Ulasan Mengenai Apa Itu Infertilitas?

Bagi sepasang suami-istri yang telah lama menikah memiliki buah hati ialah impian dalam berkeluarga. Pasalnya sosok seorang anak adalah anugerah yang ditunggu setelah menikah. Namun apa jadinya jika dalam berkeluarga sosok sepasang kekasih mengalami infertilitas? Ketidakmampuan seseorang, baik pria maupun wanita untuk menghasilkan keturunan.

Kebalikannya adalah kesuburan, dimana kesuburan berarti kemampuan seorang pria atau wanita untuk menghasilkan keturunan. Namun tahukah kalian mengapa dan apa penyebab seseorang mengalami hal semacam ini? Untuk itu ada baiknya untuk kita simak bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian Infertilitas

Menurut dunia medis Infertilitas adalah istilah yang digunakan untuk menyebut pasangan yang belum mendapatkan kehamilan walaupun sudah berhubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi dalam kurun waktu satu tahun. Masalah ini sangatlah menghantui tiap pasangan yang belum berhasil mendapatkan keturunan. Kemandulan sangat lah komplek dan harus sangat serius di tangani, karena penyebab kemandulan bisa saja terjadi dari kedua belah pihak, baik dari pasangan suami atau sang istri.

Infertilitas terbagi menjadi 2 kategori, yaitu :

Infertilitas primer : Jika pasangan sudah menikah belum di karuniai anak selama 1 tahun meskipun tidak menggunakan alat kontrasespi apapun.
Infertilitas sekunder : Jika pasangan menikah sudah memiliki anak, namun pasangan tersebut tidak memiliki anak lagi setelah 1 tahun.

Saat sel sperma yang baik menuju sel telur wanita, maka akan terjadi pembuahan dimana sel sperma akan berkembang di dalam sel telur wanita. Hal ini nantinya akan berkembang menjadi zigot, embrio kemudian seiring berjalannya waktu akan membentuk sebuah janin yang jika sudah keluar disebut dengan bayi. Ada banyak faktor yang menyebabkan wanita mengalami ketidaksuburan.

Gejala Infertilitas pada wanita

Pada wanita perubahan siklus menstruasi dan ovulasi dapat merupakan suatu gejala penyakit yang dihubungkan infertilitas. Gejala-gejala infertilitas pada wanita di antaranya :

  1. Siklus haid tidak normal, dengan haid yang lebih banyak atau lebih sedikit dari haid yang normal
  2. Periode haid yang tidak teratur, dengan lamanya haid bervariasi di antara setiap periode haid.
  3. Tidak ada siklus haid. Seorang wanita mungkin pernah haid, atau siklus haid tiba-tiba berhenti.
  4. Nyeri hebat saat haid. Nyeri punggung, nyeri panggul dan rasa kram pada perut dapat terjadi.

Kadang-kadang, infertilitas pada wanita dihubungkan dengan gangguan hormon. Pada kasus seperti ini, gejala yang dapat ditemukan di antaranya :

  1. Perubahan pada kulit, misalnya jerawat yang berlebihan.
  2. Perubahan dorongan dan hasrat seksual.
  3. Pertumbuhan rambut yaang berlebihan pada area bibir, dada dan dagu.
  4. Rambut mudah rontok.
  5. Bertambahnya berat badan.

Gejala yang lain termasuk:

  • Keluarnya cairan putih dari puting susu yang tidak ada kaitannya proses menyusui.
  • Rasa nyeri saat berhubungan badan.
  • Dan gejala lainnya yang dapat menyebabkan infertilitas pada wanita dengan gejala-gejala yang berbeda pula.

Gejala Infertilitas pada Pria

Gejala-gejala infertilitas pada pria tidak terlalu jelas. Gejala-gejala tersebut tidak terlalu mendapatkan perhatian sampai seorang pria berusaha mempunyai anak.

Gejala infertilitas tergantung pada penyebab infertilitas, di antaranya:

  1. Perubahan pertumbuhan rambut.
  2. Perubahan gairah seksual.
  3. Nyeri, benjolan, atau pembengkakan pada buah zakar.
  4. Gangguan ereksi dan ejakulasi.
  5. Buah zakar berukuran kecil dan keras.

Penyebab Pria Dan Wanita Mengalami Infertilitas

Gangguan pada tingkat kesuburan ini nantinya akan mengakibatkan masalah yang cukup serius dalam kehidupan berumah tangga. Hal yang demikian ini dikarenakan mempunyai keturunan adalah hal terpenting dalam sebuah ikatan pernikahan. Nah, untuk itulah dalam hal ini penting sekali bagi Anda semuanya untuk tahu faktor utama penyebab infertilitas, sehingga dapat mencegah hal tersebut. Untuk itu yuk, kita simak faktor utama yang menyebabkan infertilitas pada pria & wanita

  • Pada Pria

1. Gangguan Hormonal

Ini adalah salah satu masalah infertilitas pada pria yang nantinya akan mengakibatkan kualitas dan kuantitas sperma berkurang.

Pria yang sedang mengalami kelainan hipofisis atau estoster ini akan alami gangguan dalam hal memproduksi sperma. Kelainan pada hipofisis inilah yang nantinya akan menyebabkan gangguan pada produksi hormone testosterone.

2. Masalah Varikokel

Kelainan anatomi fisik bagi pria jadi salah satu penyebab utama infertilitas. Salah satunya adalah gangguan pada varikokel ini.

Hal tersebut terjadi saat pembuluh darah yang ada di sekitar saluran repoduksi membesar, sehingga sperma tidak dapat keluar secara maksimal untuk bisa melakukan pembuahan. Gejala penyakit satu ini yaitu terjadinya benjolan di bagian skrotum.

3. Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk yang dimaksud adalah mengkonsumsi obat terlarang, mabuk dan juga merokok, ini sangat beresiko alami kemandulan. Kebiasaan tersebut akan menjadikan sirkulasi darah tidak lancar, serta turunkan kualitas dan kuantitas sperma.

  • Pada Wanita

1. Gangguan pelepasan sel telur

Adanya gangguan ovulasi diperkirakan sekitar 15% dari seluruh penyebab infertilitas pada pasangan dengan gangguan kesuburan. Ovulasi merupakan syarat mutlak yang diperlukan untuk sel telur bisa dibuahi oleh sperma yang dikeluarkan pria saat ejakulasi di tempat dan waktu yang tepat (right place at the right time). Sel telur yang di lepaskan dari indung telur telah melalui suatu proses pertumbuhan dan pematangan sel telur yang dalam waktu yang lama.

Adanya gangguan pada setiap tingkat, baik pada tingkat sentral (hypothalamus, hipofise) dan pada indung telur akan berpengaruh terhadap kualitas sel telur dan gangguan ovulasi. Oleh karena itu, Dokter akan menelusuri untuk mencari penyebab gangguan ovulasi tersebut. Adanya gangguan kelenjar gondok (tiroid), anak ginjal (adrenal) ataupun kelebihan hormon prolaktin yang dikeluarkan hipofise (hiperprolaktinemia), stress fisik dan psikologis yang berlangsung lama juga akan berpengaruh terhadap gangguan ovulasi.

Sindroma ovarium polikistik (PCOS) merupakan penyebab yang sering menyebabkan gangguan ovulasi, yang ditandai dengan banyaknya kista-kista ukuran kecil pada kedua indung telur dan tidak berkembang, kelebihan hormon endrogen dan haid yang jarang.

2. Sumbatan saluran indung telur

Pada wanita dengan infertilitas adanya kelainan pada saluran indung telur dan rongga panggul merupakan salah satu penyebab utama infertilitas dan merupakan diagnosis utama pada 30-35% pasangan infertile. Kelainan pada saluran indung telur dan rongga panggul dapat disebabkan penyakit infeksi panggul, keguguran dengan infeksi, infeksi usus buntu yang pecah, operasi saluran indung telur atau kehamilan di luar kandungan yang menyebabkan rusaknya saluran indung telur. Endometriosis dapat juga menyebabkan perlengketan dan tersumbatnya saluran indung telur.

Akibat dari rusaknya atau tersumbatnya saluran indung telur menyebabkan terhambatnya pertemuan sperma dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan dan kehamilan. Untuk itu diperlukan pemeriksaan histerosalfingografi (HSG) dan laparaskopi untuk menilai tersumbat atau tidaknya saluran indung telur. Ada juga sebagian dokter melakukan pemeriksaan dengan cara sonohisterosalfingografi, yaitu dengan menggunakan ultrasonografi (USG) dan cairan saline steril, yang dapat dilakukan diruang praktek dokter.

3. Kelainan Anatomis dan Fungsi Rahim

Wanita dengan infertilitas jarang disebabkan oleh kelainan uterus, namun perlu dilakukan pemeriksaan juga. Kelainan bentuk rahim yang ada sejak lahir, atau tumor rahim (mioma), perlengketan lapisan rahim bagian dalam (adhesi intrauterine), polip endometrium atau adanya infeksi kronis endometrium hendaknya ditelusuri juga.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menemukan kelainan tersebut. Ada tiga metode dasar untuk mengevaluasi rongga uterus yaitu histerosalfingografi, USG transvaginal standard atau USG transvaginal dengan kontras saline (sonohisterografi) dan histeroskopi.

4. Sperma dengan lender serviks

Serviks dan lendir serviks berperan dalam proses reproduksi. Lendir serviks menerima atau menangkap sperma dari ejakulat dan vagina, menyingkirkan semua konstituen plasma semina dan menyaring sperma yang abnormal, melakukan proses biokimia dan menjadi tempat sementara sperma, sehingga memperpanjang survival dan interval antara ejakulasi dengan ovulasi.

Adanya gangguan antara sperma dan lendir serviks akan berpengaruh terhadap sperma yang akan mampu membuahi sel telur. Dokter dapat melakukan uji paksa senggama untuk menilai keramahan lendir serviks terhadap sperma. Terapi bagi pasangan infertil dengan gangguan serviks dengan cara dilakukan inseminasi dimana sperma dapat langsung kedalam rahim setelah melalui proses tertentu (inseminasi intra uteri atau IUI).

Proses kehamilan terjadi ketika sel sperma dari pria bertemu dengan sel telur dari wanita. Proses inilah yang dinamakan sebagai pembuahan atau konsepsi. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana cara sel sperma dan sel telur bertemu? Ini bukanlah proses yang sederhana, bahkan membutuhkan waktu yang lama.

Banyak sel sperma yang masuk ke tubuh wanita untuk mencapai sel telur, tetapi hanya satu spermalah yang kemudian dapat membuahi sel telur dan semenjak saat itu terjadilah kehamilan.

Sel Telur Dan Sperma

Sel telur diproduksi oleh indung telur atau ovarium wanita. Setiap bulan wanita akan melepaskan satu sel telur yang sudah matang dari salah satu ovarium yang dimiliki wanita. Proses ini disebut ovulasi. Setelah sel telur dilepaskan, sel telur akan melewati tuba falopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim) yang memiliki panjang sekitar 10 cm menuju rahim Anda.

Sel telur ini rata-rata dapat bertahan hidup sampai 24 jam semenjak dilepaskan. Sehingga, pada waktu ini, sel sperma harus membuahi sel telur agar terjadi konsepsi atau kehamilan. Jika tidak ada sperma yang membuahi sel telur, maka sel telur akan hancur dan terjadilah menstruasi. Berbeda dengan wanita yang melepaskan satu sel telur setiap bulan, pria yang dapat terus bekerja untuk menghasilkan sperma.

Dibutuhkan 2-3 bulan untuk membentuk sel sperma baru, kemudian sel sperma ini akan hidup selama beberapa minggu di tubuh pria. Ketika cairan sperma dikeluarkan atau pria mengalami ejakulasi, sperma yang mampu dilepaskan mencapai 40 juta. Ya, tubuh pria secara teratur memproduksi sperma sepanjang hidup mereka, sehingga ia dapat melepaskan sperma sebanyak itu. Namun, walaupun pria mampu melepaskan sebanyak 40 juta sperma setiap ejakulasi, hanya satu sperma yang mampu mencapai sel telur wanita.

Proses Pembuahan

Saat mencapai orgasme, pria mengeluarkan cairan mani yang kaya akan sperma. Cairan ini melesat ke dalam rahim mencari jalan untuk bertemu dengan sel telur. Kontraksi lembut pada rahim membantu sperma dalam saluran reproduksi wanita hingga mencapai sel telur. Sperma-sperma akan melakukan perjalanan sepanjang kurang lebih 18 cm dari leher rahim ke tuba falopi, yaitu lokasi sel telur berada. Sperma pertama yang bertemu dengan sel telur akan berusaha menembus cangkang sel telur agar terjadi pembuahan.

Umumnya sperma-sperma ini dapat berenang dengan kecepatan 2,5 cm tiap 15 menit. Sebagian sperma dapat menghabiskan waktu setengah hari untuk mencapai tujuan. Waktu paling cepat sperma mencapai sel telur dalam waktu 45 menit. Pembuahan harus terjadi dalam waktu 24 jam setelah sel telur dihasilkan. Setelah salah satu sperma berhasil menembus sel telur, maka sel telur akan berubah bentuk dan membentuk lapisan sehingga sperma lain tidak bisa menembus masuk. Inilah yang disebut proses pembuahan dan akan berlanjut menjadi proses kehamilan.

Namun, jika sperma tidak juga menemukan sel telur untuk dibuahi, mereka dapat tetap bertahan dalam tuba falopi hingga tujuh hari setelah hubungan seksual. Jika dalam tujuh hari tersebut wanita mengalami ovulasi, maka masih ada kemungkinan akan terjadi pembuahan dan kehamilan. Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari salah satu indung telur di dalam rahim untuk dibuahi oleh sperma.

Penanganan Mengenai Infertilitas

Pada prinsipnya, evaluasi pada pasangan infertilitas harus memerhatikan faktor wanita dan pria. Pada wanita, perhatikan pemeriksaan fisiknya termasuk endokrin, pemeriksaan ginekologi, karakteristik haid dan galaktorea, serta masa ovulasi. Pada pria, perlu diperhatikan/dianalisis spermanya untuk mengevaluasi pasangan yang infertil. Kategori infertilitas dipengaruhi oleh faktor garnet laki-laki, gamet perempuan, dan faktor saluran genitalia perempuan.

  • Pengobatan Untuk Pria

Untuk pria, kemungkinan pengobatan termasuk mengatasi kemungkinan masalah seksual secara umum atau kurangnya sperma yang sehat. Beberapa jenis pengobatan antara lain:

1. Mengobati infeksi

Penggunaan antibiotik kemungkinan mampu menyembuhkan infeksi pada saluran reproduksi. Kabar buruknya, hal itu tidak selalu berarti mampu mengembalikan kesuburan.

2. Obat-obatan

Dan terapi hormon. Jika penyebab kemandulan disebabkan kadar hormon tertentu yang terlalu rendah atau tinggi atau masalah tubuh memanfaatkan hormon, maka dokter akan merekomendasikan obat-obatan atau terapi penggantian hormon.

3. Penanganan masalah seksual

Kemungkinan diperlukan terapi konseling atau obat-obatan untuk meningkatkan kesuburan dalam kondisi disfungsi ereksi atau ejakulasi dini.

4. Tindakan operasi

Salah satu kondisi yang kerap menjadi penyebab kemandulan adalah varikokel. Kondisi ini dapat diatasi dengan operasi. Sperma biasanya akan kembali muncul dari testis setelah sebelumnya tidak ditemukan pada saat ejakulasi.

  • Pengobatan Untuk Wanita

Mungkin banyak wanita yang mengalami hal semacam ini dan bertanya-tanya adakah cara yang tepat agar usaha untuk memiliki anak terlaksanakan segera mungkin. Nah untuk penanganan infertilitas pada wanita juga dapat dilakukan dengan mengobatinya melalui cara terapi.

Ada beberapa macam terapi yang bisa dilakukan. Dan tidak sedikit wanita infertil yang harus melakukan terapi lebih dari satu macam sebagai usaha untuk mengembalikan kesuburannya.

1. Obat Perangsang Ovulasi

Ternyata ada beberapa jenis obat yang digunakan untuk menginduksi maupun mengatur ovulasi yang berguna untuk mengembalikan dan meningkatkan kesuburan seorang wanita. Jenis obat-obatan yang dapat merangsang ovarium wanita yang mengalami infertilitas antara lain:

  1. Tamoxifen
  2. Clomifen dan
  3. Metformin.

2. Inseminasi Intrauterine

Yaitu salah satu terapi infertilitas pada wanita dengan cara konsentrasi dan pengumpulan sel sperma sehat lalu ditempatkan secara langsung ke dalam rahim wanita tersebut. Biasanya, terapi infertilitas jenis ini dilakukan selama masa ovulasi. Sehingga pelaksanaan terapi ini tergantung pada masa menstruasi yang normal, atau bisa juga dengan bantuan obat kesuburan. IUI diperlukan pada saat wanita tersebut mengalami kondisi:

  • Memiliki endometriosis ringan.
  • Memiliki kesuburan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Pasangan pria/suami mempunyai masalah dalam hal motilitas sperma atau mempunyai jumlah sel sperma yang sedikit.
  • Pasangan pria/suami mengalami ejakulasi dini maupun impoten.

3. Operasi Atau Pembedahan

Terdengar sedikit mengerikan dan pastinya memiliki kecemasan. Operasi atau pembedahan dilakukan pada saat wanita mengalami infertilitas yang disebabkan karena endometriosis, terjadi penyumbatan maupun luka pada tuba fallopi dan PCOS.

4. Assisted Reproductive Technology

Assisted Reproductive Technology (ART) nah mungkin kalian bertanya-tanya mengenai terapi yang satu ini. Art merupakan metode pengobatan infertilitas pada wanita dan cara agar cepat hamil. Karena dengan melakukan metode ini, pasangan suami-istri memiliki kesempatan untuk hamil lebih tinggi dibanding metode kesuburan lainnya. Umumnya, teknik ART yang sering digunakan adalah program bayi tabung atau dalam bahasa latinnya disebut In Vitro Fertilization (IVF)/fertilisasi in vitro.

Memang, teknik ART ini menawarkan pada pasangan suami-istri untuk bisa mendapatkan momongan dengan tingkat keberhasilan tertinggi dibanding metode lainnya. Namun, bagi seorang wanita/istri dengan usia di atas 35 tahun, keberhasilan untuk hamil dengan teknik ini menjadi lebih rendah.

Pengobatan dapat diarahkan menuju mengembalikan kesuburan oleh pembedahan atau obat dan juga ke arah membantu pembuahan dengan teknik-teknik canggih. Untuk itu demikianlah ulasan diatas mengenai Infertilitas.