Ragu Akan Keberadaannya, Gas Sulfur Salah Satu Tanda Adanya Alien

Selain hidup berdampingan dengan mahkluk halus atau mahkluk tak kasat mata, ternyata kita juga hidup berdampingan dengan para alien. Misteri alien di alam semesta hingga saat ini memang masih belum bisa dipecahkan. Berbagai cara dan upaya terus dilakukan NASA agar bisa mencari ‘celah’ untuk berkomunikasi dengan makhluk ekstraterestrial itu. Salah satunya dengan menciptakan beberapa inovasi teknologi untuk mendeteksi keberadaan alien.

Keberadaan makhluk ekstraterestrial selalu ngundang pertanyaan tentang fakta sebenarnya. Enggak sedikit orang yang percaya dan nunjukin bukti bahwa alien itu ada, seperti beberapa tokoh dunia di sini. Namun, enggak sedikit pula yang percaya bahwa alien adalah tipuan semata yang dilakukan oleh suatu negara demi mengalihkan permasalahan politiknya.

Namun, sebenarnya ada beberapa bukti nyata bahwa alien itu ada dan bahkan keberadaan gas sulfur menjadi tanda adanya keberadaan alien.

Gas Sulfur Salah Satu Tanda Adanya Alien

Molekul gas sulfur atau belerang bisa menjadi penanda adanya alien atau setidaknya kehidupan mikro. Demikian diungkapkan Renyu Hu, pelajar doktoral Ilmu Keplanetan di MIT, dalam American Astronomy Society Meeting di Boston. Pendapat tersebut didasari fakta adanya kehidupan berbasis sulfur di Bumi.

Diketahui, banyak mikroba memakai senyawa sulfur untuk menghasilkan energi, persis seperti cara manusia menghasilkan energi dengan bantuan oksigen.

Hu membuat simulasi guna meyakinkan orang terhadap pendapatnya. Ia membuat sebuah model planet yang berada di zona layak huni di sistem bintang mirip Matahari. Planet itu kaya nitrogen seperti Bumi, tetapi memiliki kandungan sulfur 1.000 kali lebih besar dari Bumi.

Belerang atau Sulfur adalah unsur kimia dengan jumlah atom 16 dan simbol atom S. Pada suhu kamar, sulfur adalah padatan kristal berwarna kuning. Meskipun sulfur tidak larut dalam air, tetapi sulfur adalah salah satu elemen paling serbaguna dalam membentuk senyawa. Sulfur (belerang) dapat bereaksi dan membentuk senyawa dengan semua unsur kecuali emas, yodium, iridium, nitrogen, platina, telurium dan gas inert.

Belerang adalah unsur kedua dalam kolom keenam belas dari tabel periodik. Hal ini diklasifikasikan sebagai nonlogam. Atom belerang memiliki 16 elektron dan 16 proton dengan 6 elektron valensi di kulit terluar. Belerang adalah unsur kesepuluh yang paling melimpah di alam semesta. Belerang dapat lebih dari 30 bentuk alotrop berbeda (struktur kristal). Ini adalah yang paling alotrop dari setiap elemen.

Menurut Hu, kehidupan berbasis sulfur di permukaan planet mengeluarkan sisa gas hidrogen sulfida (H2S). “Hidrogen sulfida dari permukaan punya dampak besar pada komposisi atmosfer suatu planet. Jika atmosfer suatu planet memiliki kadar H2S yang tinggi, maka bisa jadi planet tersebut memiliki kehidupan. H2S memang sulit dideteksi oleh astronom. Namun, H2S berlebih menyebabkan banyaknya sulfur aerosol yang bisa dideteksi dengan inframerah atau cahaya tampak.

Meski pendapat Hu masuk akal, fakta membuktikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan planet ekstra surya (di luar tata surya) yang berpenghuni di sistem bintang yang mirip dengan Matahari. Dengan demikian, pendapat Hu masih perlu dikaji. Hu sendiri memperingatkan bahwa sulfur belum tentu menjadi tanda kehidupan. Bisa saja sulfur tersebut adalah hasil dari aktivitas vulkanik di planet tertentu. “Kami masih harus mengkaji asumsi ini secara menyeluruh,” kata Hu.

Seperti telah diketahui bahwa Alien adalah makhluk biologis apapun ukuran dan bentuknya, mulai dari hanya sekecil makhluk bersel tunggal seperti amuba, hingga yang terbesar. Dan pastinya, berasal dari luar planet Bumi. Hanya pembuktian kecil seperti itu saja, maka fikiran kita akan mulai berpandangan jauh lebih luas lagi bahwa ada kehidupan lain apapun bentuknya selain di planet Bumi ini.

Selama perjalanan umat manusia di planet Bumi sejak dulu, manusia selalu bertanya dalam hatinya disaat kepalanya mendongak keatas dan matanya memandang ke langit yang maha luas, adakah kehidupan diluar sana? Jika makhluk hidup diluar Bumi itu memang ada, lalu mana buktinya.

Bukti Lain Mengenai Keberadaan Alien

Cukup banyak bukti mengenai potensi eksistensi makhluk satu ini. Misalnya dari deretan foto dan video walaupun tidak pernah benar-benar jelas penggambarannya. Sains dan teknologi kekinian pun juga dikerahkan walaupun masih juga belum memberikan jawaban pasti tentang hal tersebut. Penjelajahan di bulan sekarang ini tidak hanya didominasi oleh Amerika Serikat atau Rusia saja.

Namun telah banyak negara yang juga telah mendaratkan ‘delegasinya’ ke bulan untuk melakukan serangkaian penelitian. Sebut saja, Cina, Jepang, dan India. Tiga negara tersebut saat ini sedang giat-giatnya melakukan penjelajahan untuk menemukan bukti-bukti baru mengenai keberadaan makhluk hidup atau alien yang bertempat tinggal di bulan. Dan berikut bukti lain yang menyatakan bahwa alien itu beneran ada.

1. Insiden Roswell

Insiden yang terjadi di Mexico pada tahun 1947 ini menggemparkan dunia. Namun, sayangnya, pihak pemerintah berusaha keras untuk menutup-nutupi kejadian ini. Bahkan, pemerintah tak segan untuk mengintimidasi para saksi mata yang melihat jatuhnya ufo ke bumi. Namun, lambat laun para saksi mata ini berani angkat suara.

Bahkan, insiden Roswell kembali menghangat pada tahun 1980-an. Mayor Jesse Marcel yang merupakan saksi dari kejadian Roswell pun membeberkan fakta bahwa memang yang jatuh pada tahun 1947 adalah piring terbang dan bukan balon cuaca seperti yang dikatakan oleh pemerintah. Bahkan, mayat dari alien yang mati tersebut juga diotopsi oleh pemerintah. Saking maraknya kejadian Roswell kisah ini pun dibuat serial televisi, buku novelnya, hingga dibangun pula museum alien di Roswell.

2. Mikroba pada Asteroid

Pada 2011, salah satu ilmuwan NASA, Richard Hoover, nemuin sebuah bukti kehidupan alien berupa fosil alga bersel tunggal yang mirip dengan cyanobacteria di Bumi. Mikroba tersebut berasal dari sebuah asteroid karbon di luar angkasa.

Dilansir The Guardian, fosil bakteri yang ditemukan dalam asteroid langka disebut dengan Meteorite CI1 Carbonaceous Chondrite. Temuan Hoover dimuat dalam “Journal of Cosmology” pada 2011. Lewat temuannya, Hoover menggunakan pecahan kecil dari meteorit dan menemukan struktur filamen yang mirip dengan alga bersel satu. Meski begitu, hingga kini para ilmuwan masih butuh bukti lain yang lebih kuat buat membenarkan teori kehidupan alien.

3. Alien Menyerupai Manusia

Baru-baru ini, ada teori yang nyebutin bahwa ada alien yang tengah mengintai Bumi dan menyerupai manusia. Hal itulah yang coba diungkap sebuah penelitian terbaru yang dilakukan para peneliti dari Oxford University, Inggris. Dilansir Movieweb, penelitian itu mengungkap adanya kemungkinan alien yang menyerupai manusia. Evolusi tersebut menguatkan argumen bahwa kehidupan di alam semesta ini terbentuk dari proses seleksi alam dan semakin berkembang dari waktu ke waktu.

Sam Levin, Peneliti Zoologi di Oxford University, bikin sebuah analisis yang memprediksi wujud dari alien yang telah mengalami sebuah proses transisi besar. Proses ini dikatakan dapat menyebabkan mereka berevolusi sehingga memiliki bentuk fisik yang menyerupai manusia. Ditambah, ada dugaan dari seorang mantan ilmuwan NASA yang nyebutin bahwa alien belum melakukan kontak dengan Bumi karena bisa aja mereka tinggal di dasar lautan atau di dunia perairan yang jauh di bawah sana.

Para pengamat angkasa luar menduga mayoritas dunia layak huni di semesta kemungkinan besar berada di bawah air. Dengan demikian, makhluk-makhluk yang tinggal di sana kemungkinan besar lebih mirip ikan daripada manusia.

4. Piramid Mesir

Hubungan antara Mesir kuno dan alien sudah cukup sering dibahas. Terutama pada wacana apakah alien adalah pihak yang membantu para penduduk negeri Afrika ini untuk membangun piramid? Mengingat perkembangan teknologi saat itu, sepertinya tidak memungkinkan untuk mendirikan bangunan yang begitu simetris dan presisi. Jadi, mungkin saja teori alien ikut dalam proses pembangunan piramid adalah benar adanya.

Terlepas apakah kamu percaya atau tidak dengan teori ini, sebuah bukti nyata terpapar di salah satu sudut bagian dalam piramid. Sebuah tulisan hierogliph menggambarkan simbol-simbol yang mirip dengan bentuk sebuah helikopter dan sebuah pesawat. Sebagian orang mempercayai jika ini adalah gambaran dari peralatan alien canggih.

Namun ada pula yang menyangkal dengan pernyataan jika tulisan tersebut tak lebih dari bentuk imajiner yang tidak berarti apa-apa. Mengingat bentuk piramid memang sangat spektakuler untuk peradaban masa lalu, serta bukti simbol-simbol teknologi yang ada di sana, apakah kamu percaya jika ini hanya sebuah kebetulan belaka?

5. Penglihatan Para Astronot

Tidak ada yang lebih mampu melihat bukti-bukti keberadaan alien kecuali mereka para astronot. Mengingat posisi mereka yang lebih memudahkan untuk melakukan hal tersebut. Bukti tentang keberadaan alien sering diungkapkan pra astronot lewat foto dan video. Sayangnya, bukti tersebut tidak pernah dirilis ke publik sehingga keberadaan tentang alien masih jadi opini yang simpang siur.

Pada bulan Juni 1965, astronot James McDivitt pernah melihat sebuah obyek berwarna metalik terbang tepat berada di atas pulau Hawai. McDivitt mengambil gambarnya namun tidak begitu jelas, tak lupa ia juga merekam sebuah video namun tidak pernah dirilis.

Bukti penglihatan selanjutnya datang dari Frank Bouman pada bulan Desember di tahun yang sama. Ia melihat sebuah bentuk tidak teridentifikasi yang terbang perlahan mendekatinya. Namun ia selalu diyakinkan kalau apa yang dilihatnya kala itu adalah rocket booster pesawatnya yang telah habis. Namun Frank bersikukuh kalau bentuk antara rocket booster dan obyek tidak teridentifikasi tadi benar-benar berbeda.

Tidak cukup dengan dua bukti di atas, ada juga keterangan yang mengejutkan dari astronot kebanggaan Amerika, Buzz Aldrin dan juga Neil Amstrong. Mereka mengatakan kalau melihat benda asing tak lama setelah mendaratkan kaki ke bulan. Hal tersebut disampaikan keduanya lewat sebuah pesan suara yang tak pernah dipublikasi. Pesan tersebut intinya mengatakan kalau ada benda asing di bulan dan tengah mengawasi mereka berdua.

Membahas soal alien ini tidak mudah. Mengapa sulit? Karena obyek ataupun subyek yang diteliti tidaklah ada di depan kita dan kita tidak bisa memintanya datang sesuka kita. Laporan-laporan penampakan UFO atau perjumpaan manusia dengan alien, juga masih sering diragukan.

Bahkan peristiwa jatuhnya UFO di Roswell tahun 1947 di mana ada 4 alien (2 mati, 1 lari kemudian ditembak oleh seorang tentara yang tegang dan satu lagi sekarat dan akhirnya mati di rumah sakit) yang di autopsi oleh pihak militer (AU) AS. Namun semuanya itu ditutupi dan dianggap tidak ada. Laporan resmi dari pihak pemerintah hanyalah sebuah balon percobaan AS yang bernama Skyhook. Tapi masyarakat umum tidak mudah begitu saja percaya dan kemudian lahirlah teori “Alien conspiracy”. Demikianlah pembahasan mengenai alien.