Pengertian Gempa Bumi: Penyebab, Jenis Serta Tandanya

Kita mungkin sering mendengar kata gempa bumi dalam kehidupan sehari-hari. Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan banyak kerusakan dan kerugian bahkan jatuhnya korban. Jika gempa bumi tersebut memiliki kekuatan yang cukup besar. Bahkan gempa bumi dapat menyebabkan timbul bencana lainnya seperti tsunami, gunung meletus dan tanah longsor.

Semakin besar skala atau pun ukuran penyebab gempa bumi, maka semakin besar pula goncangan gempa bumi yang dapat ditimbulkannya. Dan semakin besar goncangan yang terjadi, maka semakin besar pula tingkat kerusakan infrastruktur yang mungkin ditimbulkannya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gempa bumi ada baiknya jika kita simak bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi ialah pergerakan atau pergeseran lapisan batu bumi yang berasal dari dasar ataupun dari bawah permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Permukaan bumi memiliki bentuk dari lapisan yang bebatuan paling luar yang disebut dengan kerak bumi. Kerak bumi tersebut memiliki bentuk dari nikel dan juga besi dengan bagian padat di tengahnya. Ketebalan dari kerak bumi tersebut dapat mencapai 70 km. Umumnya gempa bumi berasal dari kerak bumi yang notabene tidaklah jauh dari bawah tanah. Kerak bumi tersebut kemudian pecah yang membentuk suatu potongan-potongan besar yang paling berpasangan.

Potongan ini disebut dengan lempeng. Tumbukan antara dua lempeng tersebut menyebabkan salah satu dari lempeng kerak akan terdorong ke bawah. Umumnya lempeng samudera di laut menumbuk lempeng benua yang lebih tipis di darat. Lempeng samudera yang jatuh tersebut kemudian bergesekan dengan lempeng di atasnya yang mampu menyebabkan gempa bumi dan tsunami.

Fenomena alam ini sering terjadi di Indonesia karena letak negara Indonesia yang berada pada lempeng benua. Gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan tidak mengenal musim. Nah, berikut ada beberapa defisini gempa bumi menurut para ahli.

Pengertian Gempa Bumi Menurut Para Ahli

1. Howel

Meurut Howel dalam Mulyo (2004) yang mendefinisikan bahwa pengertian gempa bumi adalah getaran atau serentetan getaran dari kulit bumi yang bersifat tidak abadi dan kemudian menyebar ke segala arah. Kulit bumi bergetar secara kontinyu walaupun relatif sangat kecil. Getaran tersebut tidak dikatakan gempa bumi karena memiliki sifat getaran yang terus menerus. Jadi, gempa bumi harus memiliki waktu awal dan waktu akhir yang jelas.

2. Bayong

Menurut Bayong (2006:12) gempa bumi adalah gerakan atau getaran pada kulit bumi yang disebabkan oleh tenaga endogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang disebabkan oleh perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen memiliki sifat yang membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata.

Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya suatu lembaga ataupun jurang. Secara umum tenaga endogen tersebut dibagi kedalam tiga jenis yakni vulkanisme, tektonisme, dan seisme atau gempa. Vulkanisme dibagi lagi menjadi plutonisme dan vulkan.

Faktor Penyebab Gempa

Bencana gempa bumi yang terjadi di Indonesia kebanyakan merupakan bencana yang murni disebabkan oleh faktor alam. Namun pada kenyataannya, gempa bumi tidak hanya disebabkan oleh faktor alam saja. Ada beberapa faktor non alam yang dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi. Lalu, apa sajakah penyebab dari terjadinya gempa bumi? Berikut ini beberapa penyebab dari gempa Bumi:

1. Pergeseran Kulit Bumi

Gempa bumi yang disebabkan oleh adanya pergeseran kulit bumi dinamakan sebagai gempa tektonik atau gempa dislokasi. Kulit bumi atau litosfer terbagi atas dua macam lempeng yakni lempeng benua dan lempeng samudra. Lempeng bumi ini dapat bergerak dari posisi sebelumnya akibat dorongan dari dalam bumi yang disebabkan adanya energi dalam. Ketika bergerak, maka dapat saling bertabrakan atau berbenturan sehingga dapat mengakibatkan adanya patahan. Pergerakan-pergerakan inilah yang akan menimbulkan adanya getaran atau gempa.

2. Aktivitas Gunung Berapi

Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas gunung api atau letusan gunung api. Pada saat dapur magma bergejolaik, ada energi yang mendesak lapisan bumi. Energi yang mendesak lapisan bumi ada yang mampu mengangkat lapisan bumi sampai ke permukaan di sertai getaran. Gunung api yang akan meletus biasanya mengakibatkan gempa bumi.

3. Runtuhan (Terban)

Gempa bumi runtuhan(terban) adalah gempa bumi yang disebabka runtuhnya atap gua atau terowongan tambang di bawah tanah. Jika batuan pada atap rongga atau pada dinding rongga mengalami pelapukan, maka rongga dapat runtuh karna tidak mampu lagi menahan beban di atas rongga. Runtuhnya gua dan terowongan yang besar bisa mengakibatkan getaran yang kuat.

Faktor penyebab terjadinya gempa bumi adalah adanya retakan dan pelepasan sistem disuatu tempat yang kemudian bergerak dan berubah demikian cepat sebagai akibat desakan tenaga dari dalam bumi (endogen) maupun dari luar bumi (eksogen) faktor lain :

  • Karena pergerakan magma di dalam gunung berapi.
  • Terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika.
  • Terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan ke dalam bumi.
  • Akibat dari bahan peledak. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

Jenis-Jenis Gempa

Semakin besar skala atau pun ukuran penyebab gempa bumi, maka semakin besar pula goncangan gempa bumi yang dapat ditimbulkannya. Dan semakin besar goncangan yang terjadi, maka semakin besar pula tingkat kerusakan infrastruktur yang mungkin ditimbulkannya.

Jika dilihat dari penyebabnya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi empat jenis gempa bumi, yaitu :

1. Gempa Bumi Vulkanik

Gempa Vulkanik merupakan gempa yang berasal dari letusan gunung berapi, terjadinya letusan gunung berapi karena adanya pergerakan aktivitas magma yang berada di dalam gunung berapi, magma yang terus terkumpul dari dalam bumi menyebabkan terjadinya tekanan terhadap bebatuan yang berada disekitarnya, hal ini dapat memicu terjadinya letusan gunung berapi.

Tekanan magma yang terjadi didalam perut gunung berapi juga dapat memberikan goncangan gempa, magma yang terus bertambah dari dalam bumi menuju perut gunung lama-kelamaan akan mengisi ruang kosong disekitarnya, sehingga ketika ruang kosong tersebut sudah penuh sementara magma terus bertambah maka ia akan menekan bebatuan disekitarnya.

Hal ini yang menyebabkan terjadinya gempa bumi, karena magma yang terus meluas maka ia akan menekan bebatuan disekitarnya sehingga menimbulkan getaran atau goncongan. Tekanan magma terhadap bebatuan disekitar dapat menimbulkan longsor, retakan tanah dalam jangkauan yang luas dan juga goncangan gempa, namun gempa yang dihasilkannya tidak begitu besar, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

2. Gempa Runtuhan

Gempa bumi yang ini dikatakan sangat jarang terjadi. Gempa ini disebabkan karena runtuhan-runtuhan goa besar di bawah tanah. Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempa bumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal. Efek dari gempa ini bisa di bilang hanya terasa di wilayah runtuhan saja, melainkan di luar daerah runtuhan tidak akan terasa kuat. Kekuatan gempa runtuhan berkisar antara 5-7 SR dan kekuatan episetrum hanya mencapai wilayah runtuhan saja. Dan biasanya hanya dirasakan di daerah- daerah lokal saja, atau yang berada di sekitaran daerah runtuhan tersebut.

3. Gempa Bumi Tektonik

Kerak bumi terdiri dari lapisan-lapisan berupa bebatuan, tiap lapisan mempunyai tingkat kekerasannya masing-masing dan masa jenis yang berbeda-beda, karena adanya arus konveksi lempeng-lempeng tektonik lapisan kulit bumi terus mengalami perpindahan dan pergeseran satu dengan yang lainnya. Akibat dari perpindahan dan pergeseran yang terus terjadi, energi stress akan terkumpul menjadi banyak yang suatu saat akan terlepas.

Pergeseran lempeng terbagi atas pergeseran mendatar dan pergeseran menunjam. Pergeseran mendatar menyebabkan terjadinya patahan mendatar dan pergeseran menunjam yaitu salah satu lempeng menghimpit lempeng yang lain yang menyebabkan tinggi rendahnya suatu permukaan, contohnya terbentuknya bukit baru, terjadinya pelepasan energi pada lempeng yang saling bergeser inilah yang disebut dengan gempa tektonik.

4. Gempa Bumi Buatan

Seperti yang kita ketahui bersama mengenai penyebab gempa bumi tidak semuanya bersifat alami. Beberapa penyebab gempa bumi ini berasal dari manusia. Salah satunya adalah yang menyebabkan gempa bumi buatan. Gempa bumi buatan merupakan jenis gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas- aktivitas manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir maupun palu yang dipukulkan ke permukaan Bumi. Tidak hanya itu, gempa bumi buatan juga dapat terjadi tanpa disengaja yaitu ketika ada ledakan dahsyat yang terjadi karena kecelakaan.

Tanda-Tanda Akan Terjadinya Gempa Bumi

Gempa sebenarnya adalah kejadian alam yang terjadi terus-menerus. Namun, kita baru dapat merasakan goncangannya jika gempa tersebut muncul pada permukaan bumi. Menurut para ahli, semua tempat berpotensi mengalami gempa. Namun ada beberapa daerah khusus yang mengalami gempa yang sering terjadi.

Di Indonesia sendiri ada 13 daerah yang rawan terhadap gempa, yakni diantaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua. Dan untuk anda yang saat ini sedang ada di daerah rentan gempa sebaiknya mengetahui beberapa pertanda alam ini agar dapat antisipasi kalau bila saja gempa tersebut akan terjadi.

1. Munculnya Awan Gempa

Awan ini posisinya tegak atau berdiri, bentuknya bagaikan angin puting beliung, pohon atau batang. Awan yang bentuknya aneh ini terbentuk disebabkan beberapa faktor, yang salah satunya adalah karena adanya gelombang elektromagnetis yang ada akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi pemicu gempa berkekuatan hebat dari bawah bumi.

Gelombang elektromagnetis itu kemudian ’menyerap’ daya listrik pada awan, inilah yang nantinya mengakibatkan terbentuklah awan yang seolah-olah tegak. Walaupun begitu, sering kali munculnya awan ini bukan karena gelombang elektromagnetis, melainkan karena pengaruh angin dan lain sebagainya. Jadi meskipun sudah ada awan ini, belum bisa dipastikan bahwa tempat kamu pasti mengalami gempa.

2. Periksa Alat Elektronik di Rumahmu Apakah Mengalami Gangguan Aneh

Ketika akan terjadi gempa bumi, umumnya peralatan elektronik akan mengalami gangguan yang tidak wajar. Misalnya lampu neon yang redup, mesin fax yang berkedip dan terus mengalami kegagalan saat transmisi data, ataupun televisi yang mengeluarkan suara ‘brebet’. Jika semua hal itu terjadi, kemungkinan besar akan terjadi gempa bumi. Ini terjadi karena memang sedang ada gelombang elektromagnetik dengan frekuensi tinggi di daerah kamu.

3. Perhatikan Tingkah Laku Hewan yang Gelisah dan Tiba-tiba Menghilang

Biasanya fenomena seperti ini bisa sering terjadi, entah itu penyebabnya pemanasan global ataupun memang ada pertanda lain. Jika kamu memiliki piaraan atau banyak binatang di sekelililing tempat kamu berada, maka kamu harus waspada seandainya bila-bila saja polah hewan-hewan tersebut berubah.

Beberapa hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetik yang kuat. Oleh sebab itu hewan-hewan tersebut kebanyakan akan kabur dan menyelamatkan diri terlebih dulu sebelum gempa terjadi.

4. Terlihatnya Cahaya Gempa

Cahaya gempa yang dimaksud meskipun sudah jarang muncul mungkin saja merupakan tanda jika nanti akan timbul gempa yang sangat besar. Cahaya ini hanya sekilas saja nampaknya dan biasanya orang-orang akan menghubungkan kejadian ini dengan UFO ataupun Alien. Jadi, kalau kamu mendengar adanya berita mengenai cahaya aneh yang terlihat di tempat kamu, maka sebaiknya kamu siap siaga tentang gempa yang kemungkinan akan terjadi.

5. Gempa Kecil Yang Merupakan Tanda

Selain tanda-tanda alam di atas, ternyata gempa itu sendiri yang menjadikan tandanya. Gempa yang menjadi pertanda ini tak jarang merupakan gempa ringan serta berlangsung singkat. Oleh karena itu seandainya di daerah kamu ada gempa kecil dan sebentar, kamu sebaiknya keluar dan tunggu sebentar untuk menghindari gempa susulan yang bisa saja lebih besar.

Dampak Gempa Bumi Pada Kehidupan Manusia

Kekuatan dari gempa bumi bermacam. Semakin besar skalanya, maka semakin besar getaran yang dihasilkan dan semakin besar pula dampak yang dihasilkan oleh gempa bumi tersebut. Selain itu, semakin dekat suatu daerah dengan lokasi titik pusat gempa, maka dampak yang dihasilkan juga semakin besar.

 Gempa yang terjadi di darat maupun di laut memiliki dampak yang sama besar. Dampak tersebut merugikan, tetapi juga bisa menguntungkan pada manusia. Berikut adalah akibat gempa bumi bagi kehidupan :

  • Dampak Positif gempa bagi kehidupan :
  1. Gempa tektonik dapat digunakan untuk mengetahui jenis mineral yang ada didalam bumi.
  2. Gempa tektonik dapat digunakan untuk mengetahui struktur lapisan kulit bumi.
  3. Gempa dapat digunakan untuk menentukan jenis konstruksi bangunan.
  • Dampak Negatif gempa terhadap kehidupan :
  1. Bangunan roboh atau ambruk
  2. Terjadi kebakaran karena terjadi sambungan pendek aliran listrik.
  3. Terjadi banjir karena bendungan-bendungan dan tanggul yang jebol.
  4. Saluran pipa air dan gas putus.
  5. Terjadi tsunami apabila pusat gempanya didasar laut.
  6. Sarana dan prasarana transportasi rusak.
  7. Distribusi barang dan jasa terhambat.

Gempa bumi memang berbahaya dan berdampak negatif bagi kita. Namun, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan diri pada saat terjadi gempa. Jika Anda berada di dalam ruangan, carilah tempat yang aman dari reruntuhan atap. Jika Anda berada di luar ruangan, pilihlah tempat terbuka.

Menjauhlah dari pohon, tiang listrik, bangunan dan apapun itu yang berpotensi untuk roboh. Untuk itu demikianlah penjelasan mengenai gempa bumi, semoga penjelasan diatas memberi manfaat bagi kalian semua 🙂 .