakan ekor yang dibuatnya. Nah, untuk memahami nya kita simak saja ulasannya bersama.

1. Arti Gerakan Ekor Kucing

Kucing merupakan salah satu hewan yang dipelihara banyak orang. Namun, tak banyak orang tahu apa yang diinginkan seekor kucing saat itu. Bahasa tubuh kucing memang sulit dimengerti bagi kita, di dunia para kucing komunikasi dilakukan dengan bau, suara dan gestur (gerak-gerik) tubuh.

Dengan semua itu, mereka mencoba mengomunikasikan perasaan mereka kepada binatang lain maupun kepada kita. Berikut ini beberapa gerakan yang menunjukkan si kucing ingin memberitahu sesuatu.

  • Ekor tegak lurus ke atas biasanya berarti bahwa kucing kita sedang santai dan bergembira.
  • Ekor panjangnya melengkung ke bagian dalam tubuh dan pelan-pelan bergerak ke bawah dan naik kembali dalam satu gerakan, artinya ia sedang merasa santai. Biasanya kucing memilih posisi menyudut pada suatu tepat untuk menikmati waktu santainya.
  • Bila ekornya sedikit naik dan melengkung, itu artinya dia sedang tertarik pada sesuatu. Sama seperti anjing, Anda bisa memberi ia benda-benda yang tidak berbahaya untuk dimainkannya. Bisa berupa bola plastik, krincingan, dan bisa pula tumpukan kain bekas.
  • Ekornya agak menegang dan ujungnya melengkung, artinya si kucing sedang sangat tertarik pada sesuatu. Ia juga sedang mau berteman. Inilah saat dimana Kucing Anda jinak, sekarang saatnya kalau mau mengajaknya bercanda.
  • Ekor berayun dari satu sisi ke sisi lain tak beraturan merupakan tanda bahwa kucing tengah bersiap mengambil tindakan, entah tindakan marah atau merasa takjub dengan objek itu. Kucing-kucing agresif biasanya sering melakukan ini.
  • Ekor berayun ke kanan atau ke kiri objek hal ini berarti kucing merasa nyaman dengan objek itu, bisa jadi manusia atau kucing lain.
  • Ujung ekor bergerak-gerak lambat perilaku ini merupakan tanda bahwa kucing tengah berkonsentrasi penuh. Kucing kita mungkin sedang memperhatikan objek yang jauh dan berusaha mengetahui apa objek itu.
  • Ujung ekor bergerak lebih cepat ini bisa jadi pertanda ia merasa terganggu dengan objek yang sedang dia perhatikan tadi. Misalnya, objek tersebut ternyata kucing lain yang baru datang.
  • Ekornya dalam kondisi normal, tapi ujungnya kaku. Versi ini menunjukkan bahwa binatang kesayangan Anda sedang merasa kesakitan. Bila ujung ekornya semakin menegang, artinya rasa sakitnya bertambah-tambah. Pada posisi ekor seperti ini, kucing juga menjadi lebih sensitif. Hati-hati menyentuhnya, bisa-bisa cakarnya beraksi.
  • Ekornya menegang seperti anak panah. Posisi tersebut sering kita lihat bila sang kucing bertemu tuannya atau seseorang yang dia sukai. Posisi tersebut juga terlihat bila sang kucing sedang memperlihatkan perilakunya dalam menandai daerah tertentu, sambil menyemprotkan cairannya ke sudut-sudut daerah tersebut.
  • Ekornya turun kebawah dan bulu-bulunya ‘berdiri’ semua, tandanya si kucing benar-benar dalam kondisi ketakutan. Mungkin saja ada sesuatu yang berbahaya berada disekitarnya seperti ular, biawak besar atau hewan-hewan pemangsa lainnya.
  • Bulu ekor tegak ke atas sementara ekornya menggelung membentuk huruf N: ini adalah tanda sangat marah dan akan terlihat selama berkelahi atau mempertahankan diri.

Ekor kucing merupakan indikator paling baik untuk memahami perasaan kucing. Dengan mengingat posisi-posisinya dan kebiasaan-kebiasaan yang ia lakukan, kita bisa bereaksi cepat untuk melakukan sesuatu bisa melakukan sesuatu pertolongan maupun menghindarinya.

Meski agak rumit untuk memahaminya dan bahkan banyak dari pecinta kucing yang belum memahami bahasa yang kucing lakukan dengan menggunakan ekor sebagai sinyalnya. Dengan metode penelitian yang dilakukan oleh pecinta kucing di seluruh dunia upaya penerjemahan bahasa tubuh kucing sudah kian dekat dengan kebenaran.

Menatap mata kucing bisa membantu memperat hubungan dan membaca perasaannya. Hanya saja, berhati-hatilah karena tatapan mata langsung tanpa berkedip bisa diartikan sebagai posisi menyerang sehingga kucing merasa tidak nyaman. Sebagian bentuk komunikasi kucing dengan Anda berdasarkan pada perilakunya saat berada di dekat Anda. Perilaku-perilaku tertentu memiliki makna yang konsisten di antara sebagian besar kucing. Kucing yang menggosokkan tubuhnya ke tubuh Anda berarti sedang menandai Anda sebagai miliknya.

2. Arti Goyangan Ekor Anjing

Apa coba yang dikatakan anjing kepada anda? Anjing memiliki bahasa yang memungkinkan mereka untuk menunjukkan kondisi emosi dan niat mereka kepada sekitar mereka. Meskipun anjing menggunakan suara dan tanda-tanda, banyak informasi yang mereka sampaikan melalui bahasa tubuh khususnya ekspresi wajah dan postur tubuh.

Memahami apa yang anjing anda katakan bisa memberikan banyak informasi berguna kepada anda, seperti saat anjing anda sedang merasa ketakutan dan gugup dengan apa yang sedang terjadi atau saat anjing anda tegang dan mungkin bersiap untuk menyerang seseorang. Anda harus melihat wajah dan seluruh tubuh anjing.

Mempelajari kebiasaan, perilaku dan gerakannya melalui pengawasan akan membuat Anda bisa memahami proses komunikasi anjing agar terasa lebih natural. Ada banyak hal yang pada akhirnya akan bisa Anda pahami tanpa penjelasan. Daripada kamu makin bingung dengan anjingmu, sebaiknya kamu menyimak beberapa arti bahasa tubuh anjing lewat goyangan ekornya.

  • Goyangan ekor yang lebar dan tidak terlalu cepat artinya anjing sedang dalam kondisi suasana hati yang senang dan dia juga senang terhadap orang-orang disekitarnya. Ia akan berlaku jinak dengan orang-orang yang berada di sekitarnya tersebut.
  • Goyangan ekor dari satu sisi ke sisi lain dengan gerakan pendek dan cepat artinya anjing kita senang sekali, sedang bergairah (untuk) melihat/melakukan sesuatu. Hampir sama dengan gerakan ekor anjing seperti yang tersebut diatas, tapi perbedaannya adalah dengan gerak ekor dari satu sisi ke sisi lain dengan gerakan pendek dan cepat ia berarti ingin melalukan banyak hal seperti bermain-main. Silahkan beri anjing tersebut benda-benda dengan warna dan bentuk tertentu dan perhatikan bagaimana semangatnya ia memainkannya.
  • Goyangan lemah dengan kepala menunduk artinya anjing sedang merasa tidak nyaman atau dia sedang mencoba untuk memahami situasi sekelilingnya. Bisa jadi ia melihat gerak-gerik manusia yang akan mencelakainya, seperti pencuri anjing.
  • Bila ekornya tegak atau digoyang ke atas, melengkung ke punggungnya dengan gerakan singkat dan cepat artinya dia tidak ingin diganggu. Jangan berani-berani mendekati anjing dalam kondisi ekor seperti itu. Bisa-bisa Anda dicakar atau digigit olehnya.
  • Ekornya menjuntai ke bawah dan agak masuk ke dalam sela-sela kaki belakangnya, maka artinya anjing tersebut sedang dalam keadaan memprihatinkan dan membutuhkan pertolongan. Mungkin ia sedang merasakan sakit pada anggota tubuhnya, kedinginan, ataupun kelaparan. Segeralah beri bantuan agar kondis anjing tersebut lebih baik.
  • Ketika melihat ekor anjing lain bergoyang ke arah kiri, anjing biasanya juga menjadi lebih stres dan waspada. Hal ini sangat berbeda ketika mereka melihat goyangan ekor ke arah kanan atau ekor yang tak bergerak sama sekali.

Penelitian pun mengungkap bahwa sinyal yang dikirim anjing melalui goyangan ekor mereka ini juga dimengerti oleh anjing lain. Ahli menjelaskan bahwa goyangan ekor bisa menjadi salah satu cara anjing berkomunikasi satu sama lain. “Sangat menarik bagaimana anjing bisa mengetahui ke arah mana ekor anjing lain bergoyang dan bisa mengerti artinya. Padahal itu adalah hal yang sulit dilihat. Apakah kalian juga sering memperhatikan arah goyangan ekor anjing? Kini kalian bisa mengetahui perbedaan makna dari goyangan ekor mereka.

Nah, seperti yang dijelaskan diatas guys bahwa Ekor ini diciptakan bukan hanya sebagai hiasan, akan tetapi memiliki tujuan yang berbeda-beda untuk tiap spesies. Berbagai jenis hewan di bumi rata-rata memiliki ekor. Dan bahkan tahukan kalian bahwa Ada hewan yang mampu menggunakan ekornya untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Tuhan tidak mungkin menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Ya, memang benar. Segala hal di dunia ini tercipta dengan maksud dan tujuan tertentu. Termasuk keberadaan ekor pada binatang.

Fungsi Ekor Pada Hewan

Bagian tubuh satu ini dimiliki oleh hampir semua binatang. Terletak di bagian belakang, ada yang panjang ada yang pendek tergantung fungsi bagi masing-masing pemilik ekor. Namun tahukah kamu apa sebenarnya fungsi dari ekor tersebut? Berikut ini beberapa fungsi ekor pada hewan:

1. Menjaga Keseimbangan dan Membantu Pergerakan

Bagi beberapa binatang, ekor berfungsi sebagai penjaga keseimbangan, terutama saat melakukan kegiatan tertentu. Misalnya kucing yang menggunakan ekor mereka sebagai penyeimbang saat berjalan di tempat-tempat “berbahaya” seperti atap rumah atau pinggir jurang.

Tupai juga menggunakan ekor sebagai penjaga keseimbangan saat mereka berada di atas pohon. Fungsi yang masih berkaitan dengan menyeimbangkan badan adalah membantu pergerakan. Burung dan ikan menggunakan ekor sebagai pengendali arah bergerak, bahkan cheetah menggunakan ekor untuk membantu proses berbelok dan berbalik saat sedang berlari kencang mengejar mangsa.

2. Alat Pertahanan Diri

Ya, pertahanan diri menjadi hal yang sangat penting terutama di alam liar. Ekor pada hewan dapat dijadikan sebagai alat bagi para hewan untuk dapat mempertahankan diri. Buaya, kalejengking, kanguru dan ular adalah beberapa contoh hewan yang menggunakan ekor sebagai alat untuk menyerang lawan. Cicak dan kadal juga menggunakan ekornya sebagai pengalih perhatian.

3. Penghangat

Beberapa jenis hewan, seperti rubah dan tupai, memiliki ekor dengan bulu tebal. Ternyata ekor dengan bulu tebal itu bisa digunakan sebagai syal. Saat udara dingin, tupai dan rubah akan tidur sambil menutupi wajah mereka dengan ekor tebalnya. Cara itu bisa membuat mereka tetap hangat di cuaca yang dingin.

4. Sebagai Alat Komunikasi

Contoh binatang yang menggunakan ekor sebagai alat komunikasi adalah burung merak dan anjing. Burung merak jantan menggunakan ekor mereka yang sangat cantik sebagai alat untuk menarik perhatian merak betina untuk melangsungkan perkawinan. Sedangkan anjing menggunakan ekor sebagai media untuk menyampaikan sesuatu (biasanya kepada pemiliknya). Anjing akan menggoyang-goyangkan ekor saat merasa senang dan menurunkan ekor saat merasa sedih.

5. Petunjuk

Beberapa hewan menggunakan ekor mereka sebagai petunjuk atau alat peringatan jika ada tanda bahaya. Induk hewan biasanya menggunakan ekor mereka untuk memberi petunjuk kepada anak-anaknya. Dengan begitu, induk dan anak hewan tidak akan terpisah. Dan perlu untuk kalian ketahui bahwa ada beberapa hewan biasanya memiliki bulu putih di bawah ekor mereka. Ternyata bulu putih itu bisa memudahkan anak hewan untuk melihat induknya saat berada di dalam semak-semak atau dalam kegelapan.

Selain fungsi-fungsi yang disebutkan di atas, masih banyak binatang yang memanfaatkan ekor mereka untuk berbagai keperluan. Misalnya kera yang menggunakan ekor panjang mereka sebagai tangan yang bisa membantu memanjat pohon hingga memegang ranting pohon atau buah pisang. Kuda dan sapi menggunakan ekor untuk mengusir lalat dan serangga lain yang datang menggaggu.

Nah, sudah tahukan makna dari ekor pada hewan. Kegunaan ekor itu banyak sekali bagi hewan. Jadi bagi kalian yang memiliki hewan peliharaan seperti mana dijelaskan diatas bahwa kucing dan anjing anda dapat dengan mudah dipahami jika nada mengerti sinyal yang diberikan mereka lewat goyangan ekornya. Untuk itu demikianlah penjelasan diatas semoga bermanfaat dan sampai ketemu lagi.