Minum Kopi Membuat Jantung Anda Berdebar? Berikut Penjelasannya

Jika anda baru saja menyelesaikan secangkir kopi di pagi hari pasti ini adalah hal yang begitu menyenangkan, apalagi disaat hari libur seperti ini. Anda pastinya dengan leluasa, menghabiskan pagi anda dengan menikmati kopi tersebut. Namun tahukah anda bahwa ada beberapa orang yang mengalami gejala pada saat mereka meyantap minuman ini. Tidak biasa mengalami beberapa gejala awal seperti merasa gelisah atau mengalami palpitasi jantung.

Palpitasi jantung (adalah sensasi yang dirasakan saat jantung berdentum dengan kuat, cepat, atau tidak beraturan Sensasi ini juga dapat dirasakan di area tenggorokan dan leher. Kondisi ini merupakan kondisi yang tergolong umum dan biasanya berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit). Kondisi semacam ini kerap terjadi kepada beberapa orang, terasa seperti jantung anda akan berlomba-lomba dan anda sepertinya tidak bisa mengendalikan detak jantung tersebut.

Itulah sebabnya mengapa begitu banyak pertanyaan mengenai hal semacam ini “Mengapa setelah meminum kopi, jantung terasa seperti berdebar-debar?”

Karena Kopi Mengandung Kafein

Kopi mengandung kafein yang merupakan stimulan alami bagi tubuh. Bahkan kafein yang dikonsumsi dalam dosis tinggi meningkatkan tingkat epinefrin darah anda (juga dikenal sebagai adrenalin). Dalam bentuk murni, epinefrin dapat meningkatkan tekanan darah, meningkatkan kontraktilitas atau kekuatan jantung dan sedikit meningkatkan denyut pada jantung.

Saat anda minum kafein, sistem saraf pusat dirangsang. Hal ini menyebabkan gejala seperti meningkatnya kewaspadaan, sakit kepala, gugup, jantung berdebar-debar dan pusing. Orang bereaksi terhadap kafein dengan cara yang berbeda-beda pula. Beberapa orang tidak mengalami gejala sementara orang lain memiliki sejumlah gejala.

Namun tahukah anda bahwa mereka yang terbiasa akan kafein lebih cendurung tidak mengalami gejala atau hal-hal apapun (seperti cemas, berdemar atau hal lainnya). Dan jika anda tidak biasanya minum kopi dan malah meminumnya dalam beberapa cangkir, anda lebih cenderung mengalami palpitasi jantung.

Namun kondisi semacam berdebar di jantung ini biasa akan terjadi sekali dan mungkin tidak akan kembali lagi. Dan perlu anda ingat dikatakan tidak bahaya dan palpitasi jantung yang jinak. Namun jika pada waktu tua bahkan ketika anda ingin melewati beberapa malam dengan tetap terjaga dan memilih kopi sebagai pilihannya.

Anda harus lebih waspada dan memperhatikan jantung anda sendiri. Mengapa begitu? Bila anda mengalami jantung yang berdebar-debar, hal yang perlu diingat ialah bahwa palpitasi hanya terjadi dalam beberapa detik saja. Dan jika sensasi berlanjut atau jika anda terus mengalami jantung berdebar-debar berulang kali, segera periksakan perawatannya. Ini bisa menjadi pertanda kondisi jantung yang berbahaya. Jika anda merasa sakit atau mati rasa di lengan anda, tekanan ekstrem di dada atau sakit perut dengan palpitasi, anda memerlukan perawatan darurat.

Namun Bahayakah Jika Terlalu Banyak Mengonsumsi Kopi?

Sementara efek kafein dapat menyebabkan jantung anda berdetak lebih cepat, efek ini tidak mungkin menyebabkan masalah kesehatan. Hanya saja jika anda mengonsumsinya 80 sampai 100 cangkir kopi untuk menyebabkan dosis mematikan kafein. Artinya bagi kebanyakan orang saat minum kopi secukupnya, kopi bukanlah zat berbahaya meski bisa menimbulkan palpitasi jantung. Namun, efek stimulan kopi dapat menyebabkan anda mengalami kesulitan tidur atau mengganggu perut anda, yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan anda secara keseluruhan.

Jika anda memiliki kondisi jantung yang menyulitkan, seperti angina atau jika anda pernah mengalami serangan jantung, bicarakan dengan dokter anda jika anda harus menahan diri untuk tidak minum kopi atau memberi batasan pada konsumsi kopi anda.

Studi Kaiser Permanente

Sebuah studi Kaiser Permanente 2010 terhadap 130.054 orang dewasa menguji efek minum kopi dan kemungkinan mengalami detak jantung tidak teratur. Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang minum kopi empat kali atau lebih per hari memiliki kemungkinan 18 persen untuk mengalami detak jantung yang tidak teratur daripada mereka yang sama sekali tidak minum kopi. Minum satu sampai tiga cangkir kopi sehari juga memiliki efek pencegahan.

Peminum kopi moderat 7 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami detak jantung yang tidak teratur. Temuan penelitian ini tidak menunjukkan bahwa kopi memiliki efek perlindungan pada jantung, hanya saja hal itu tidak menimbulkan efek berbahaya pada jantung, menurut Dr. Arthur Klatsky, ahli kardiologi utama studi tersebut. Nah, dibawah ini ada beberapa tips yang dapat anda lakukan jika jantung berdebar setelah minum kopi.

Tips Atasi Jantung Berdebar Cepat Setelah Minum Kopi

  1. Duduk di atas kursi kemudian angkat kedua kaki melebihi letak jantung pada tubuh anda.
  2. Melakukan manuver valsava (memencet hidung dan mulut ditutup, tahan sebentar lalu keluarkan nafas secara perlahan melalui hidung).
  3. Memperbanyak minum air putih.
  4. Istirahat dalam waktu cukup.
  5. Tidak mengkonsumsi obat sembaranga.

Manfaat Meminum Kopi

Meskipun kopi dapat memiliki efek stimulan pada jantung dan tubuh Anda, minum kopi dapat menawarkan manfaat. Menurut Harvard School of Public Health. Ini termasuk penurunan risiko diabetes, kanker usus besar dan batu empedu. Kondisi lain bahwa kopi memiliki efek pencegahan termasuk penyakit hati dan penyakit Parkinson. Minum kopi memang dapat meningkatkan kadar hormon stres dalam tubuh dan memicu efek ketergantungan pada kafein. Akan tetapi berikut ini adalah beberapa manfaat kopi bagi kesehatan, dengan catatan anda membatasi penggunaan kream dan gula.

1. Kopi Mencegah Penyakit Batu Empedu

Selain sangat nikmat saat diminum, ternyata kopi juga memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh. Para peneliti Harvard pada tahun 2002 menemukan bahwa wanita yang minum setidaknya empat cangkir kopi sehari berada pada risiko 25 persen lebih rendah dari batu empedu. Sebuah studi sebelumnya menemukan hasil yang serupa untuk para pria.

2. Mencegah Dan Mengatasi Depresi

Penelitian menunjukan bahwa adanya keterkaitan antara kopi dengan turunnya resiko depresi pada seseorang. Yang paling rentan mengalami depresi adalah kaum wanita, kandungan di dalam kopi mampu berfungsi untuk melawan depresi. Sebuah penelitian menunjukan bahwa minum kopi mampu mengurangi resiko terkena depresi sebesar 10 persen, jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak minum kopi sama sekali.

Penelitian lainnya juga menunjukan bahwa perempuan yang mengonsumsi kopi dua sampai tiga cangkir kopi dalam sehari, mengalami resiko lebih rendah sebesar 15 persen terkena depresi. Hal ini berdasarkan laporan di jurnal “Archives of Internal Medicine” pada tahun 2011.

3. Kopi Dapat Meningkatan Memori

Kopi dapat membantu meningkatkan memori, baik itu memori jangka panjang maupun pendek. Dalam sebuah studi tahun 2005 yang dipresentasikan pada Radiological Society of North America, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi dua cangkir kopi berkafein meningkatkan memori jangka pendek dan kecepatan reaksi.

Yang lebih menarik lagi, sebuah penelitian di tahun 2007 menemukan bahwa wanita berusia 65 atau lebih yang rutin minum 3 gelas kopi atau lebih dalam sehari memiliki performa lebih baik dalam tes memori dan kurang mungkin untuk menunjukkan penurunan memori dibanding mereka yang minum hanya satu cangkir sehari.

4. Kopi Menurunkan Resiko Kanker

Konsumsi kopi telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara, endometrium, prostat dan kanker hati bahkan mereka yang terkait dengan obesitas, estrogen dan insulin. Sebuah studi tahun 2008 di Swedia menemukan bahwa minum setidaknya dua sampai tiga cangkir sehari dapat mengurangi risiko atau menunda timbulnya kanker payudara.

Namun tidak hanya wanita yang mendapatkan keuntungan. Sebuah studi yang baru-baru ini keluar dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa kopi baik yang biasa ataupun tanpa kafein, dapat mengakibatkan penurunan risiko kanker prostat.

5. Membantu Menurunkan Resiko Stroke

Ahli kesehatan menjelaskan bahwa kandungan kafein bisa meningkatkan tekanan darah. Hal ini benar, namum dampak peningkatan darah sangat kecil (sekitar 3-4 mm/Hg). Oleh karena itu, kopi tidak mengkhawatirkan bisa menyebabkan hipertensi, hanya saja bagi penderita tekanan darah tinggi perlu berhati-hati dengan kopi, dengan kata lain harus membatasi konsumsi kopi dan kafein secara umum.

Penelitian tidak membenarkan mitos yang mengatakan bahwa kopi menyebabkan penyakit hati. Bahkan sebaliknya, minum kopi mampu untuk menurunkan resiko terkena penyakit hati. Terdapat beberapa penelitian yang menemukan bahwa minum kopi bermanfaat bagi wanita untuk menurunkan resiko penyakit hati.

Gimana? Sudah tahukan mengapa jantung kerap berdebar setelah meminum kopi. Jadi anda dapat mengambil kesimpulan, bahwa meminum kopi tak menyebabkan kerusakan pada kesehatan. Asalkan dapat membatasi kopi yang akan dikonsumsi, karena seperti yang dijelaksan jika anda terjaga dan menganggu waktu istirahat kerja. Maka kinerja tubuh anda akan mengalami gangguan. Untuk itu perhatikan dan terapkan tips yang diberikan diatas. Maka dari itu demikianlah penjelasan mengenai artikel hari ini.