Seasonal Affective Disorder, Penjelasan Dan Gejala Serta Penyebab

Merasa murung selama beberapa hari memang wajar. Akan tetapi jika Anda terus merasa murung selama beberapa lama dan Anda tidak dapat termotivasi untuk melakukan kegiatan yang biasanya Anda nikmati, Anda mungkin mengalami seasonal affective disorder. Tahukah anda mengenai penyakit ini? Nah, mungkin anda juga sudah tahu bahwa ada kabar duka yang datang dari negara Ginseng, yang salah satu personel boy band nya melakukan bunuh diri.

Terlihat baik-baik saja, ternyata Jonghyun SHINee mengalami permasalahan yang membuatnya memilih untuk mengakhiri hidupnya. Dispatch, sebuah media ternama Korea berhasil memperoleh pesan terakhir Jonghyun yang dikirimkannya pada teman dekatnya bernama Nine9 yang juga merupakan anggota grup Dear Clouds. Kepergian anggota boy band SHINee, Kim Jonghyun, menjadi duka mendalam bagi penggemarnya di seluruh dunia.

Pasalnya kematiannya begitu sangat disayangkan. Bahkan banyak sahabat dan kerabat dekat yang begitu terpukul, namun apa mau dikata ternyata Jonghyun memiliki masalah pada dirinya dan bahkan ia sudah begitu tersiska akan penyakit yang melanda dirinya yakni, “Seasonal Affective Disorder” Nah untuk menegtahui gejala/penyakit ini ada baiknya kita simak bersama ulasaanya dibawah ini.

Apa Itu (SAD)?

Seasonal affective disorder Menurut Istilah Kedokteran gangguan afektif bermusim, Seasonal affective disorder (SAD) adalah jenis depresi ringan yang terjadi pada waktu yang sama setiap tahun. Jika Anda merasakan gejala melemahnya energi dan merasa moody pada musim-musim tertentu.

SAD sebenarnya adalah suatu kondisi siklik musiman. Artinya bahwa gejala yang dialami muncul dan hilang pada waktu yang sama setiap tahun. Di negara empat musim, gejala gangguan ini biasanya muncul selama akhir musim gugur atau awal musim dingin. Gejala ini kemudian hilang ketika hari menjadi lebih cerah seperti pada musim semi dan musim panas.

Orang yang menderita SAD mengalami perubahan ekstrim dalam suasana hati yang berfluktuasi dengan musim, seolah-olah mereka terbagi antara “orang musim panas” dan “orang yang dingin.” Pada penderita gangguan bipolar, SAD yang terjadi pada musim semi dan musim panas akan menimbulkan gejala mania atau hypomania dalam kadar ringan.

Sedangkan jika terjadi pada penderita bipolar di musim semi dan musim dingin, pada saat itulah akan terserang depresi. Mereka yang menderita Seasonal Affective Disorder atau SAD, melalui pengalaman yang lebih dramatis, seringkali sulit diatasi tanpa bantuan.

Gejala Depresi Musiman

Gejala yang dirasakan umumnya, hilangnya semangat dan energi menurun. Kondisi bisa berlanjut hingga awal musim semi, atau awal musim panas. Namun kasus ini terhitung jarang terjadi. Pola depresi musiman yang paling umum untuk episode depresif mulai terjadi yaitu pada musim gugur atau musim dingin dan menghilang di musim semi (bagi orang yang tinggal di negara empat musim).

Sedangkan, tipe SAD atau depresi musiman yang tidak begitu umum bisa juga dialami di kala musim panas. Dalam kasus-kasus yang berhubungan dengan SAD, sejumlah gejala biasanya bermula dengan kondisi yang ringan. Selanjutnya akan semakin parah ketika musim semakin berjalan. Tidak semua penderita SAD atau depresi musiman memiliki gejala yang sama, namun gejala yang paling umum berhubungan dengan winter blues beberapa di antaranya meliputi:

  • Merasa depresi sepanjang hari.
  • Hilangnya minat pada hal-hal yang biasanya disukai.
  • Energi terus menurun.
  • Perasaan tidak berdaya dan kesedihan.
  • Pikiran mengenai bunuh diri.
  • Selera makan menurun, sehingga berat badan turun.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Merasa tidak berdaya, dan tidak berguna.
  • Sering berpikir tentang kematian atau bunuh diri.
  • Menarik diri dari pergaulan.

Gejala SAD musim panas meliputi:

  • Nafsu makan yang buruk.
  • Penurunan berat badan.
  • Insomnia.
  • Agitasi dan kecemasan.

Seperti bisa diduga, lokasi geografis memainkan peran terbesar dalam kerentanan terhadap SAD, satu lebih dekat kehidupan ke salah satu kutub, semakin besar kejadian. Orang-orang di Kanada atau Amerika Serikat bagian utara delapan kali lebih mungkin menjadi korban SAD daripada mereka yang tinggal di cerah, daerah yang lebih beriklim seperti Florida atau Meksiko. Nah untuk itu yuk, kita simak penyebab dari penyakit ini.

Penyebab Seasonal Affective Disorder

Ada hal yang wajib kalian tahu guys khususnya wanita nih. Seperti yang sedikit kalian tahu nih meskipun diakui Jonghyun dalam sebuah wawancara bahwa ia mengalami depresi seasonal affective disorder ini, namun kasus ini umum terjadi pada wanita. Pria lebih jarang mengalaminya. Selain itu, kelompok usia dewasa muda lebih rentan mengalaminya, ketimbang lansia.

Penyebab SAD belum diketahui. Satu teori menyatakan bahwa SAD atau depresi musiman berhubungan dengan jumlah melatonin pada tubuh, hormon yang sekresikan oleh kelenjar pineal. SAD disebabkan oleh gangguan siklus tidur sehubungan dengan menurunnya sinar matahari selama musim-musim tersebut.

Sinar matahari yang lebih sedikit menyebabkan penurunan tingkat hormon melatonin yang menyebabkan tidur dan rasa lelah menjadi berlebihan, karakteristik dari SAD. Saat musim panas atau musim semi, gejala-gejala ini cenderung hilang dengan sendirinya.

Para peneliti masih jauh dari kesepakatan tentang penyebab yang tepat dari SAD dan menyarankan itu mungkin memiliki lebih dari satu penyebab. Saat ini, penjelasan yang paling mungkin melibatkan kelainan otak jalur yang memanfaatkan neurotransmitter (zat kimia) seperti serotonin. Beberapa faktor yang diyakini berperan besar dalam munculnya Seasonal Affective Disorder adalah:

  1. Jam biologis (irama sirkadian). Kurangnya intensitas sinar matahari di musim gugur dan musim dingin bisa memicu SAD. Akibatnya, jam tubuh terganggu sehingga mengakibatkan perasaan murung dan depresi.
  2. Pengaruh serotonin. Hormon serotonin yang diproduksi di dalam otak memengaruhi mood. Berkurangnya intensitas sinar matahari bisa menurunkan level serotonin sehingga mengakibatkan depresi SAD.
  3. Melatonin terganggu. Perubahan musim juga menyebabkan gangguan keseimbangan level melatonin di dalam tubuh. Kondisi ini mengacaukan mood terganggu dan pola tidur juga terpengaruh.

Profesor Ilmu Kejiwaan di Harvard Medical School, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters Health. “Meskipun penyakit ini biasanya tidak berkaitan dengan angka pasien dan opname di rumah sakit, beberapa penderita dapat melakukan bunuh diri. Jika ini bisa terjadi, mereka seharusnya segera berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Beberapa peneliti percaya bahwa kurangnya sinar mataharimengganggu irama sirkadian, yang mengatur jam internal tubuh Anda.

Biasanya ketika terkena sinar matahari, tubuh kita akan menghasilkan banyak Vitamin D3, dan karena itu tubuh kita biasanya menghasilkan lebih banyak zat yang disebut Serotonin . Serotonin adalah bahan kimia yang ditemukan di otak dan itu sangat penting untuk suasana hati anda. Oleh sebab itu, pada saat tidak memiliki cukup cahaya atau kekurangan Serotonin maka dapat menyebabkan depresi. Namun adakah penanganan yang tepat dan bisa membantu para penderita untuk tidak melakukan hal ceroboh seperti mana boy band Korea tersebut?

Penanganan Terhadap Seasonal Affective Disorder

Mungkin bagi kalian saat pergantian musim itu adalah hal yang normal untuk Anda merasa sedih. Tapi jika Anda merasa sedih selama berhari-hari pada suatu waktu dan Anda tidak mendapatkan motivasi untuk melakukan kegiatan yang biasanya Anda nikmati, hubungi dokter Anda.

Hal ini terutama penting jika pola tidur dan nafsu makan telah berubah atau jika Anda merasa putus asa, berpikir tentang bunuh diri, atau beralih ke alkohol untuk kenyamanan atau relaksasi. Karena bisa saja gejala ini dapat membuat anda terperangkap didalamnya, maka dari itu ada baiknya jika konsultasi masalah semacam ini ke pihak yang mengetahuinya.

Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah perkembangan gangguan afektif musiman. Namun, jika Anda mengambil langkah-langkah awal untuk mengelola gejala, Anda mungkin dapat mencegahnyamemburuk dari waktu ke waktu. Beberapa orang merasa terbantu dengan memulai perawatan sebelum gejala biasanya mulai pada musim gugur atau musim dingin dan kemudian melanjutkan pengobatan gejala setelah sembuh atau kembali normal.

Orang lain membutuhkan perawatan terus menerus untuk mencegah gejala kembali. Jika Anda dapat mengendalikan gejala Anda sebelum mereka menjadi lebih buruk, Anda mungkin dapat mencegah perubahan serius dalam suasana hati, nafsu makan dan tingkat energi. Namun kebanyakan dari mereka enggan untuk memberi tahu masalah yang terjadi pada dirinya.

Hal hasil banyak dari mereka yang menyerah dan bahkan mengakhiri hidupnya. Namun ada beberapa metode yang disarankan agar para penderita SAD segera mencari bantuan akan penyakitnya. Nah, perawatan untuk SAD tergantung seberapa berat gejalanya dan solusinya bisa saja semudah berjemur atau terkena lebih banyak lagi sinar matahari atau menghabiskan lebih banyak waktu di dekat jendela.

Namun apabila gejala-gejala tersebut bertambah parah, terapi sinar (dikenai sinar buatan yang terang) mungkin dibutuhkan. Tapi jika semakin bertambah parah, mungkin pengobatan antidepressant akan lebih tepat. Biasanya, penderita SAD akan mendapatkan sejenis terapi berupa pengobatan, terapi cahaya (phototherapy) dan psikoterapi.

Musim berganti sedikit banyak pasti bisa membuat Anda jadi lebih sensitif dalam menghadapi berbagai persoalan. Sebut saja, misalnya jika di Indonesia memasuki musim hujan rencana meeting Anda di sore hari menjadi terganggu karena hujan besar disertai efek banjir pascahujan. Ini pastinya dapat membuat Anda sedikit merasa bad mood karena berdampak pada proyek atau pekerjaan Anda. Ini juga terjadi di negara lainnya yang disebut dengan Seasonal Affective Disorder (SAD) atau biasa disebut dengan gangguan afektif musiman.

Nah, gimana sudah pahamkan menegani penyakit yang menyerang aktor Korea tersebut. Maka dari itu disarankan agar para penderita SAD bila sudah mengetahui gejala yang terdapat pada dirinya, untuk segera mengkonsultasi ke dokter agar masalah nya dapat terselesaikan dengan baik. Nah, untuk itu demikianlah pembahasan hari ini semoga ulasan diatas memberi manfaat yang baik bagi pembaca.