Pengertian Curriculum Vitae, Jenis Serta Cara Membuatnya

Bekerja memang menjadi sebuah tuntutan bagi setiap manusia, baik itu menjadi karyawan atau pengusaha. Pada dasarnya tujuan kita bekerja adalah untuk memenuhi setiap kebutuhan hidup yang kita perlukan. Nah khususnya bagi karyawan atau memang berminat di dunia tersebut, ada satu hal penting yang tak boleh di lewati yaitu lamaran kerja. Dan salah satu yang sangat penting dalam proses melamar kerja adalah membuat surat lamaran kerja.

Melamar pekerjaan adalah sebuah aktifitas yang boleh dikatakan gampang-gampang susah sebenarnya. Karena itu, aktifitas melamar pekerjaan tidak boleh diremehkan dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Salah satu senjata yang sangat menentukan adalah surat lamaran kerja. Surat lamaran kerja bisa dikatakan sebagai pintu masuk untuk melakukan aktifitas melamar kerja.

Menjadi seorang lulusan akademis, peneliti, maupun yang menjabat sebagai profesor tentunya sangat membutuhkan apa itu namanya Curriculum Vitae atau biasa disingkat dengan CV. CV sendiri merupakan komponen penting dari surat lamaran kerja. Waktu dahulu, ketika hendak melamar pekerjaan menggunakan jasa pos, pada umumnya CV dibuat dengan menggunakan berkualitas yang bagus dan harus disampul dengan menarik, kemudian diantarkan lewat FedEx yang mana pengirimannya lumayan cepat.

Namun saat sekarang dengan kemudahan karena adanya teknologi, maka kamu tinggal mengirimkan CV kamu lewat email, atau dapat pula cukup menulis formulir lewat online untuk basic screening. Si pelamar mesti pandai dalam membuat susunannya supaya sesuai akan pekerjaan yang dilamar. Nah berikut penjelasan mengenai apa itu CV dan beberapa contoh dari CV.

Apa Itu CV?

Curriculum Vitae (CV) atau daftar riwayat hidup adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman sesorang dan kualifikasi lainnya. Sebuah CV umumnya dijumpai saat seseorang melakukan lamaran kerja. Curriculum vitae sering kali menjadi acuan utama untuk menentukan sementara posisi kerja berdasarkan keahlian calon pegawai yang tercantum di dalamnya.

Dalam sebuah CV, selain menggambarkan pengalaman dan kualifikasi, juga dicantumkan data profil pelamar dengan selengkap mungkin. Mulai dari nama, data pribadi, dan kontak, atau media komunikasi yang bisa digunakan. Kelengkapan data ini akan bermanfaat untuk database perusahaan dan sarana komunikasi antara perusahaan dan kita nantinya.

Meskipun sebuah riwayat hidup berisi informasi yang sangat singkat, namun memegang peranan penting diterima atau tidaknya si pelamar kerja. Sesuai namanya, adapun CV sendiri berisi isi data individu yang berhubungan dengan hal utama dan harus diketahui oleh pihak yang hendak dituju.

Adapun Penilaian CV yang mana ditujukan ke sebuah institusi, lembaga, maupun perusahaan yaitu didasarkan pada isinya. Namun, ada juga beberapa orang yang cuma fokus pada bentuk dan isi CV yang formal dengan tidak mempertimbangkan daya tarik CV yang sudah dibuat. Sebenarnya sebuah CV lamaran kerja sangatlah sederhana, tetapi cukup penting untuk memperhatikan format pembuatannya, tata bahasa maupun susunannya.

Keberadaan CV sangatlah krusial karena lewat CV itulah perusahaan mendapat kesan pertama mengenai sih pelamar. CV yang baik adalah dimana pembaca CV tersebut dapat membayangkan dengan baik sang pembuat CV sebelum bertemu langsung secara fisik.

Lalu apa fungsi dari CV?

Fungsi CV adalah untuk memperkenalkan diri anda secara tidak langsung (tertulis) mengenai data personal dan latar belakang pendidikan anda kepada pihak perusahaan yang dituju. Oleh karena itu, surat lamaran dan CV sangat dan harus dibuat semenarik mungkin, baik dari segi isi surat maupun kemasannya. Dan berikut jenis-jenis dari CV yang perlu anda ketahui.

 Jenis-jenis CV

Banyak para pencari kerja, baik sarjana yang baru lulus (fresh graduate) maupun yang sudah berpengalaman (career changer) tidak memahami dan mengenal curriculum vitae, sehingga kurang maksimal mendapatkan manfaatnya.
Sesuatu yang efektif adalah yang berorientasi pada tujuan dan manfaat. Hanya ada dua jenis struktur CV yang efektif:

1. CV Berdasarkan Ketentuan

CV jenis ini strukturnya sudah ditentukan oleh perusahaan atau instansi yang menyediakan lowongan posisi pekerjaan. Biasanya CV jenis ini digunakan untuk melamar sebagai PNS (pegawai negeri sipil), militer, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), atau perusahaan-perusahaan konservatif yang sudah memiliki dan menentukan bentuk baku curriculum vitae. Biasanya juga form (atau blanko) sudah disediakan, tinggal mengisinya.

2. CV Berdasarkan Tujuan

CV jenis ini sangat tergantung tujuan, perusahaan yang dituju maupun bidang kerja yang dibidik. Segala hal yang tidak berhubungan dengan tujuan tidak perlu ditulis dalam CV ini. Karena itu, untuk membuat CV haruslah memiliki tujuan yang jelas. Harus memiliki informasi yang cukup tentang tujuan.

Cara Membuat Curriculum Vitae

Kita harus mengetahui jika Curriculum Vitae yang baik adalah yang ringkas dan padat. Kita harus bisa menyusun sebuah konsep tulisan yang tidak bertele-tele, namun mampu menarik dan informatif.Tuliskan berbagai hal yang relevan saja, atau bisa kamu tambahkan berbagai hal yang sekiranya bisa menggambarkan berbagai keunggulan yang kamu miliki.

Untuk menulis sebuah CV yang baik, sebaiknya ikuti format penulisan berikut,

  • Nama dan data profil, beserta nomor kontak yang bisa dihubungi.
  • Kualifikasi dan riwayat pendidikan.
  • Deskripsi kemampuan yang relevan, yang dibuktikan dengan data pelatihan atau kursus yang pernah di ikuti.
  • Pengalaman kerja.

Adapun langkah-langkah yang dapat anda lakukan ialah sebagai berikut:

1. Lakukan Job Research

Sebelum Anda membuat Curriculum Vitae, langkah pertama tentu saja Anda harus mencari informasi secara mendetail tentang perusahaan dan jenis pekerjaan yang akan Anda lamar. Tentu saja jenis pekerjaan itu adalah yang sesuai dengan bidang yang Anda minati. Catatlah segala informasi berkenaan dengan segala persyaratan pelamar seperti kualifikasi pekerjaan, keterampilan atau keahlian, usia dan tak jarang perusahaan yang mencari pekerja yang sudah memiliki pengalaman bekerja selama rentang waktu yang dikhususkan.

2. Ketahui Isi CV secara Umum

Hati-hati dalam menyusun agar berurut supaya tidak membingungkan pembaca CV Anda terutama pihak HRD yang akan menilai kualitas Anda pertama kali melalui CV tersebut. Pada umumnya, isi yang ada dalam sebuah CV antara lain sebagai berikut:

  • Identitas Diri: Nama lengkap, alamat, nomor telepon dan alamat email.
  • Pendidikan: Pendidikan terakhir, jurusan dan IPK.
  • Personalitas: Gambaran singkat karakter diri Anda.
  • Keterampilan: Keterampilan yang Anda miliki.
  • Proyek dan Pengalaman Kerja: Hal yang sudah Anda selesaikan pada pekerjaan sebelumnya atau penghargaan yang pernah Anda dapatkan.
  • Training (Pelatihan Terbaru): Pelatihan yang telah diikuti 2–3 tahun terakhir.
  • Informasi Lain tentang Diri Anda: Hobi, referensi atau hal lain tentang diri Anda yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar.

3. Mulai Membuat CV

Cara membuat curriculum vitae yang menarik adalah relevansi isi dan desain yang menarik. Buatlah desain yang mudah dibaca, minimalis dan layout yang rapi.

  • Cantumkan Identitas Diri. Tuliskan nama lengkap Anda, alamat, nomor telepon dan alamat email serta jangan lupa untuk menyertakan pasfoto terbaru Anda.
  • Tulis jenjang pendidikan.
  • Paparkan secara singkat, padat dan jelas mengenai karakter Anda dan nilai-nilai kehidupan yang Anda junjung.
  • Deskripsikan keterampilan serta skill yang Anda miliki terutama yang menunjang pekerjaan yang menjadi sasaran Anda.
  • Apabila Anda bekerja sebelumya, tuliskan pengalaman kerja Anda dan pencapaian serta penghargaan yang pernah Anda raih apabila ada. Hal ini akan memberikan nilai tambah pada diri Anda dan perhatian khusus bagi pihak pembaca.
  • Cantumkan juga berbagai pelatihan yang pernah Anda ikuti yang menambah skill.
  • Cantumkan informasi tentang diri Anda yang relevan dengan pekerjaan Anda dan juga referensi dari beberapa orang penting di perusahaan, tempat Anda bekerja sebelumnya.

4. Membaca Ulang CV Anda

Langkah selanjutnya adalah Anda perlu membaca ulang CV yang telah Anda buat tersebut. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalkan kesalahan dan memastikan bahwa CV Anda sudah tersusun dengan rapi, tanpa ada tata bahasa dan ejaan yang salah dan menggunakan kalimat yang jelas, singkat serta efektif. Usahakan menggunakan kata-kata dan kalimat bahasa Indonesia yang baku. Gunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia Online atau mencari kata-kata baku dari artikel-artikel di website internet.

Melalui CV ini, maka profile dan garis besar kehidupan Anda akan tercermin secara singkat dan tergambarkan di dalamnya termasuk riwayat pendidikan dan pengalaman kerja Anda yang menjadi referensi bagi pihak perusahaan yang akan mewawancarai Anda.

Contoh CV 

Pendidikan Formal

  • SDN 01 Pupus
  • SMPN 3 Takeran
  • SMAN 2 Kawedanan
  • Universitas Islam Negeri Malang

Pengalaman Kerja

  • Indomart sebagai menejer marketing
  • Bank Permata sebagai Collection
  • Apotik Griya sebagai Marketing
  • Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.

Hormat saya,

Dalam membuat CV kreatif, kita memang bebas mengeksplor bakatmu dalam mendesain CV sehingga bisa tampak berbeda dibanding kandidat lainnya. Namun, bukan berarti bebas mendesain tanpa aturan.Saking kreatifnya, sebagian orang membuat beberapa kesalahan pada CV kreatifnya.

Kesalahan Saat Membuat CV Kreatif

Nah, agar kita tidak melakukan hal serupa, berikut lima kesalahan dari CV berdesain kreatif yang sebaiknya dihindari:

1. Font Tidak Nyaman Dibaca

Jenis dan ukuran font yang digunakan seharusnya tidak membuat pembaca lelah. Agar CV dibaca sampai selesai, tulislah dengan jenis serta ukuran font yang umum sehingga tidak bikin mata lelah saat dibaca.

Untuk ukuran, font dengan ukuran 11 cukup untuk bisa dibaca tanpa membuat mata terasa lelah. Sedangkan untuk jenis font, pakai saja jenis yang sudah lazim digunakan seperti Arial artau Calibri. Jangan bermain-main dengan jenis font di sini, jika tak ingin CV tidak pernah selesai dibaca sehingga berakhir di tempat sampah.

2. Warna Terlalu Mencolok

Selain jenis serta ukuran font, hal lain yang bisa membuat mata pembaca lelah adalah soal pemilihan warna. Hindari penggunaan warna mencolok tajam sehingga menimbulkan kesan kontras sehingga membuat mual, warna neon misalnya. Hanya gunakan warna lembut serta nyaman bagi mata.

3. Layout Terlalu Penuh

Selalu sediakan white space atau ruang kosong di lembar CV agar tidak terkesan penuh. Kurangnya ruang kosong juga bisa membuat beberapa informasi penting dalam CV terlewat begitu saja oleh orang HRD.

4. Menggunakan Mesin Pembuat CV Otomatis

Saat ini, ada banyak situs yang menawarkan jasa pembuatan desain CV otomatis. Nantinya, semua informasi tentang dirimu akan terangkum dalam CV.

Tak ada salahnya menggunakan mesin ini memang, tapi hal ini haram dilakukan oleh seorang desainer. Bagi desainer, membuat CV kreatif merupakan sebuah ujian tersendiri. Di sinilah kemampuanmu dalam mendesain ditantang, seberapa handal dirimu menciptakan CV kreatif sendiri. Jika mengandalkan mesin pembuat CV, ada kemungkinan hasilnya tak jauh berbeda dengan orang lain.

5. Typo

Akan sangat menyesal ketika CV sudah dibuat dan dikirim ke perusahaan incaran, tapi baru menyadari ada typo di dalamnya. Untuk menghindarinya, minta bantuan orang lain untuk review CV kreatifmu, terutama jika kamu menulis CV dalam Bahasa Inggris.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian CV serta jenis-jenisnya. Semoga ulasan diatas memberi manfaat serta pengetahuan bagi pembaca.