StarGate Project, Intelijen Amerika Dengan Kekuatan Supranatural

Badan intelijen Amerika Serikat, CIA membuka sekitar 13 juta halaman dokumen rahasia dan menerbitkannya secara online. Dokumen-dokumen yang sebelumnya sangat rahasia itu berjumlah sekitar 800.000 file. Dokumen-dokumen itu memuat banyak informasi yang tak terbayangkan sebelumnya dan salah satu yang paling menarik adalah bagaimana militer Amerika Serikat yang terkenal digdaya itu pernah berupaya membangun pasukan yang mempunyai kemampuan seperti paranormal (dukun).

Pada awalnya, penelitian tentang kemampuan psikis kurang dikembangkan oleh negara-negara saingan Amerika. Uni Sovyet misalnya, sebenarnya mereka telah memiliki badan penelitian khusus untuk ini. Namun, karena hasilnya yang sering tidak akurat, Uni Sovyet akhirnya jarang mengembangkan teknik ini lagi. Melalui CIA, Amerika kemudian tertarik untuk mengembangkan teknik ini sebagai bagian dari teknik intelijen mereka. Setelah proyek disetujui dan didanai, mereka akhirnya mencoba untuk mengembangkan proyek ini.

Jenderal Sun Tzu di dalam karyanya yang berjudul “The Art of War”, Jenderal bijak ini mengatakan bahwa “Yang bisa membuat seorang penguasa atau jenderal bersikap baik dan bijaksana dalam melakukan penyerangan dan penakhlukan terhadap musuh, serta bisa mencapai hasil yang melebihi jangkauan manusia pada umumnya adalah informasi awal“.

Mengumpulkan informasi mengenai kondisi musuh adalah salah satu kunci kemenangan dalam peperangan dan taktik ini merupakan sebuah praktek yang lazim dilakukan di dunia intelijen. Namun, ketika intelijen di dunia Timur mulai menggunakan teknologi-teknologi barat yang canggih, Intelijen dunia barat malah kembali ke cara-cara tradisional yang populer di kebudayaan timur. Ini tercermin dari proyek rahasia CIA yang bocor ke publik tahun 1995, yaitu proyek Stargate.

Jika Anda mendengar kata “Stargate”, maka akan mengingat sebuah film sci-fi berjudul sama tentang sebuah artefak alien yang bisa digunakan untuk bepergian ke planet lain dalam sekejap. Semacam membuat “wormhole” atau lubang cacing, di mana seseorang masuk lewat stargate A akan muncul di stargate B yang lokasinya sangat jauh karena berada di planet gugusan bintang lain. Namun guys, apa kalian sudah paham apa yang dimaksud dengan proyek stargate ini? Nah, jika penasaran dengan apa yang dimaksud dan “mengapa” Intelijen Amerika sampai menggunakan taktik tersebut. Kita simak ulasannya dibawah ini.

Apa Itu “Proyek Rahasia Stargate”?

Proyek Stargate adalah proyek rahasia pemerintah Amerika Serikat yang dijalankan oleh CIA, bekerja sama dengan badan intelijen dan militer lainnya seperti NSA (National Security Agency) dan angkatan darat. Proyek ini mulai aktif sekitar tahun 1970an hingga ditutup pada tanggal 30 Juni 1995. Dikatakan sebagai sebuah nama sandi, salah satu dari beberapa proyek yang dibentuk oleh pemerintah federal Amerika Serikat untuk menginvestigasi realita, potensi militer dan aplikasi dalam negeri dari fenomena paranormal.

Tujuan proyek stargate ini adalah untuk menyelidiki fenomena paranormal, seperti remote viewing, yaitu kemampuan mendapatkan informasi tertentu dari jarak jauh tanpa harus berada di lokasi dan Precognition, yaitu meramalkan suatu peristiwa yang akan terjadi di masa datang, serta Telekinesis, yaitu memindahkan sebuah objek tanpa menyentuhnya.

Walaupun kedengarannya mengada-ngada, namun penggunaan teknik Remote Viewing misalnya, telah dipakai oleh intelijen Amerika pada beberapa black operation di masa lampau. Salah satu tokoh yang dikenal ahli dalam penggunaan teknik ini adalah Ingo Swann, yang di kemudian hari menjadi otak dari Stargate. Ingo Swann juga adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah Remote Viewing. Mereka yang memiliki kemampuan remote viewing, bisa menggambarkan keadaan suatu tempat, bangunan atau pemandangan tertentu dari jarak jauh dengan kekuatan mentalnya.

Tidak disangka kalau proyek tersebut ternyata berhasil menarik perhatian CIA. Secara resmi Ingo Swann pun menjadi obyek penelitian bagi Profesor Targ dan Puthoff. Dalam berbagai uji coba yang dilakukan, dengan berbagai metode dan alat yang tidak biasa di sejumlah laboratorium yang dirahasiakan, didapati hasil jika kemampuan Ingo Swann ternyata memang luar biasa. Dengan kekuatan pikirannya, orang ini mampu melakukan remote viewing (melihat dari jarak jauh) yang tidak dimiliki oleh orang-orang istimewa lainnya.

Hanya dengan tiduran di kamar laboratorium, Ingo Swann mampu ‘melihat’ di balik dinding planet Jupiter dan mendeskripsikan dengan akurasi yang tinggi sifat kimia dan fisik planet tersebut. Selama bertahun-tahun belum ada orang yang kemampuannya menandingi Ingo Swann sehingga dirinya didapuk menjadi “Bapak Remote Viewing”.

Mereka bisa mengetahui kondisi-kondisi geografis di suatu wilayah meskipun belum pernah melihatnya, apalagi mengunjunginya, seolah-olah mereka mengerti benar wilayah tersebut. Kalau kemampuan yang seperti itu siapa saja pasti menginginkannya bukan? Tentu saja, CIA tidak sekedar hanya tertarik menyelidiki fenomena ini. Mereka juga menyelidiki kemungkinan penggunaannya di dalam dunia intelijen.

Dalam proyek ini, para peneliti mengembangkan satu set protokol yang dimaksudkan untuk membuat pengalaman-pengalaman paranormal seperti remote viewing menjadi lebih scientific. Mereka juga secara aktif berusaha menemukan metode yang bisa meminimalisir ketidakakuratannya.

Proyek ini dianggap sebagai usaha terakhir dalam komunitas intelijen Amerika. Dan para “viewers” ini hanya akan diberi tugas jika semua usaha lain telah dicoba dan gagal. Pada masa jayanya, proyek ini memiliki laboratorium penelitian hingga 14 unit di seluruh Amerika dan paling tidak ada 22 remote viewers yang bekerja untuk menyediakan data intelijen. Ketika proyek ini ditutup pada tahun 1995, paling tidak masih ada tiga orang remote viewer yang masih aktif di CIA.

Remote Viewing Serta Intelijen

Ketika tugas diberikan, seorang viewer akan masuk ke sebuah ruangan bersama seorang pemandu. Di ruangan ini viewer akan memproyeksikan pikirannya sambil berusaha tetap menjaga kesadarannya. Sang pemandu kemudian akan menunjukkan sebuah lokasi atau kordinat sebuah wilayah di peta, lalu meminta viewer untuk mulai memproyeksikan pikirannya. Kemudian pemandu akan menanyakan apa yang dilihatnya. Sang viewer kemudian membuat catatan dan sketsa untuk menggambarkan impresi yang didapatkannya.

Salah satu aspek penting dalam teknik ini adalah, sang viewer tidak boleh memberikan penilaiannya sendiri atas impresi yang didapat. Jika ini diabaikan, maka impresi yang dihasilkan akan menjadi tidak akurat. Jika hal ini diabaikan, maka impresi yang dihasilkan akan menjadi tidak akurat. Tidak hanya sampai di situ saja, ada hal lainnya juga yang perlu diperhatikan, yaitu jika viewer telah mendapatkan beberapa informasi, maka informasi itu masih harus diverifikasi kembali oleh pihak lainnya untuk menemukan penafsiran yang lebih tepat lagi.

Walaupun informasi yang didapat para viewer tidak selalu berguna, namun, para viewer di proyek Stargate terbukti pernah menghasilkan beberapa informasi intelijen yang cukup luar biasa. Dikatakan sebagai informasi yang tak akurat namun ada hal yang perlu untuk anda ketahui mengenai proyek Stargate, bahwa ada beberapa contoh nyata para viewer yang menghasilkan beberapa informasi intelijen yang cukup luar biasa. Berikut penjelasannya

Tokoh Dalam Stargate Project

Tokoh-tokoh penting dalam Stagate Project, tanpa mereka proyek ini hanyalah sebuah proyek biasa. Mereka adalah orang-orang yang terpilih karena kemampuan khususnya.

1. Keith Harary

Adalah salah satu remote viewer yang direkrut ke dalam proyek Stargate. Pada tahun 1979, terjadi krisis penyanderaan warga Amerika di Iran, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Iran Contra. Keith diminta untuk menyelidiki situasi di Iran dengan remote Viewing. Kemudian, Keith mulai memproyeksikan pikirannya. Dari penglihatannya, Ia berhasil mengetahui kalau salah satu warga Amerika yang disandera di Iran “mengalami Nausea (Perasaan selalu ingin muntah).

Dengan satu sisi tubuhnya terluka (rusak) dan sandera itu “akan dibawa pulang dengan pesawat terbang beberapa hari kemudian”. Informasi ini cukup akurat. Seorang sandera yang bernama Richard Queen ternyata mengidap lemah otot, mata rabun, kordinasi tubuh yang kacau balau, vertigo dan multiple sclerosis yang mempengaruhi saraf di satu sisi tubuhnya. Akibatnya, Queen dilepas oleh para penyandera di Iran dan presiden Jimmy Carter mengirim sebuah pesawat untuk membawanya pulang.

2. Patrick Price

Berbeda dengan viewer lainnya, Patrick memiliki akurasi yang sangat luar biasa. Di dalam proyek Stargate, kemampuannya boleh dibilang menyamai Ingo Swann, sang otak dari Stargate dan persaingan di antara keduanya telah melegenda di kalangan CIA. Pada tahun 1973, Patrick diberikan sebuah kordinat di wilayah Rusia dan diminta mendeskripsikan impresi yang didapatkannya mengenai wilayah tersebut. Hasilnya, para petinggi militer terkejut karena ia mendeskripsikan adanya sebuah fasilitas militer super rahasia di tempat itu.

Patrick yang tidak memiliki latar belakang militer atau intelijen bahkan mampu menyediakan daftar nama proyek yang berhubungan dengan aktifitas yang sedang berlangsung, termasuk proyek yang sangat sensitif dan rahasia. Ia bahkan bisa menyebut nama kode untuk fasilitas itu, tata letaknya dan nama orang-orang yang terlibat dalam proyek rahasia itu secara akurat.

Salah seorang petinggi CIA pernah mendeskripsikan Patrick dengan kalimat “He was extraordinarily accurate, unbelievably accurate”. Sekarang kalian tahu mengapa Uni Sovyet bisa runtuh dan takluk dengan Amerika Serikat. Sayangnya Patrick meninggal pada tanggal 14 Juli 1975 sebelum sempat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi.

3. Joseph McMoneagle

Seorang remote viewer lainnya yang juga memberikan kontribusi dalam proyek stargate adalah Joseph McMoneagle. Pada tahun 1979, ketika perang dingin masih berlangsung antara Rusia dan Amerika, dia berhasil mengetahui informasi mengenai jadwal peluncuran kapal selam Rusia terbaru. Dia mengatakan bahwa kapal selam tersebut akan diluncurkan empat bulan setelah prediksinya, yaitu sekitar bulan Januari 1980.

Dan ternyata foto satelit yang didapatkan oleh intelijen Amerika menunjukkan keakurasian prediksi yang diberikan oleh Joseph. Bisa dikatakan bahwa dari semua rekan – rekannya di Stargate, Joseph memang dikenal sebagai viewer yang memiliki kemampuan untuk memprediksi sebuah peristiwa beberapa bulan sebelum peristiwa itu terjadi.

Kemampuan yang dimilikinya ini sebenarnya lebih mengarah pada precognitive dibanding remote viewing. Berdasarkan informasi yang didapat, kemampuan ini didapatkan oleh dirinya ketika dia mengalami Near Death Experience (pengalaman hampir mati) pada tahun 1970-an. Setelah itu, ia mulai mendapatkan berbagai pengalaman paranormal yang membuatnya direkrut ke dalam proyek Stargate.

4. Paul H Smith

Pada tanggal 17 Mei 1987, Iran meluncurkan sebuah rudal yang kemudian menghancurkan kapal fregat Stark milik Amerika Serikat. Peristiwa ini mengejutkan dunia, namun tidak bagi mereka yang terlibat di Stargate karena tiga hari sebelumnya, salah seorang viewer bernama Paul H Smith telah memprediksinya.

Dalam bukunya yang berjudul “Reading the Enemy’s Mind: Inside Star Gate: America’s Psychic Espionage Program”, Smith mengatakan kalau ada rekannya di Stargate yang bahkan bisa membengkokkan sendok dengan pikirannya. Mengenai ditutupnya proyek Stargate, Smith menyalahkan birokrat di pemerintahan Amerika yang skeptis dan takut untuk mengambil risiko.

5. Lyn Buchanan

Lyn Buchanan adalah seorang sersan yang direkrut ke dalam proyek Stargate. Namun ia bukan seorang remote viewer. Lyn Buchanan adalah seorang ahli telekinesis. Selain itu ia juga seorang ahli komputer. Dua kemampuan ini cukup untuk menarik perhatian petinggi militer yang segera merekrutnya ke dalam proyek Stargate.

6. David Morehouse

Awalnya, David bergabung dalam Defense Intelligence Agency sebagai remote viewer. Ia sempat bergabung dengan Stargate hinga ditutup pada tahun 1995. Setelah mengundurkan diri, ia menulis buku Psychic Warrior, dan mendirikan sebuah perusahaan bernama Morehouse Productions yang telah melatih kurang lebih 15.000 orang dalam teknik Remote Viewing.

Pada tahun 1995, CIA melihat bahwa proyek ini tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap intelijen. Jadi, mereka memutuskan untuk menutup proyek senilai 20 juta dolar ini untuk selamanya, walaupun banyak yang percaya kalau mereka masih menjalankannya secara diam-diam.

Setelah ditutup secara resmi, para veteran stargate yang masih hidup mulai terbuka mengenai subyek remote viewing kepada publik Amerika. Salah seorang Viewer bernama David Morehouse misalnya, mendirikan sebuah perusahaan yang khusus melayani pelatihan remote viewing untuk pengembangan diri manusia. Paul H Smith kemudian mendirikan RVIS, juga perusahaan yang bergerak dalam bidang pelatihan remote viewing.

Ia juga kepala dari IRVA (International Remote Viewing Associations), sebuah organisasi yang terdiri dari para veteran Stargate dan paranormal swasta generasi terbaru. Lyn Buchanan, sang ahli telekinesis, bersama dengan Mel Riley, remote viewer Stargate, mendirikan PSI (Problems Solutions Innovations) yang juga menyediakan jasa Remote Viewing.

Bagi orang kebanyakan, proyek ini jelas terkesan mengada-ada. Apalagi lewat jaringan media massa yang dimilikinya, Washington menyatakan hal ini hanya rekaan orang-orang yang paranoid dan gandrung pada teori konspirasi. Di sisi lain, mereka juga membuat artikel-artikel yang dengan gaya hiperbolik dan menyatakan jika Proyek Stargate memang benar adanya dan didukung oleh jutaan paranormal dan dana yang tidak terbatas. Mereka yang kritis tentu tidak mempercayai informasi yang sedemikian berlebihan ini.

Dan ujung-ujungnya sama, masyarakat menjadi tidak percaya dengan hal ini. Sepanjang sejarahnya, elit Yahudi memang senantiasa bermain di kedua belah sisi, di satu sisi mereka terlihat anti namun di sisi lain mereka sangat pro, bahkan sengaja dibuat konyol dan terlalu berlebihan. Semua ini dilakukan mereka dalam rangka mengamankan fakta-fakta yang sebenarnya. Gimana? Sudah pahamkan dengan penjelasan diatas, ternyata Amerika sekalipun pernah mempercayai adanya kekuatan supranatural. Untuk itu sekianlah penjelasan mengenai Apa Itu Proyek Star Gate Project.