Telinga, Bagian-Bagian Dan Fungsinya

Pernahkah tersirat di pikiran kita bahwa bagaimana jika dalam organ tubuh manusia tidak terdapat indera pendengar (telinga)? Mungkinkah kita dapat mendengar suara atau bahkan rintikan hujan yang turun? Nah, mungkin dipelajaran di tingkat sekolah dasar (SD) sudah diberikan pelajaran seperti itu, hanya saja tidak lengkap.

Dan sekarang di tingkat SMP dan SMA, pelajaran tersebut semakin lengkap dan akurat dalam ilmu Biologi. Maka dari itu sangat penting untuk mengetahui fungsi dari indera pendengar serta bagian-bagian didalam telinga. Untuk itu kita simak bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian Telinga

Telinga menurut Kamus besar Bahasa Indonesia yaitu Organ Pendengaran dan berperan dalam keseimbangan serta posisi tubuh. Telinga merupakan salah satu panca indera manusia yang berfungsi untuk mendengar. Telinga berperan terhadap pendengaran kita akan suara atau bunyi, hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang berfungsi untuk mengenali getaran suara yang datang melalui gendang telinga. Maka dari itu, manusia mampu mengenali bunyi dalam not balok dengan baik.

Meski begitu, batasan frekuensi suara yang dapat didengar hanya 20Hz-20.000Hz. Makanya sering terjadi orang tiba-tiba mengalami kerusakan pendengaran setelah mendengarkan bunyi yang sangat keras atau melebihi 20.000Hz. Memahami dengan baik fungsi serta bagian-bagian yang terdapat pada telinga dapat membantu kita untuk mengetahui hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi telinga. Masing-masing organ yang menyusun telinga bekerja sama sehingga telinga mampu menangkap gelombang suara dari udara.

Mengubahnya menjadi getaran dan mengirim sinyal tersebut ke otak untuk diterjemahkan. Sehingga, jika ada satu saja dari sistem tersebut yang mengalami kelainan atau kerusakan, seseorang dapat mengalami kesulitan dalam mendengar atau bahkan kehilangan pendengarannya sama sekali. Mungkin bagi orang awam indera pendengar ini hanya terdiri dari satu organ tunggal saja. Namun, tahukah Anda bahwa telinga pun tersusun dari beberapa organ? Untuk itu yuk, kita simak penjelasannya berikut ini;

Bagian-Bagian Telinga Dan Fungsinya

Selain menjalankan fungsinya untuk menerjemahkan gelombang suara menjadi sinyal-sinyal yang dapat dipahami otak, telinga juga membantu mempertahankan posisi kepala. Cairan yang berada dalam telinga dapat membantu keseimbangan tubuh sehingga tubuh kita dapat mempertahankan postur dan koordinasi yang tepat. Seperti yang disebutkan sebelumnya, telinga secara garis besar terbagi menjadi 3 bagian, yakni:

  • Telinga luar yang terdiri dari cuping dan semisalnya
  • Telinga Tengah
  • Telinga dalam

Dari ketiga bagian tersebut, memiliki fungsi sendiri-sendiri dan spesifik. Simak bagian-bagian telinga dan fungsinya tersebut berikut ini.

1. Telinga Luar

Telinga bagian luar adalah bagian dari telinga yang terletak di atas tulang tengkorak, yang tersusun dari otot, lemak, dan tulang lunak. Seperti namanya, telinga bagian luar dapat dengan mudah terlihat karena letaknya di luar tubuh. Fungsinya yang utama adalah untuk menangkap dan mengarahkan gelombang suara untuk menuju ke telinga bagian tengah, juga untuk melindungi gendang telinga.

Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga (aurikula), saluran telinga luar (analis auditoris eksternal) dan gendang telinga (Membran Timpani) yang membatasinya dengan telinga dalam. Fungsi dari gendang telinga ini berhubungan dengan proses mendengar kita. Sangat bisa dibayangkan bagaimana jadinya bila selaput ini robek, pastilah akan terjadi penurunan kemampuan mendengar kita.

Karena pada dasarnya selaput ini yang akan meneruskan impuls suara dari telinga luar ke tulang-tulang pendengaran selanjutnya akan diteruskan ke syaraf pendengaran kita. Daun Telinga terbentuk oleh susunan tulang rawan yang memiliki bentuk khas untuk mendukung fungsinya, yaitu untuk memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran telinga.

Saluran Telinga Luar, dalam bagian ini terdapat kelenjar sudorifera yaitu kelenjar yang dapat menghasilkan serumen (bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen ini menjaga telinga agar tidak banyak kotoran dari luar yang masuk ke dalam, juga dapat menghindari masuknya serangga karena memiliki bau tidak sedap. Dan Membran Timpani adalah bagian yang berfungsi untuk menangkap gelombang suara.

2. Telinga Tengah

Bagian ini bertugas menjaga udara tetap seimbang. Karena telinga tengah merupakan rongga yang berisi tekanan udara dan menjaga tekanan udara yang masuk ke telinga. Dinding dalam telinga tengah memiliki lapisan sel epite. Dan fungsi utamanya dari telinga tengah adalah menyampaikan atau meneruskan suara yang diterima oleh telinga luar kepada bagian dalam.

Ada juga Tuba Eustachius pada telinga bagian tengah. Tuga Eustachius adalah bagian yang emnghubungkan telinga dan rongga mulut atau yang disebut juga dengan faring. Tuba Esutachius memiliki fungsi menyeimbangkan tekanan udara telinga bagian luar dan tengah.

Kemudian telinga bagian tengah juga terdiri dari 3 tulang pendengaran utama, yaitu:

  • Maleus (martil)
  • Incus (Landasan)
  • Stapes (Sanggurdi)

Nah, tulang-tulang tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain karena dihubungkan oleh sendi. Oleh sebab dihubungkan oleh sendi, maka tulang ini dapat bergerak. 3 tulang tersebut tersebut bertugas untuk mengirimkan getaran yang diterima ke membrane Tipani yang ada di telinga luar kepada jendela Oval.

Nah yang perlu diketahui, Tuba Eustachius akan selalu tertutup dan akan terbuka ketika seorang menelan makanan atau semisalnya. Makanya, pada kasus telinga berdengung dianjurkan untuk menelan sesuatu, sebab bisa membuka kembali Tuba Esustachius yang berguna menyeimbangkan udara dalam bagian yang ada.

3. Telinga Bagian Dalam

Telinga Dalam terdiri atas bagian tulang dan bagian membran. Telinga dalam disebut juga sebagai labirin karena bentuknya. Labirin tulang (Labirin Osea) merupakan rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis yang berisikan cairan perilimfe. Labirin Membran terletak pada bagian yang sama dengan bagian labirin tulang, namun tempatnya lebih dalam dan dilapisi oleh sel epitel serta berisi cairan endolimfe.

Labirin Tulang telinga dalam terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :

  • Koklea

Koklea (rumah siput), merupakan sebuah tabung berbentuk spiral yang menyerupai rumah siput. Didalam koklea terdapat organ korti yang merupakan organ pendengaran. Organ korti yang berisi ribuan sel-sel rambut sensori yang merupakan reseptor getaran. Pada bagian koklea yang berhubungan dengan telinga tengah terdapat dua lubang berselaput, yaitu tingkap oval dan tingkap bulat. Tingkap oval menerima getaran masuk ke koklea, sedangkan tingkap bundar meneruskan getaran keluar.

  • Vestibuli

Vestibuli adalah bagian yang terdiri dari sakula dan utrikula. Sakula dan Utrikula ini disusun oleh sel rambut yang memiliki struktur khusus, sel rambut ini disebut macula acustika. Sel rambut pada sakula tersusun secara vertikal, sedangkan pada utrikula tersusun secara horizontal. Pada sel rambut macula austica ini tersebar partikel serbuk protein kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolith.

  • Kanalis Semisirkularis

Kanalis Semisirkularis adalah saluran setengah lingkarang yang terdiri dari 3 saluran semisirkularis yang tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi yang berbeda. 3 Saluran tersebut adalah :

  1. Kanalis Semisirkularis Horizontal.
  2. Kanalis Semisirkularis Vertikal Superior (Vertikal Atas).
  3. Kanalis Semirikularis Vertikal Posterior (Vertikal Belakang).

Ternyata ada banyak organ yang menyusun telinga kita bukan? Dapat kita simpulkan bahwa ternyata telinga kita adalah organ yang rumit dan sensitif, karena sebagian besar organ penyusunnya terletak di dalam tubuh, sangat kecil dan terbukti ada organ penyusun telinga kita yang apabila rusak tidak dapat dipulihkan kembali (sel-sel saraf pendengaran).

Karena itu, kesehatan telinga sangat penting untuk dijaga. Tapi tak jarang, kesehatan telinga luput dari perhatian Anda. Jika kesehatan telinga tidak dijaga, baik dalam segi kebersihan maupun dalam mendengar suara, maka salah satu masalah telinga di bawah ini bisa saja terjadi pada Anda.

Jenis-Jenis Penyakit Pada Telinga

Penyakit telinga ataupun gangguan pendengaran dapat terjadi karena berbagai alasan. Beberapa orang mungkin dilahirkan dengan gangguan pendengaran sementara yang lain mungkin kehilangan pendengaran secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu. Ada berbagai jenis penyakit telinga, seperti infeksi, kanker dan lain-lain yang mempengaruhi bagian-bagian tertentu dari telinga dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada anak-anak maupun orang dewasa. Berikut beberapa penyakit telinga yang harus diwaspadai.

1. Vertigo

Vertigo adalah salah satu jenis penyakit telinga atau kondisi yang cukup menyulitkan. Vertigo akan terjadi apabila bagian dalam telinga mengalami gangguan sehingga terasa pusing. Lebih parahnya lagi, vertigo dapat menyebabkan sensasi bahwa ruang di sekeliling penderitanya terasa berputar sehingga pada kondisi seperti ini penderita merasa berputar atau melayang.

Penyakit ini sudah pasti sangat berbahaya jika menyerang secara tiba-tiba. Salah satu pemicu munculnya vertigo adalah keadaan penderita yang sedang memiliki stress, kecapean, atau banyak pikiran. Penderita vertigo tentu menjadi sangat sensitif dengan suatu keadaan yang dapat memicu stress dan kelelahan yang berlebih. Pada saat kondisi stress jaringan saraf di otak akan mengalami overecting karena menerima pasokan darah dari jantung terlalu mendadak.

Apabila saraf ini terganggu, anda dapat terkena komplikasi tidak hanya vertigo. Komplikasi ini dapat menyebabkan hipertensi, jantung koroner bahkan stroke. Penyebab utama dari vertigo adalah terganggunya saraf yang menghubungkan mata dengan otak. Pergerakan mata secara abnormal atau sering menggerakan mata secara berlebihan juga dapat memicu vertigo. Gejala yang biasanya dirasakan dari penderita vertigo adalah sering merasa pusing. Penderit vertigo juga akan memiliki perasaan seperti melayang dalam mata tertutup sekalipun.

2. Otosklerosis

Otosklerosis adalah penumpukan jaringan spons atau jaringan seperti tulang di telinga tengah yang mencegah ossicles, yaitu stapes di telinga tengah, bekerja dengan baik. Pada kondisi seperti ini, maka akan mengurangi penghantaran suara pada telinga. Otosklerosis biasanya menghasilkan gangguan pendengaran konduktif, gangguan pendengaran disebabkan oleh masalah di telinga bagian luar atau tengah.

Jika penumpukan jaringan seperti tulang menyebar ke telinga bagian dalam, maka kondisi seperti itu disebut sebagai koklea Otosclerosis. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural permanen akibat gangguan saraf pendengaran. Para ilmuwan belum mengetahui dengan pasti apa penyebab penyakit telinga ini, tetapi ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara otosklerosis dan perubahan hormonal yang berhubungan dengan kehamilan dan juga dengan virus.

Pengobatan untuk orang yang didiagnosis dengan otosklerosis tergantung pada sejauh mana gangguan pendengaran yang terjadi dan sejauh mana dapat dilakukan tindakan operasi untuk mengganti sebagian atau seluruh ossicles dengan yang buatan. Maka dari itu sangat perlu konsultasi dengan dokter yang menangani.

3. Tinnitus

Apakah Anda suka mendengar denging di telinga? Waspada, mungkin Anda mengalami tinnitus. Tinnitus terjadi saat Anda mendengar bunyi-bunyi di telinga Anda, seperti bunyi menderu keras, ketukan, gumaman, sampai berdengung. Suara ini bisa terdengar terputus-putus atau terus-menerus.

Biasanya tinnitus terjadi karena kerusakan pada ujung-ujung mikroskopik saraf pendengaran di telinga bagian dalam. Salah satu penyebab kerusakan ini adalah karena paparan suara yang sangat keras dalam waktu lama. Biasanya kerusakan saraf pendengaran dan tinnitus sering terjadi bersamaan seiring dengan usia Anda yang makin menua. Untuk mencegah masalah telinga ini, disarankan agar Anda selalu menjaga kesehatan telinga, termasuk menjaga telinga dari paparan suara keras.

4. Kanker Telinga

Seperti halnya jenis penyakit kanker pada umumnya, penyakit ini dapat mematikan dalam suatu intensitas keparahan tertentu. Kanker telinga biasanya terjadi pada kulit bagian luar telinga. Kanker telinga dapat juga bisa tumbuh di telinga bagian dalam, tapi ini sangat jarang terjadi. Ada berbagai jenis kanker (karsinoma dan melanoma) yang dapat mempengaruhi telinga. Sebagian besar kanker telinga adalah karsinoma sel skuamosa pada telinga luar, tetapi karsinoma sel basal dan melanoma maligna juga dapat terjadi di dalam telinga.

  • Kanker Telinga Luar

Kanker yang terjadi menyerang jaringan kulit, terlihat adanya luka berkeropeng yang tidak teratur dengan pengerasan kulit biasanya terjadi di tepi atas dari bagian luar telinga. Koreng pada telinga luar ini bisa terjadi selama bertahun-tahun dan disertai atau tidak dengan pembengkakan atau benjolan di leher. Biasanya kanker telinga luar yang seperti ini disebabkan oleh paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang panjang. Jika kanker masih kecil bisa dilakukan operasi tanpa terapi lanjutan.

  • Kanker di Liang Telinga

Liang telinga yang mengalami kanker akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala sebagai berikut:

  1. Discharge atau cairan dari liang telinga.
  2. Gangguan pendengaran.
  3. Terkadang bisa menyebabkan kelumpuhan pada wajah di sisi telinga yang terkena.
  4. Sakit telinga.

Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tapi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dengan sejarah panjang infeksi telinga luar.

  • Kanker Telinga Tengah

Telinga tengah yang mengalami kanker akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala sebagai berikut:

  1. Discharge atau cairan dari telinga dalam jangka waktu yang panjang.
  2. Cairan tersebut disertai dengan darah.
  3. Gangguan pendengaran Kelumpuhan pada wajah.

Penyebab penyakit telinga ini belum diketahui secara pasti, tetapi kondisi ini lebih umum terjadi pada orang dewasa dengan riwayat keluarnya cairan dari telinga selama jangka waktu yang lama. Pengobatan penderita kanker telinga tengah meliputi operasi dan radiasi, yang menargetkan daerah kecil dari sel-sel kanker yang tidak mungkin terjangkau selama operasi.

5. Penumpukan Kotoran Telinga

Kotoran telinga (earwax) atau juga biasa dikenal dengan serumen adalah komponen yang secara alami dihasilkan oleh kelenjar khusus di bagian luar telinga. Earwax ini dihasilkan telinga dengan tujuan untuk menjebak partikel debu atau partikel kecil lainnya yang masuk ke telinga agar tidak masuk lebih dalam lagi sampai ke gendang telinga. Normalnya, earwax ini akan menumpuk, mengering dan keluar dari telinga dengan sendirinya.

Namun, earwax yang banyak menumpuk dalam saluran telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Salah membersihkan saluran telinga bisa menjadi salah satu penyebab hal ini terjadi. Kebiasaan membersihkan telinga menggunakan cotton bud atau benda kecil lainnya justru dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam lagi masuk ke telinga. Sehingga akan terjadi penumpukan kotoran telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.

Berbagai macam penyakit dan gangguan pada telinga tentu saja dapat menyerang anda sewaktu-waktu. Penyakit yang menyerang telinga dalam intensitas tertentu juga dapat memberi rasa sakit dan rasa pusing yang memicu sakit kepala. Telinga tidak hanya menyediakan kemampuan untuk mendengar, tetapi membantu keseimbangan tubuh ketika bergerak.

Makanya, penyakit pada telinga akan memberi kita kesulitan dalam pendengaran, memberi rasa sakit bersama dengan rasa pusing yang memicu sakit kepala. Maka dari itu sangat penting bagi kita semuauntuk memperhatikan kesehatan serta kebersihan telinga, namun masih ada saja yang belum paham akan cara membersihkan. Nah untuk itu ada baiknya jika kita simak ulasan dibawah mengenai cara yang benar dalam membersihkan telinga.

Cara Terbaik Membersihkan Telinga

Kotoran telinga bagian dalam umumnya berupa gumpalan lunak. Gumpalan ini adalah produksi alami dari kelenjar minyak di dalam telinga yang justru sebenarnya berfungsi melindungi telinga. Gumpalan ini berperan memerangkap debu dan menjaga agar air tidak masuk ke telinga.

Kotoran telinga sebenarnya tidak akan menyebabkan gangguan jika berada pada kadar yang tepat. Jika terlalu banyak, kotoran telinga dapat menyumbat telinga hingga menyebabkan sakit hingga kehilangan pendengaran. Lalu bagaimana cara membersihkan kelebihan kotoran telinga ini?

Tak perlu diragukan, membersihkan telinga dengan cotton bud pasti terasa sangat enak. Namun, pakar kesehatan benar-benar ingin setiap orang untuk berhenti membersihkan telinga dengan cotton bud, tusuk gigi, jepit rambut dan barang-barang yang membahayakan lainnya. Meskipun terasa enak, membersihkan bagian dalam telinga dengan korek kuping sebenarnya bukan ide yang sehat.

Jika ingin membersihkan telinga dengan cara yang aman, teteskan baby oil 3-4 tetes saja ke dalam telinga menggunakan pipet dengan posisi kepala miring ke samping. Kemudian, dengan posisi kepala yang sama tutup lubang telinga menggunakan kapas, tunggu hingga 15 menit.

Setelah itu, buka kapas pada luang telinga dan masukkan beberapa tetes air hangat menggunakan pipet. Dengan posisi kepala miring yang berbalik arah, tutup daun telinga menggunakan handuk atau kain lembut. Cara ini lebih efektif dan aman untuk membersihkan kotoran pada telinga.

Berikut beberapa obat rumahan untuk menyingkirkan kotoran telinga;

  • Minyak zaitun

Minyak zaitu merupakan cara yang paling aman dan bisa mengeluarkan kotoran telinga. Celupkan sepotong kapas ke dalam minyak zaitu hangat. Peras kelebihan minyak dan tempatkan kapas di telinga Anda. Setelah 15 menit, keluarkan kapas. Ulangi cara ini sampai kotoran berkurang.

  • Air garam

Ini obat terbaik untuk menghilangkan kotoran telinga. Buatlah larutan garam menggunakan air suam-suam kuku. Ketika siap, miringkan kepala Anda ke samping dan teteskan air perlahan-lahan ke dalam telinga. Kembalikan kepala Anda ke posisi normal dan gunakan kapas bola ke telinga Anda. Ulangi proses untuk telinga yang lain.

  • Minyak kelapa

Tuang minyak kelapa ke dalam sendok, panaskan sendok dengan api lilin. Setelah agak hangat, celupkan kapas bola, hilangkan kelebihan minyak dan pasang kapas berukuran kecil di telinga Anda. Panas dari minyak kelapa akan merontokkan kotoran telinga.

Nah, kini Anda sudah tahu kan cara membersihkan telinga dengan cara yang tepat. Maka dari itu demikianlah ulasan diatas semoga memberi manfaat serta wawasan yang baik bagi pembaca.