Penyebab Karang Gigi Serta Cara Mencegahnya

Plak gigi akan terbentuk ketika bakteri dalam mulut bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan. Jika plak gigi ini tidak dibersihkan secara teratur, maka karang gigi akan otomatis terbentuk. Karang gigi adalah plak gigi yang menumpuk dalam waktu lama dan mengeras. Plak gigi sebenarnya masih dapat dihindari dengan menyikat gigi sehari dua kali. Namun, jika jarang menyikat gigi atau bahkan tidak menyikat gigi dengan bersih, hasilnya plak gigi akan mengeras dan menjadi karang gigi.

Terbentuknya karang gigi terjadi setelah 24 jam gigi tidak dibersihkan dengan menyikat dan kumur-kumur. Plak yang memang ada di dalam gigi akan menyerap kalsium dan fosfor yang terkandung di dalam air liur. Akibatnya, plak yang tadinya masih bisa dibersihkan dan lunak menjadi mengeras. Inilah yang menyebabkan timbulnya kalkulus atau yang lebih dikenal dengan istilah karang gigi. Jika sudah terbentuk, perlu bantuan dokter gigi untuk menghilangkan karang gigi. Dan jika diabaikan, akibatnya bisa parah. Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui penyebab karang gigi serta cara mencegah kemunculannya.

Penyebab Karang Gigi

Seperti halnya yang dijelaskan sebelumnya, bahwa penyebab karang gigi ialah dikarenakan penumpukan plak yang termineralisasi dan dibiarkan tanpa pembersihan dalam jangka waktu yang lama, sehingga plak tersebut akan mengeras dan terakumulasi, yang mengakibatkan terjadinya endapan pada permukaan gigi. Karang gigi adalah tempat yang sangat baik bagi bakteri untuk tinggal dan melekat, yang dapat menyebabkan karang gigi semakin bertambah besar, bahkan dapat masuk hingga ke dalam gusi.

Sementara itu plak terbentuk dari bakteri, saliva, sisa makanan terutama yang mengandung gula dan zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Ketika seseorang jarang menggosok gigi atau kurang bersih dalam menyikat gigi akan menyebabkan bakteri mudah sekali melekat pada plak dan akhirnya bakteri tersebut akan berkembang biak dan membentuk kelompok yang akan memproduksi asam yang banyak. Asam yang dihasilkan oleh bakteri dari fermentasi terhadap makanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada email gigi. Berikut beberapa penyebab lain yang menyebabkan karang di gigi

1. Malas Menggosok Gigi

Gigi yang kuning dapat disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya yaitu perilaku yang malas membersihkan gigi seperti menyikat gigi setelah makan, malas berkumur, dan mengkonsumsi makanan yang membuat gigi kuning. Sebagian besar orang kurang peduli dengan kebersihan gigi masing-masing. Gigi yang jarang dibersihkan akan menyebabkan berkembangnya karang gigi akibat timbunan sisa-sisa makanan.

Terlebih lagi makanan dan minuman yang bersifat manis, panas atau dingin. Sebagian besar masalah gigi kuning disebabkan oleh perilaku malas membersihkan gigi. Akibat yang terparah dari perilaku malas membersihkan gigi ini adalah gigi menjadi hitam dan bolong karena dimakan kuman di dalam mulut.

2. Jarang Mengunjungi Dokter Gigi

Jarang mengunjungi dokter gigi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan plak yang menumpuk menjadi karang gigi yang sulit untuk di bersihkan. Karena menggosok gigi saja tidak sepenuhnya dapat membersihkan gigi, oleh sebab itu sesekali mengunjungi dokter gigi dapat menghindari terjadinya penumpukan plak yang semakin banyak.

Dokter gigi tau cara menghilangkan plak pada gigi, oleh karena itu dokter gigi adalah tempat yang aman untuk membersihkan plak dan memeriksa kesehatan gigi dan gusi. Terkadang usaha membersihkan karang gigi tanpa bantuan kedokteran bisa menyebabkan iritasi pada gusi. Ketika kerak di gigi berusaha kita hilangkan dengan sikat gigi terus menerus, justru gusi kita akan berdarah karena kerak telah berbentuk seperti kerikil-kerikil di gigi.

3. Makanan Dan Minuman Yang Mengandung Gula

Sisa makanan yang dicerna oleh mulut apabila tidak segera dibersihkan akan bercampur bersama kuman-kuman yang berada di mulut. Ketika kuman dan sisa makanan telah bergabung, terbentuklah plak di mulut. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gula juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya karang gigi.

Makanan yang mengandung gula merupakan sumber makanan bagi bakteri untuk berkembang biak, karena bakteri yang memakan makanan yang mengandung gula akan menghasilkan zat asam berbahaya yang dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan terbentuknya plak yang menjadikan karang gigi. Bakteri yang berkembang biak lama kelamaan akan menjadi semakin banyak dan kuat sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit pada gigi dan mulut.

4. Kebiasaan Merokok

Merokok adalah kebiasaan buruk yang banyak mendatangkan penyakit berbahaya dan mematikan. Zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok dapat menyebabkan terbentuknya plak dan menjadi penyebab karang gigi hitam. Plak yang menumpuk lama kelamaan akan menyebabkan perubahan warna gigi, pembusukan, pengeroposan dan kerusakan pada gigi. Merokok juga dapat menjadi penyebab kanker gigi. Akan jauh lebih sulit membersihkan plak yang disebabkan oleh zat-zat berbahaya yang ada pada rokok dari pada plak yang disebabkan oleh sisa-sisa makanan.

5. Kurang Minum Air Putih

Ketika kita mengkonsumsi makanan, banyak sisi-sisa makanan yang menempel pada gigi, jika kita kurang minum air putih maka sisa-sisa makanan akan tertinggal pada gigi dan mudah di konsumsi bakteri yang menyebabkan terbentuknya plak. Karang gigi memiliki sifat yang sangat lengket. Pada karang gigi banyak terdapat bakteri yang melekat bersama dengan sisa-sisa makanan. Berdasarkan pada perkembangannya, karang gigi ini memiliki tiga warna:

  • Karang gigi yang masih tipis memiliki warna putih dan kuning.
  • Karang gigi yang dibiarkan begitu saja, lama kelamaan warnanya akan berwarna kehijauan.
  • Karang gigi yang tidak pernah dibersihkan, lambat laun akan berubah menjadi berwarna hitam.

Karang gigi begitu cepat dan mudah terbentuk jika seseorang memiliki kandungan zat kapur yang sangat tinggi dalam saliva. Umumnya karang gigi akan terbentuk pada leher gigi. Pada bagian itu merupakan perbatasan antara gusi dan gigi, terutama pada bagian sela-sela gigi yang sulit untuk dibersihkan.

Karang gigi yang diabaikan terlalu lama, lambat laun akan semakin parah, sehingga dapat menyebabkan infeksi yang terjadi pada gusi, baik itu yang bersifat kronis maupun akut, bahkan akan berpengaruh pada jaringan penyangga yang terdapat di sekitar gigi seperti gusi, tulang pipi, dan juga pembuluh darah pada gigi.

Ketika infeksi telah sampai pada lapisan dalam gigi atau tulang alveolar, maka dapat menyebabkan gigi menjadi goyang, bahkan dapat terlepas dari penyangganya, akibat dari menipisnya tulang penyangga gigi tersebut. Dan perlu untuk anda ketahui bahwa, Karang gigi dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, berdasarkan pada lokasi terbentuknya.

Jenis Karang Gigi

1. Supragingiva Kalkulus

Yaitu karang gigi yang terjadi pada permukaan gigi bagian atas gusi dan dapat dilihat oleh mata. Karang gigi jenis ini umumnya berwarna putih kekuningan dengan tekstur yang keras. Dengan bantuan skaler, karang gigi jenis ini mudah untuk dilepaskan. Warna pada karang gigi ini dapat berubah-ubah sesuai dengan zat warna dari makanan yang dikonsumsi atau karena tembakau. Karang gigi supragingiva dapat terbentuk pada satu gigi atau berkelompok, bahkan dapat terjadi pada semua gigi.

2. Subgingiva

Yaitu karang gigi yang terjadi pada permukaan gigi bagian bawah gusi dan tidak terlihat oleh mata, sehingga untuk dapat melihatnya diperlukan pemeriksaan dokter. Karang gigi subgingiva bertekstur keras dan padat, serta memiliki warna coklat tua atau hijau yang kehitaman.

Karang gigi menempel dengan sangat kuat pada gigi, sehingga proses pengangkatan karang gigi harus dilakukan oleh dokter/ahli gigi profesional. Namun ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengontrol dan mencegah pembentukan karang gigi. Nah untuk itu ada baiknya jika mencegah terjadinya karang gigi sejak dini.

Cara Mencegah Karang Gigi

Karang gigi tidak dapat dibersihkan hanya dengan menggosok gigi ataupun berkumur dengan obat kumur. Karang gigi hanya dapat dibersihkan oleh dokter gigi. Untuk membersihkan karang gigi dokter akan menggunakan peralatan secara manual dan juga elektrik, pembersihan karang gigi disebut dengan scalling. Dalam melakukan scalling akan sedikit menimbulkan rasa tidak nyaman. Pada saat proses pembersihan karang gigi ini akan menimbulkan sensasi gigi terasa ngilu.

Hal ini terjadi karena gigi yang sebelumnya tertutup oleh karang gigi setelah dibersihkan akan menimbulkan pembukaan atau celah diantara gigi dan gusi, sehingga gigi dan gusi akan menyesuaikan dengan keadaannya. Untuk membersihkan karang gigi agar terasa nyaman dan tidak menimbulkan rasa sakit, maka dokter gigi akan memberikan anatesi jika diperlukan. Namun ada hal yang perlu anda lakukan sebagai pencegahan timbulnya karang di gigi.

  • Sikat Gigi

Sikatlah gigi anda setidaknya dua kali dalam sehari. Sikat gigi elektronik mungkin lebih efektif daripada sikat gigi manual untuk menghilangkan plak. Terlepas dari jenis sikat gigi yang Anda gunakan, pastikan produk sikat gigi yang digunakan telah mendapat persetujuan dari para dokter gigi, dan telah melewati pengujian kualitas dan uji keamanan yang ketat. Lakukan sikat gigi selama 2 menit setiap kalinya, untuk menghilangkan plak dan mencegah pembentukan karang gigi.

  • Gunakan Pasta Gigi Dengan Fluoride

Pilih pasta gigi dengan fluoride, kandungan fluoride pada pasta gigi akan membantu mencegah plak gigi mengeras dan menjadi karang gigi. Di samping itu, fluoride juga penting untuk memperbaiki kerusakan enamel gigi. Lebih jauh lagi, beberapa produk juga ada yang mengandung triclosan, yang bisa membantu melawan bakteri yang terdapat pada plak gigi.

  • Gunakan Dental Floss Secara Reguler

Dental floss adalah benang gigi yang digunakan untuk membersihkan sela-sela gigi. Dental floss adalah satu-satunya cara untuk membersihkan plak di sela-sela gigi anda dan mencegah pembentukan karang gigi di tempat tersebut, benang gigi. Tidak peduli seberapa rajin Anda menyikat gigi, hanya penggunaan benang gigi setiap hari yang bisa menghilangkan plak gigi dan mencegah pembentukan karang gigi di daerah yang sulit dijangkau. Lakukan pembersihkan gigi menggunakan benang gigi dengan benar agar tidak melukai gusi Anda.

  • Perhatikan Makanan Anda

Bakteri di mulut Anda berkembang karena mengonsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung atau karbohidrat. Saat mengonsumsi makanan tersebut, bakteri akan melepaskan asam yang dapat merusak gigi dan menjadi penyebab karang gigi terbentuk. Usahakan makan makanan yang sehat dan batasi jumlah asupan makanan yang mengandung gula seperti permen atau cokelat.

Sadarilah bahwa setiap kali Anda makan, Anda juga memberi makan bakteri di mulut Anda. Selain itu, hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa menjadi penyebab munculnya karang gigi seperti roti, keripik kentang, buah kering, buah-buahan jenis jeruk, minuman es, minuman beralkohol dan soda.

  • Kurangi Merokok

Hampir semua orang sudah paham akan bahaya merokok, namun banyak juga yang tetap melakukan kebiasaan tersebut terlepas dari segala risikonya. Selain dapat menjadi penyebab kanker dan penyakit-penyakit lainnya, ternyata kebiasaan merokok juga dapat menimbulkan karang gigi. Zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok dapat menimbulkan karang gigi yang sangat sulit dibersihkan sehingga menyebabkan gusi berdarah. Nobody wants that, right? Jadi bagi kamu yang merokok dan memiliki masalah ini, mungkin ini saat yang tepat untuk mengurangi bahkan berhenti merokok.

  • Mengkonsumsi Buah Apel

Cara menghilangkan karang gigi yang mungkin tidak akan merepotkan Anda adalah dengan mengkonsumsi atau memakan buah apel. ya, buah apel ini memang banyak berguna bagi tubuh anda. Jika biasanya Anda hanya tahu buah apel hanya untuk menu diet, kini Anda bisa menggunakannya untuk membersihkan karang gigi.

Buah apel ini memiliki zat-zat yang bisa mengurangi karang gigi karena vitamin C yang terkandung ternyata dapat menumpas karang gigi. Jika Anda ingin menggunakan buah apel untuk menghilangkan karang pada gigi, Anda hanya perlu mengkonsumsinya secara rutin agar karang gigi hilang.

Seperti yang dijelaskan, jika karang pada gigi tak segera di tanganin maka, gigi akan mengalami kerusakan. Untuk itu ada baiknya jika merawat gigi dengan baik dan pastinya untuk rajin dalam hal membersihkan gigi terlebih lagi setelah selesai makan. Demikianlah penjelasan diatas, semoga artikel ini memberi manfaat serta pengetahuan bagi pembaca.