Penjelasan Tentang Kudis,Tanda Serta Penyebabnya

Tentu semua manusia menginginkan kulitnya tampak sehat dan terhindar dari beberapa penyakit. Bahkan tak hanya wanita saja yang menginginkan kulitnya tampak cerah dan mulus, melainkan banyak lelaki yang juga kerap merasa risih bila kulit nya memiliki bercak hitam atau bekas luka. Bagi para model kulit mulus dan indah adalah modal utama yang wajib dijaga. Maka dari itu banyak wanita dan lelaki yang kurang pede dikarenakan kulit yang tak indah. Namun dalam masalah ini, banyak wanita yang begitu stress menghadapinya.

Karena seperti yang kita tahu bahwa profesi model adalah dambaan sebagain wanita. Namun apa jadi bila kulitnya mengalami gangguan seperti halnya kudis. Pasti hal ini membuat para wanita kurang percaya diri akan penampilan kulitnya. Nah, untuk itu yuk kita simak ulasan mengenai kudis ini.

Apa Itu Kudis?

Kudis dalam bahasa medis dikenal dengan istilah scabies. Ini adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabei. Tungau ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau bersifat mikroskopis. Penyakit ini akan menyebabkan bercak kemerahan pada bagian kulit tertentu. Infeksi dari kutu kecil bisa masuk ke bagian dalam kulit kemudian menghisap darah dan menyebabkan bercak kemerahan. Penyakit ini sangat mudah menular hanya dengan kontak fisik dengan penderita. Bahkan kontak langsung dengan pakaian atau perlengkapan mandi juga bisa menyebabkan penularan.

Kudis biasanya memiliki masa inkubasi sekitar 30-60 hari sebelum muncul rasa gatal dan ruam. Tetapi jika Anda pernah mengidap kudis sebelumnya, waktu kemunculan gejala akan jauh lebih cepat. Pada anak-anak, ruam tempat tungau bersarang sering muncul pada kulit kepala, wajah, leher, telapak tangan dan telapak kaki. Sementara para pengidap dewasa umumnya mengalami gejala ini pada sela-sela jari, ketiak, sekitar selangkangan, pergelangan tangan, siku, sekitar payudara dan puting, telapak tangan dan kaki, bokong, serta sekitar organ intim.

Tungau kudis akan terus berkembang biak dalam lapisan kulit pengidap jika tidak ditangani atau langkah pengobatannya tidak tepat. Tungau ini tahan terhadap air hangat serta sabun, jadi tidak bisa diberantas walau pengidap sudah menggosok tubuh sampai bersih pada saat mandi. Pengidap tetap membutuhkan penanganan medis. Karena kudis memiliki rasa gatal yang dapat membuat anda tak berhentik untuk melakukan gesekan semacam garukan.

Gatal adalah rasa tidak nyaman pada kulit yang memicu penderitanya untuk melakukan garukan. Di dalam dunia medis, gatal disebut pruritus. Gatal dapat mengenai salah satu tempat saja, dapat juga mengenai seluruh tubuh. Demikian pula dengan kelainan kulit yang menyertainya. Ada gatal tanpa disertai kelainan kulit, ada juga gatal yang muncul bersama kelainan kulit seperti bentol, merah, bersisik dan lain sebagainya.

Tanda-Tanda Kulit Menderita Penyakit Kudis

Sebagian besar gejala kudis disebabkan karena adanya respon sistem kekebalan tubuh kita terhadap air liur, telur atau kotoran tungau. Dengan kata lain, gejala ruam dan gatal-gatal sebagian besar disebabkan oleh adanya alergi dari tubuh kita terhadap tungau. Rata-rata banyaknya jumlah tungau yang hidup atau bersarang pada orang yang sudah terinfeksi sekitar 12. Nah pernahkah kalian bertanya bahwa apa saja sih tanda-tanda seseorang mengidap gejala dari kudis, karena hal ini tak boleh disepelekan. Lihat saja kulit begitu tak enak dipandang jika dibiarkan saja. Untuk itu ada baiknya mengetahui tanda dari kudis agar bisa segera ditangani oleh tim medis.

Tanda dan Gejala Kudis

  • Ruam dan gatal luar biasa, sering kali parah dan memburuk di malam hari.
  • Jejak seperti galian yang tipis dan tidak teratur.
  • Kulit agak melepuh atau terdapat benjolan seperti jerawat yang kecil atau berubah warna.
  • Anda juga mungkin mengalami scabies Norwegia di mana kudis mengeras, dengan kerak tebal yang mengandung ribuan tungau dan telur.
  • Kerak yang menebal, berwarna keabuan-abuan, dan mudah terkelupas saat disentuh.

Pada orang dewasa dan anak yang lebih tua, scabies paling sering ditemukan di:

  1. Antara jari tangan.
  2. Ketiak.
  3. Sekitar pinggang.
  4. Dalam pergelangan tangan.
  5. Atas siku bagian dalam.
  6. Telapak kaki.
  7. Sekitar payudara.
  8. Sekitar area kelamin pria.
  9. Pantat.
  10. Lutut.
  11. Atas tulang belikat.

Pada bayi dan anak kecil, mereka mungkin mengalami kudis di:

  1. Kulit kepala.
  2. Wajah.
  3. Leher.
  4. Telapak tangan.
  5. Telapak kaki.

Dan pastinya jika tanda-tanda diatas sudah kalian ketahui, namun ada hal lain yang wajib juga untuk diketahui. Nah, dikatakan sebagai penyakit yang menjijikan ternyata kudis meningkat apabila ada hal-hal yang mempengaruhi tubuh, seperti halnya;

  • Sistem imun tubuh melemah.
  • Anda menggunakan steroid atau perawatan lainnya seperti obat-obatan tertentu untuk rematik arthritis.
  • Kontak kulit langsung dengan orang yang terinfeksi.
  • Sedang menjalani kemoterapi.

Penyakit kudis sangatlah umum menyerang masyarakat di daerah perkotaan, pada wanita dan anak-anak dan di saat musim dingin. Kasus ini juga sangatlah umum terjadi di banyak belahan dunia, terutama di mana ada kemiskinan serta kepadatan penduduk. Selain itu, penyakit kulit ini juga mengeluarkan gejala-gejala yang tentunya membuat keadaan kulit kita menjadi tidak nyaman dan tidak sehat serta berubahnya keadaan permukaan kulit kita.

Dokter mendiagnosis scabies dengan memeriksa kulit. Mereka dapat mencari tanda adanya tungau, termasuk galian. Berdasarkan gejala serta pertanyaan apakah Anda kontak dengan orang yang terinfeksi, dokter mampu memberikan jawaban. Untuk memastikan bahwa Anda terkena kudis atau kalau tungau sulit ditemukan, dokter bisa mengambil sedikit sampel kulit yang dicurigai menjadi tempat tungau bersarang dan tinggal. Setelah melihatnya di bawah mikroskop untuk menemukan tungau dan telurnya, dokter dapat memberikan diagnosis terakhir.

Pengidap kudis umumnya tidak menyadari bahwa dirinya sudah tertular karena masa inkubasi penyakit ini cukup lama. Akibatnya penyebaran kudis dapat terjadi dengan sangat cepat. Metode penularan utamanya adalah melalui sentuhan kulit, termasuk saat berhubungan seks. Penyakit ini juga dapat ditularkan jika terjadi kontak langsung dengan hewan yang mengidap kudis. Maka sangat penting untuk menjaga kebersihan hewan piaraan serta hindari kontak dengan hewan-hewan liar.

Perlu untuk diketahui jika salah seorang anggota keluarga Anda ada yang mengidap kudis, terdapat beberapa langkah mudah untuk mencegah penularannya. Anda dianjurkan menggunakan air panas untuk mencuci pakaian, handuk, serta seprai yang dipakai oleh pengidap. Jemur di bawah terik matahari yang sangat panas atau keringkan dengan panas yang tinggi di dalam mesin cuci.

Khusus untuk barang-barang yang tidak bisa dicuci, bungkuslah dengan rapat dalam plastik dan letakkan di tempat yang jauh dari jangkauan selama setidaknya dua minggu agar tungau-tungau mati.Kontak dengan orang-orang yang tinggal serumah juga sebaiknya dihindari sebisa mungkin hingga pengidap kudis sepenuhnya. Namun tahukah anda apa penyebab utama seseorang menderita penyakit kulit yang satu ini? Untuk itu yuk kita simak kembali ulasannya dibawah ini.

Penyebab Kudis

Penyakit kudis hampir sama dengan jenis penyakit kulit lain. Ada rasa gatal yang sangat kuat pada beberapa bagian kulit ketika kutu masuk ke lapisan kulit. Kemudian bekas kutu akan tumbuh benjolan kecil, lalu akan melepuh dan menyebar ke bagian kulit lain. Beberapa masalah ini biasanya banyak menyerang pada jari, sekitar pinggang, dada, lutut dan tulang belikat.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa penyakit kudis didapat dari mereka yang tertular oleh “Tungau”. Tungau-tungau tersebut akan menggali liang menyerupai terowongan untuk bersarang di bawah lapisan kulit luar (epidermis). Scabiei adalah tungau atau kutu dengan ciri-ciri berbentuk pipih hampir bulat dengan 8 kaki pendek pipih, berukuran 300-600 miu. Biasanya tungau hidup di lapisan epidermis, permukaan dorsal dari tungau ini dilindungi oleh lipatan dan lekukan terutama bentuk garis yang melintang sehingga membuat sejumlah skala segitiga kecil. Selain itu pada tungau betina terdapat ekor seperti cambuk pada pasangan kaki ke 3 dan ke 4 sedangkan pada tungau jantan, bulu cambuk hanya terdapat pada pasangan kaki ke 3.

Daerah di sekitar sarang tersebut kemudian akan terasa sangat gatal, terutama pada malam hari saat suhu tubuh lebih hangat dan akhirnya membentuk ruam. Rasa gatal ini disebabkan reaksi alergi tubuh terhadap protein dan feses tungau. Karena itu, gejala gatal-gatal tetap bisa tersisa sampai kurun waktu tertentu meski tungau-tungau sudah dibasmi. Pada bayi dan anak-anak, terdapat beberapa bagian tubuh lain yang biasanya juga mengalami ruam, yaitu kulit kepala, wajah dan leher.

Berikut ini adalah proses berkembangbiaknya tungau pada lapisan kulit kita hingga pada akhirnya dapat menyebabkan munculnya kudis :

  1. Tungau betina atau yang dikenal dengan nimfa (infeksi oleh tungau betina) mulai masuk ke dalam jaringan kulit melalu lapisan epidermis kulit kita. Pada masa atau fase ini, tungau betina akan membuat semacam terowongan alias lubang kecil yang berada di lapisan epidermis kita. Ketika terowongan atau lubang tersebut sudah selesai, maka lubang tersebut akan menjadi sarang dari tungau, dimana tungau akan meletakkan telur mereka pada lubang tersebut.
  2. Setelah telur berhasil disimpan dan diletakkan pada lubang tempat tinggal tungau tersebut di dalam lapisan epidersmis kita, maka telur trsebut akan menetas dalam waktu antara 2-4 hari. Setelah menetas, akan muncul larva dari tungau.
  3. Setelah menetas, maka larva tersebut kemudian akan berkembang menjadi nimfa atau tungau betina. Perkembangannya terjadi sangat cepat, hanya dalam hitungan hari.
  4. Begitu seterusnya hal ini akan terjadi dan menjadi sebuah siklus kehidupan dari tungau itu sendiri di dalam lapisan kulit kita dan akan menyebabkan munculnya penyakit kudis.

Kudis merupakan salah satu penyakit kulit, yang bukan hanya menimbulkan rasa gatal, tapi dapat merusak jaringan kulit. Penyakit ini merupakan gangguan kesehatan yang cukup serius, tentunya juga merusak kecantikan kulit. Seperti mana yang pada sebelumnya sudah dibahas, bahwa kudis membuat seseorang menjadi kurang pede akan penampilan dirinya dikarenakan kudis yang berada dibagian kulit.

Tungau kudis akan terus berkembang biak dalam lapisan kulit pengidap jika tidak ditangani atau langkah pengobatannya tidak tepat. Tungau Sarcoptes scabiei penyebab kudis ini tahan terhadap air hangat serta sabun sehingga tidak bisa diberantas meski pengidap sudah menggosok tubuh sampai bersih pada saat mandi. Pengidap tetap membutuhkan pengobatan yang tepat. Untuk itu ada baiknya jika cepat dan tanggap dalam mengatasi masalah ini.

Cara Cepat dan Ampuh Mengatasi Kudis

Untuk mendiagnosa penyakit kudis, biasanya dokter akan memeriksa keadaan kulit Anda terlebih dahulu. Dokter akan mencari tanda-tanda keberadaan tungau sekaligus melihat karakteristik liang buatan tungau tersebut. Setelah itu, dokter akan mengambil sampel dari kulit Anda yang mengalami kudis guna diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan mikroskopis dapat menentukan adanya tungau atau telur mereka. Apabila Anda sudah terdiagnosis mengalami kudis, Anda dapat mengobatinya dengan krim atau lotion. Nah, ada baiknya jika langkah-langkah dibawah ini untuk ada ikutin, agar masalah kudis cepat teratasi.

1. Periksa ke Dokter

Langkah pertama pastinya anda harus pergi ke dokter, untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut menganai masalah ini. Pasalnya, kondisi ini tidak akan cepat hilang tanpa penanganan dan obat resep dari dokter. Karena kalau dibiarkan begitu lama, masalah ini akan membuat tampilan kulit semakin parah. Belum lagi rasa gatal yang membuat jemari begitu geram ingin menggaruknya.

Pastikan anggota keluarga yang tinggal di rumah juga ikut periksa ke dokter, meskipun tidak menunjukkan gejala kudis. Apalagi kalau Anda sudah pernah melakukan kontak langsung (menyentuh atau saling pinjam barang) dengan orang-orang di rumah. Agar masalah kudis tak menyebar luas ke anggota keluarga lainnya.

2. Pakai Obat Dari Dokter

Setelah melakukan pemeriksaan, pasti anda akan diberi beberapa resep atau salep lotion dari dokter tersebut. Nah, biasanya dokter akan meresepkan obat khusus sebagai cara mengatasi kudis yang efektif. Obat kudis yang paling sering diberikan oleh dokter bentuknya krim atau lotion.

Pakai obat krim dari dokter Anda mulai dari leher hingga ke kaki. Termasuk kulit di sekitar kuku, pada lipatan di antara bokong, serta kulit di antara jari kaki. Hindari memberikan obat ke area hidung, bibir, kelopak mata dan area sekitar mata atau mulut. Seperti halnya menggunakan hand body ternyata salep ini juga baik digunakan pada malam hari. Pada malam hari sebelum tidur karena obat tersebut harus tetap menempel dikulit selama delapan hingga empat belas jam.

3. Menggunakan Obat Setelah Mandi

Ingat kudis juga disebabkan karena gaya hidup yang tak bersih, atau memiliki latar belakang yang semberonok (tak memiliki kebersihan yang baik) Nah, untuk itu sangat dianjurkan bagi kalian yang memiliki masalah kudis agar ada baiknya jika memperhatikan kebersihan. Obat Anda paling baik dioleskan setelah mandi. Ini karena obat Anda memang harus menyerap dulu di kulit untuk waktu yang lama sebelum dibasuh. Selain itu, kalau Anda cuci tangan atau kaki dan obatnya ikut terbasuh, segera oleskan lagi.

4. Cuci Semua Pakaian Dengan Air Panas

Dikatakan sangat merugikan kulit, penyakit kudis ini harus benar-benar diberantas hingga ke akar masalahnya. Maka dari itu ada baiknya jika pakaian ataupun barang-barang yang tersentuh oleh mereka yang memiliki gejala ini, sebaiknya untuk dicuci menggunakan air panas. Meskipun tungau hanya bisa menyebabkan penyakit pada manusia, tungau penyebab kudis ini dapat bertahan hidup sampai dua hingga tiga hari di luar kulit manusia.

Jadi segera setelah Anda didiagnosis mengalami kudis, pastikan semua baju, seprai, handuk dan selimut langsung dicuci dengan sabun dan air panas mendidih. Kemudian keringkan di bawah sinar matahari atau dengan dry-clean. Ini penting supaya tungau tidak akan menyerang Anda lagi selama masa pengobatan berlangsung.

5. Hindari Kebiasaan Kotor

Lakukanlah pembersihan akan rumah dan lingkungan lainnya, bahkan hal yang wajib diperhatikan ialah ruangan tidur yang memiliki perlengkapan semacam sprei karpet bahkan kasur dan hal lainnya yang wajib untuk dibersihkan juga dengan mesin penyedot debu. Intinya, pastikan semua sudut rumah Anda sudah bersih dari tungau penyebab kudis. Meski kedengarannya sepele, langkah ini bisa jadi cara mengatasi kudis yang efektif. Karena kehidupan yang kotor dapat memicu penyakit kulit lainnya.

Banyak dari kita yang tahu bahwa penyakit ini begitu menggelikan bahkan tak enak dipandang. Bahkan banyak dari mereka yang begitu enggan menonjolkan kondisi kulitnya dikarenakan begitu malu (tak percaya diri). Nah, apa kita harus terus-terusan menyembunyikan kondisi ini? Ada baiknya jika lekas disembuhkan seperti mana disarankan diatas tadi dan sebaiknya jika dari kita harus berwaspada dan mengikuti langkah diatas agar masalah kudis tak menghampiri kulit.

Dan untuk kalian yang memiliki masalah ini, ada baiknya mengikuti langkah-langkah diatas, karena apa? Karena ada baiknya jika segera diobati dan konsultasikan ke dokter terdekat. Karena nggak maukan kulit mu mengalami gejala kudis yang mengakibatkan tampilan kulit tak sedap dipandang. Maka dari itu demikianlah penjelasan mengenai kudis, semoga artikel ini memberi pengetahuan yang baik bagi pembaca.